Rabu, 03 November 2010

Bahaya Tidur bersama hp

detikcom - Trenton, New
Jersey, Anak-anak dan remaja
yang memegang ponsel akan
mendapatkan dampak negatif
jika tidak mematikannya
minimal 1 jam sebelum tidur.
Dampak terburuk adalah
gangguan pemusatan perhatian
dan hiperaktivitas (GPPH) yang
bisa mempengaruhi prestasi
belajarnya.
Risiko tersebut terungkap dalam
sebuah penelitian awal terhadap
40 remaja berusia rata-rata 14,5
tahun. Seluruh partisipan
merupakan pasien JFK Medical
Center Sleep Laboratory di New
Jersey, yang dirawat dengan
keluhan susah tidur dan sering
mengantuk di kelas.
Penelitian tersebut mengungkap
77 persen remaja yang tetap
mengaktifkan ponsel mengalami
susah tidur. Dalam semalam para
remaja bisa mengirimkan rata-
rata 34 email atau SMS dari
ponselnya, sebagian besar
dilakukan antara 10 menit
hingga beberapa jam setelah
lampu kamar dimatikan.
"Sebagian besar remaja
mengaku tetap menggunakan
ponselnya meski sudah
waktunya tidur. Banyak hal
yang bisa mereka lakukan
termasuk berkirim SMS dan
bermain game," ungkap salah
satu peneliti, dokter Peter Polos
seperti dikutip USA Today,
Selasa (2/11/2010).
Dokter Polos mengatakan dalam
semalam masing-masing remaja
mengirimkan SMS sedikitnya
kepada 4 orang temannya.
Wajar jika remaja tersebut tidak
bisa tidur, sebab ia pasti juga
menerima SMS balasan dan tak
jarang juga menerima telepon
melalui ponselnya.
Pada anak-anak dan remaja usia
sekolah, kebiasaan semacam ini
bisa memicu gangguan
pemusatan perhatian dan
hiperaktivitas (GPPH). Bahkan
bisa lebih buruk dari itu,
misalnya gangguan kegelisahan,
depresi dan gangguan belajar
karena mengantuk saat berada
di dalam kelas.
"Belum terbukti karena ini baru
penelitian awal, tetapi risiko
untuk mengalami GPPH memang
ada. Paling tidak itulah yang
terjadi pada sebagian besar
pasien kami," ungkap dokter
Polos.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rabu, 03 November 2010

Bahaya Tidur bersama hp

detikcom - Trenton, New
Jersey, Anak-anak dan remaja
yang memegang ponsel akan
mendapatkan dampak negatif
jika tidak mematikannya
minimal 1 jam sebelum tidur.
Dampak terburuk adalah
gangguan pemusatan perhatian
dan hiperaktivitas (GPPH) yang
bisa mempengaruhi prestasi
belajarnya.
Risiko tersebut terungkap dalam
sebuah penelitian awal terhadap
40 remaja berusia rata-rata 14,5
tahun. Seluruh partisipan
merupakan pasien JFK Medical
Center Sleep Laboratory di New
Jersey, yang dirawat dengan
keluhan susah tidur dan sering
mengantuk di kelas.
Penelitian tersebut mengungkap
77 persen remaja yang tetap
mengaktifkan ponsel mengalami
susah tidur. Dalam semalam para
remaja bisa mengirimkan rata-
rata 34 email atau SMS dari
ponselnya, sebagian besar
dilakukan antara 10 menit
hingga beberapa jam setelah
lampu kamar dimatikan.
"Sebagian besar remaja
mengaku tetap menggunakan
ponselnya meski sudah
waktunya tidur. Banyak hal
yang bisa mereka lakukan
termasuk berkirim SMS dan
bermain game," ungkap salah
satu peneliti, dokter Peter Polos
seperti dikutip USA Today,
Selasa (2/11/2010).
Dokter Polos mengatakan dalam
semalam masing-masing remaja
mengirimkan SMS sedikitnya
kepada 4 orang temannya.
Wajar jika remaja tersebut tidak
bisa tidur, sebab ia pasti juga
menerima SMS balasan dan tak
jarang juga menerima telepon
melalui ponselnya.
Pada anak-anak dan remaja usia
sekolah, kebiasaan semacam ini
bisa memicu gangguan
pemusatan perhatian dan
hiperaktivitas (GPPH). Bahkan
bisa lebih buruk dari itu,
misalnya gangguan kegelisahan,
depresi dan gangguan belajar
karena mengantuk saat berada
di dalam kelas.
"Belum terbukti karena ini baru
penelitian awal, tetapi risiko
untuk mengalami GPPH memang
ada. Paling tidak itulah yang
terjadi pada sebagian besar
pasien kami," ungkap dokter
Polos.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar