Kamis, 04 November 2010

berfikir sesudah tidur

Tidak diperlukan kondisi khusus
bagi seseorang untuk memulai
berpikir. Bahkan bagi orang
yang baru saja bangun tidur di
pagi hari pun terdapat banyak
sekali hal-hal yang dapat
mendorongnya berpikir.
Terpampang sebuah hari yang
panjang dihadapan seseorang
yang baru saja bangun dari
pembaringannya di pagi hari.
Sebuah hari dimana rasa capai
atau kantuk seakan telah sirna.
Ia siap untuk memulai harinya.
Ketika berpikir akan hal ini, ia
teringat sebuah firman Allah:
"Dialah yang menjadikan
untukmu malam (sebagai)
pakaian, dan tidur untuk
istirahat, dan Dia menjadikan
siang untuk bangun
berusaha." (QS. Al-Furqaan,
25: 47)
Setelah membasuh muka dan
mandi, ia merasa benar-benar
terjaga dan berada dalam
kesadarannya secara penuh.
Sekarang ia siap untuk berpikir
tentang berbagai persoalan
yang bermanfaat untuknya.
Banyak hal lain yang lebih
penting untuk dipikirkan dari
sekedar memikirkan makanan
apa yang dipunyainya untuk
sarapan pagi atau pukul berapa
ia harus berangkat dari rumah.
Dan pertama kali ia harus
memikirkan tentang hal yang
lebih penting ini.
Pertama-tama, bagaimana ia
mampu bangun di pagi hari
adalah sebuah keajaiban yang
luar biasa. Kendatipun telah
kehilangan kesadaran sama
sekali sewaktu tidur, namun di
keesokan harinya ia kembali lagi
kepada kesadaran dan
kepribadiannya. Jantungnya
berdetak, ia dapat bernapas,
berbicara dan melihat. Padahal di
saat ia pergi tidur, tidak ada
jaminan bahwa semua hal ini
akan kembali seperti sediakala di
pagi harinya. Tidak pula ia
mengalami musibah apapun
malam itu. Misalnya, kealpaan
tetangga yang tinggal di sebelah
rumah dapat menyebabkan
kebocoran gas yang dapat
meledak dan
membangunkannya malam itu.
Sebuah bencana alam yang
dapat merenggut nyawanya
dapat saja terjadi di daerah
tempat tinggalnya.
Ia mungkin saja mengalami
masalah dengan fisiknya.
Sebagai contoh, bisa saja ia
bangun tidur dengan rasa sakit
yang luar biasa pada ginjal atau
kepalanya. Namun tak satupun
ini terjadi dan ia bangun tidur
dalam keadaan selamat dan
sehat. Memikirkan yang
demikian mendorongnya untuk
berterima kasih kepada Allah
atas kasih sayang dan
penjagaan yang diberikan-Nya.
Memulai hari yang baru dengan
kesehatan yang prima memiliki
makna bahwa Allah kembali
memberikan seseorang sebuah
kesempatan yang dapat
dipergunakannya untuk
mendapatkan keberuntungan
yang lebih baik di akhirat. Ingat
akan semua ini, maka sikap yang
paling sesuai adalah
menghabiskan waktu di hari itu
dengan cara yang diridhai Allah.
Sebelum segala sesuatu yang
lain, seseorang pertama kali
hendaknya merencanakan dan
sibuk memikirkan hal-hal
semacam ini. Titik awal dalam
mendapatkan keridhaan Allah
adalah dengan memohon
kepada Allah agar
memudahkannya dalam
mengatasi masalah ini. Doa Nabi
Sulaiman adalah tauladan yang
baik bagi orang-orang yang
beriman: "Ya Tuhanku berilah
aku ilham untuk tetap
mensyukuri ni'mat Mu yang
telah Engkau anugerahkan
kepadaku dan kepada dua
orang ibu bapakku dan untuk
mengerjakan amal saleh yang
Engkau ridhai; dan
masukkanlah aku dengan
rahmat-Mu ke dalam
golongan hamba-hamba-Mu
yang saleh" (QS. An-Naml,
27 : 19)
Bagaimana kelemahan manusia
mendorong seseorang untuk
berpikir?Tubuh manusia yang
demikian lemah ketika baru saja
bangun dari tidur dapat
mendorong manusia untuk
berpikir: setiap pagi ia harus
membasuh muka dan
menggosok gigi. Sadar akan hal
ini, ia pun merenungkan tentang
kelemahan-kelemahannya yang
lain. Keharusannya untuk mandi
setiap hari, penampilannya yang
akan terlihat mengerikan jika
tubuhnya tidak ditutupi oleh
kulit ari, dan
ketidakmampuannya menahan
rasa kantuk, lapar dan dahaga,
semuanya adalah bukti-bukti
tentang kelemahan dirinya.
"Allah, Dialah yang
menciptakan kamu dari
keadaan lemah, kemudian Dia
menjadikan (kamu) sesudah
keadaan lemah itu menjadi
kuat, kemudian Dia
menjadikan (kamu) sesudah
kuat itu lemah (kembali) dan
beruban. Dia menciptakan
apa yang dikehendaki-Nya
dan Dialah Yang Maha
Mengetahui lagi Maha
Kuasa." (QS. Ar-Ruum, 30: 54)
Bagi orang yang telah berusia
lanjut, bayangan dirinya di
dalam cermin dapat
memunculkan beragam pikiran
dalam benaknya. Ketika
menginjak usia dua dekade dari
masa hidupnya, tanda-tanda
proses penuaan telah terlihat di
wajahya. Di usia yang
ketigapuluhan, lipatan-lipatan
kulit mulai kelihatan di bawah
kelopak mata dan di sekitar
mulutnya, kulitnya tidak lagi
mulus sebagaimana sebelumnya,
perubahan bentuk fisik terlihat
di sebagian besar tubuhnya.
Ketika memasuki usia yang
semakin senja, rambutnya
memutih dan tangannya
menjadi rapuh.
Bagi orang yang berpikir
tentang hal ini, usia senja adalah
peristiwa yang paling nyata
yang menunjukkan sifat fana
dari kehidupan dunia dan
mencegahnya dari kecintaan
dan kerakusan akan dunia.
Orang yang memasuki usia tua
memahami bahwa detik-detik
menuju kematian telah dekat.
Jasadnya mengalami proses
penuaan dan sedang dalam
proses meninggalkan dunia ini.
Tubuhnya sedikit demi sedikit
mulai melemah kendatipun
ruhnya tidaklah berubah
menjadi tua. Sebagian besar
manusia sangat terpukau oleh
ketampanan atau merasa rendah
dikarenakan keburukan wajah
mereka semasa masih muda.
Pada umumnya, manusia yang
dahulunya berwajah tampan
ataupun cantik bersikap arogan,
sebaliknya yang di masa lalu
berwajah tidak menarik merasa
rendah diri dan tidak bahagia.
Proses penuaan adalah bukti
nyata yang menunjukkan sifat
sementara dari kecantikan atau
keburukan penampilan
seseorang. Sehingga dapat
diterima dan masuk akal jika
yang dinilai dan dibalas oleh
Allah adalah akhlaq baik beserta
komitmen yang diperlihatkan
seseorang kepada Allah.
Setiap saat ketika menghadapi
segala kelemahannya manusia
berpikir bahwa satu-satunya Zat
Yang Maha Sempurna dan Maha
Besar serta jauh dari segala
ketidaksempurnaan adalah Allah,
dan iapun mengagungkan
kebesaran Allah. Allah
menciptakan setiap kelemahan
manusia dengan sebuah tujuan
ataupun makna. Termasuk dalam
tujuan ini adalah agar manusia
tidak terlalu cinta kepada
kehidupan dunia, dan tidak
terpedaya dengan segala yang
mereka punyai dalam kehidupan
dunia. Seseorang yang mampu
memahami hal ini dengan
berpikir akan mendambakan
agar Allah menciptakan dirinya
di akhirat kelak bebas dari segala
kelemahan.
Segala kelemahan manusia
mengingatkan akan satu hal
yang menarik untuk
direnungkan: tanaman mawar
yang muncul dan tumbuh dari
tanah yang hitam ternyata
memiliki bau yang demikian
harum. Sebaliknya, bau yang
sangat tidak sedap muncul dari
orang yang tidak merawat
tubuhnya. Khususnya bagi
mereka yang sombong dan
membanggakan diri, ini adalah
sesuatu yang seharusnya
mereka pikirkan dan ambil
pelajaran darinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kamis, 04 November 2010

berfikir sesudah tidur

Tidak diperlukan kondisi khusus
bagi seseorang untuk memulai
berpikir. Bahkan bagi orang
yang baru saja bangun tidur di
pagi hari pun terdapat banyak
sekali hal-hal yang dapat
mendorongnya berpikir.
Terpampang sebuah hari yang
panjang dihadapan seseorang
yang baru saja bangun dari
pembaringannya di pagi hari.
Sebuah hari dimana rasa capai
atau kantuk seakan telah sirna.
Ia siap untuk memulai harinya.
Ketika berpikir akan hal ini, ia
teringat sebuah firman Allah:
"Dialah yang menjadikan
untukmu malam (sebagai)
pakaian, dan tidur untuk
istirahat, dan Dia menjadikan
siang untuk bangun
berusaha." (QS. Al-Furqaan,
25: 47)
Setelah membasuh muka dan
mandi, ia merasa benar-benar
terjaga dan berada dalam
kesadarannya secara penuh.
Sekarang ia siap untuk berpikir
tentang berbagai persoalan
yang bermanfaat untuknya.
Banyak hal lain yang lebih
penting untuk dipikirkan dari
sekedar memikirkan makanan
apa yang dipunyainya untuk
sarapan pagi atau pukul berapa
ia harus berangkat dari rumah.
Dan pertama kali ia harus
memikirkan tentang hal yang
lebih penting ini.
Pertama-tama, bagaimana ia
mampu bangun di pagi hari
adalah sebuah keajaiban yang
luar biasa. Kendatipun telah
kehilangan kesadaran sama
sekali sewaktu tidur, namun di
keesokan harinya ia kembali lagi
kepada kesadaran dan
kepribadiannya. Jantungnya
berdetak, ia dapat bernapas,
berbicara dan melihat. Padahal di
saat ia pergi tidur, tidak ada
jaminan bahwa semua hal ini
akan kembali seperti sediakala di
pagi harinya. Tidak pula ia
mengalami musibah apapun
malam itu. Misalnya, kealpaan
tetangga yang tinggal di sebelah
rumah dapat menyebabkan
kebocoran gas yang dapat
meledak dan
membangunkannya malam itu.
Sebuah bencana alam yang
dapat merenggut nyawanya
dapat saja terjadi di daerah
tempat tinggalnya.
Ia mungkin saja mengalami
masalah dengan fisiknya.
Sebagai contoh, bisa saja ia
bangun tidur dengan rasa sakit
yang luar biasa pada ginjal atau
kepalanya. Namun tak satupun
ini terjadi dan ia bangun tidur
dalam keadaan selamat dan
sehat. Memikirkan yang
demikian mendorongnya untuk
berterima kasih kepada Allah
atas kasih sayang dan
penjagaan yang diberikan-Nya.
Memulai hari yang baru dengan
kesehatan yang prima memiliki
makna bahwa Allah kembali
memberikan seseorang sebuah
kesempatan yang dapat
dipergunakannya untuk
mendapatkan keberuntungan
yang lebih baik di akhirat. Ingat
akan semua ini, maka sikap yang
paling sesuai adalah
menghabiskan waktu di hari itu
dengan cara yang diridhai Allah.
Sebelum segala sesuatu yang
lain, seseorang pertama kali
hendaknya merencanakan dan
sibuk memikirkan hal-hal
semacam ini. Titik awal dalam
mendapatkan keridhaan Allah
adalah dengan memohon
kepada Allah agar
memudahkannya dalam
mengatasi masalah ini. Doa Nabi
Sulaiman adalah tauladan yang
baik bagi orang-orang yang
beriman: "Ya Tuhanku berilah
aku ilham untuk tetap
mensyukuri ni'mat Mu yang
telah Engkau anugerahkan
kepadaku dan kepada dua
orang ibu bapakku dan untuk
mengerjakan amal saleh yang
Engkau ridhai; dan
masukkanlah aku dengan
rahmat-Mu ke dalam
golongan hamba-hamba-Mu
yang saleh" (QS. An-Naml,
27 : 19)
Bagaimana kelemahan manusia
mendorong seseorang untuk
berpikir?Tubuh manusia yang
demikian lemah ketika baru saja
bangun dari tidur dapat
mendorong manusia untuk
berpikir: setiap pagi ia harus
membasuh muka dan
menggosok gigi. Sadar akan hal
ini, ia pun merenungkan tentang
kelemahan-kelemahannya yang
lain. Keharusannya untuk mandi
setiap hari, penampilannya yang
akan terlihat mengerikan jika
tubuhnya tidak ditutupi oleh
kulit ari, dan
ketidakmampuannya menahan
rasa kantuk, lapar dan dahaga,
semuanya adalah bukti-bukti
tentang kelemahan dirinya.
"Allah, Dialah yang
menciptakan kamu dari
keadaan lemah, kemudian Dia
menjadikan (kamu) sesudah
keadaan lemah itu menjadi
kuat, kemudian Dia
menjadikan (kamu) sesudah
kuat itu lemah (kembali) dan
beruban. Dia menciptakan
apa yang dikehendaki-Nya
dan Dialah Yang Maha
Mengetahui lagi Maha
Kuasa." (QS. Ar-Ruum, 30: 54)
Bagi orang yang telah berusia
lanjut, bayangan dirinya di
dalam cermin dapat
memunculkan beragam pikiran
dalam benaknya. Ketika
menginjak usia dua dekade dari
masa hidupnya, tanda-tanda
proses penuaan telah terlihat di
wajahya. Di usia yang
ketigapuluhan, lipatan-lipatan
kulit mulai kelihatan di bawah
kelopak mata dan di sekitar
mulutnya, kulitnya tidak lagi
mulus sebagaimana sebelumnya,
perubahan bentuk fisik terlihat
di sebagian besar tubuhnya.
Ketika memasuki usia yang
semakin senja, rambutnya
memutih dan tangannya
menjadi rapuh.
Bagi orang yang berpikir
tentang hal ini, usia senja adalah
peristiwa yang paling nyata
yang menunjukkan sifat fana
dari kehidupan dunia dan
mencegahnya dari kecintaan
dan kerakusan akan dunia.
Orang yang memasuki usia tua
memahami bahwa detik-detik
menuju kematian telah dekat.
Jasadnya mengalami proses
penuaan dan sedang dalam
proses meninggalkan dunia ini.
Tubuhnya sedikit demi sedikit
mulai melemah kendatipun
ruhnya tidaklah berubah
menjadi tua. Sebagian besar
manusia sangat terpukau oleh
ketampanan atau merasa rendah
dikarenakan keburukan wajah
mereka semasa masih muda.
Pada umumnya, manusia yang
dahulunya berwajah tampan
ataupun cantik bersikap arogan,
sebaliknya yang di masa lalu
berwajah tidak menarik merasa
rendah diri dan tidak bahagia.
Proses penuaan adalah bukti
nyata yang menunjukkan sifat
sementara dari kecantikan atau
keburukan penampilan
seseorang. Sehingga dapat
diterima dan masuk akal jika
yang dinilai dan dibalas oleh
Allah adalah akhlaq baik beserta
komitmen yang diperlihatkan
seseorang kepada Allah.
Setiap saat ketika menghadapi
segala kelemahannya manusia
berpikir bahwa satu-satunya Zat
Yang Maha Sempurna dan Maha
Besar serta jauh dari segala
ketidaksempurnaan adalah Allah,
dan iapun mengagungkan
kebesaran Allah. Allah
menciptakan setiap kelemahan
manusia dengan sebuah tujuan
ataupun makna. Termasuk dalam
tujuan ini adalah agar manusia
tidak terlalu cinta kepada
kehidupan dunia, dan tidak
terpedaya dengan segala yang
mereka punyai dalam kehidupan
dunia. Seseorang yang mampu
memahami hal ini dengan
berpikir akan mendambakan
agar Allah menciptakan dirinya
di akhirat kelak bebas dari segala
kelemahan.
Segala kelemahan manusia
mengingatkan akan satu hal
yang menarik untuk
direnungkan: tanaman mawar
yang muncul dan tumbuh dari
tanah yang hitam ternyata
memiliki bau yang demikian
harum. Sebaliknya, bau yang
sangat tidak sedap muncul dari
orang yang tidak merawat
tubuhnya. Khususnya bagi
mereka yang sombong dan
membanggakan diri, ini adalah
sesuatu yang seharusnya
mereka pikirkan dan ambil
pelajaran darinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar