Kamis, 04 November 2010

PENTINGNYA PENDIDIKAN

Pendidikan adalah yang
utama dan terutama di
dalam kehidupan era masa
sekarang ini. Sejauh kita
memandang maka harus
sejauh itulah kita harus
memperlengkapi diri kita
dengan berbagai
pendidikan. Kita jangan
salah memahami bahwa
pendidikan diperoleh
dengan cara menempuh
jalur formal saja, dengan
cara datang, duduk,
mendengar dan
selanjutnya hingga akan
memperoleh penghargaan
dari test yang sudah
dilewati. Umumnya yang
kerap kita dengar yaitu:
LONG LIFE EDUCATION
Pendidikan dapat
diperoleh dengan berbagai
cara terlebih lagi semakin
mendukungnya
perkembangan alat-alat
elektronika sekarang ini.
Dengan mudah kita
beroleh informasi tentang
perkembangan zaman baik
dari belahan bumi barat
terlebih lagi dari negara
tetangga.
Ilmu pengetahuan,
keterampilan, pendidikan
merupakan unsur dasar
yang menentukan
kecekatan seseorang
berpikir tentang dirinya
dan lingkungannya.
Seseorang yang mampu
mengubah dirinya menjadi
lebih baik diharapkan
mampu mengubah
keluarganya, kelak
mengubah daerahnya dan
kemudian mengubah
negaranya serta
mengubah dunia dimana
dia hidup. Seperti puisi
seorang suster yang
sangat mengharapkan
terciptanya kedamaian di
muka bumi ini. Seseorang
memiliki eksistensi tentang
arti penting dirinya dan
kehidupan yang diberikan
Tuhan bagi dia dan sangat
disayangkan jika itu
berbuah dalam kesiasiaan.
Jika kita melirik sebentar
ke negara-negara di Barat,
mereka memberi perhatian
penting terhadap
perkembangan ilmu
pengetahuan, pendidikan
dan keterampilan sebab
hal itu bagi mereka
merupakan asset, modal
utama untuk boleh andil
bersaing dengan yang lain.
Misalnya saja, negara USA
dengan penemuan-
penemuan baru di bidang
IPTEK, yang dapat
dijadikan sebagai "nilai
jual" ke negara lain tanpa
menghilangkan
keoriginalan penemuan
awal yang mereka lakukan.
Mereka tidak segan-segan
harus mengeluarkan
berjuta dolar untuk
merealisasikan penemuan
mereka.
Kita sebagai warga negara
Indonesia tidak menuntut
seperti itu di negara kita
sebab melihat kondisi
pendidikan masih jauh
perlu pembenahan di
berbagai bidang
pendidikan. Sekalipun
demikian realitanya, bukan
berarti kita hanya
berpangku tangan saja
dan menonton berharap
dari negara lain yang
akhirnya di era free trade
ini kita tidak lagi mampu
maju untuk
memberdayakan diri agar
layak bersaing dan layak
jual. Kita boleh bermimpi
tapi hati-hati jangan
menjadi pemimpi.
Secara ruang lingkup yang
sempit di kawasan Negara
kita sendiri masih ada
yang tertinggal, tidak
mampu baca dan tulis. Hal
ini merupakan suatu
kekhawatiran yang sangat
sulit untuk diberantas jika
kita masih berkutat pada
pemahaman yang primitif
atau sedikit lebih maju
namun sekedar tekhnis
saja.
Memandang keluar dan
melihat keterbukaan dalam
dunia globalisasi,
menjadikan peranan
pendidikan sangat vital
untuk jadi penentu sebab
dunia pendidikan mampu
memotivasi terciptanya
tekhnologi yang bisa
diadaptasi, diimitasi
bahkan disebarkan dengan
cara yang cepat dan
mudah. Yang kemudian hal
tersebut dapat
mendukung laju
perkembangan suatu
Negara.
Saat ini kita ditantang
untuk belajar dan belajar
sebab semakin kita tahu
justru semakin banyak
yang kita tidak tahu.
Perkembangan bukan
hitungan hari tetapi sudah
bertolak ukur dengan
hitungan detik. Dari waktu
detik ke detik berikutnya
sudah menghasilkan
berbagai daya kreasi
penemuan-penemuan di
berbagai bidang.
Mengingat hal itu, maka
mari kita memanfaatkan
kesempatan yang tersedia,
bukan kesempatan yang
memanfaatkan kita. Sebab
saat ini telah dinyatakan
dalam prakteknya bahwa
manusia adalah subyeknya
dan kualitasnya adalah
kunci, bukan soal kuantitas
lagi.
Kata bijak dari seorang
berkebangsaan China yang
menyatakan:
Give a man a fish
And you will feed him for
a meal
But
Teach a man how to fish
And you will feed him for
life
Kata bijak yang sangat
menggugah kita yang
mempunyai arti "berikan
pada seseorang seekor
ikan maka kamu memberi
dia hanya sekali makan
tapi ajarilah seseorang
untuk memancing maka
kamu telah memberi dia
makan seumur hidupnya."
Suatu ungkapan yang
boleh diberi acungan
jempol. Dalam ungkapan
itu tersimpan makna yang
ingin disampaikan adalah
manusiakan manusia agar
ia menjadi manusia,
berdayakan, didik, latih,
beri keterampilan agar
kelak dia yang
memberdayakan dan
bertanggungjawab pada
dirinya, kehidupannya
serta masa depannya.
Kaum muda adalah
pemegang kunci di setiap
daerah, pemuda adalah
penerus bangsa. Adalah
realita yang harus kita akui
bahwa pemuda-pemuda
bangsa kita, sebelum maju
bersaing sudah hampir
kalah bersaing, tetapi tidak
ada kata terlambat,
sekarang juga mari semua
kita perlengkapi anak-
anak, diri kita untuk
menjadi manusia-manusia
kunci sebagai langkah
menuju manusia yang siap
pakai dan mempunyai
daya kreatif tinggi serta
bernilai jual yang layak di
dunia Internasional. Tidak
mudah tapi kita mampu.
Mari kita buktikan kepada
dunia bahwa kita sebagai
anak bangsa sanggup
berkreasi di kancah dunia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kamis, 04 November 2010

PENTINGNYA PENDIDIKAN

Pendidikan adalah yang
utama dan terutama di
dalam kehidupan era masa
sekarang ini. Sejauh kita
memandang maka harus
sejauh itulah kita harus
memperlengkapi diri kita
dengan berbagai
pendidikan. Kita jangan
salah memahami bahwa
pendidikan diperoleh
dengan cara menempuh
jalur formal saja, dengan
cara datang, duduk,
mendengar dan
selanjutnya hingga akan
memperoleh penghargaan
dari test yang sudah
dilewati. Umumnya yang
kerap kita dengar yaitu:
LONG LIFE EDUCATION
Pendidikan dapat
diperoleh dengan berbagai
cara terlebih lagi semakin
mendukungnya
perkembangan alat-alat
elektronika sekarang ini.
Dengan mudah kita
beroleh informasi tentang
perkembangan zaman baik
dari belahan bumi barat
terlebih lagi dari negara
tetangga.
Ilmu pengetahuan,
keterampilan, pendidikan
merupakan unsur dasar
yang menentukan
kecekatan seseorang
berpikir tentang dirinya
dan lingkungannya.
Seseorang yang mampu
mengubah dirinya menjadi
lebih baik diharapkan
mampu mengubah
keluarganya, kelak
mengubah daerahnya dan
kemudian mengubah
negaranya serta
mengubah dunia dimana
dia hidup. Seperti puisi
seorang suster yang
sangat mengharapkan
terciptanya kedamaian di
muka bumi ini. Seseorang
memiliki eksistensi tentang
arti penting dirinya dan
kehidupan yang diberikan
Tuhan bagi dia dan sangat
disayangkan jika itu
berbuah dalam kesiasiaan.
Jika kita melirik sebentar
ke negara-negara di Barat,
mereka memberi perhatian
penting terhadap
perkembangan ilmu
pengetahuan, pendidikan
dan keterampilan sebab
hal itu bagi mereka
merupakan asset, modal
utama untuk boleh andil
bersaing dengan yang lain.
Misalnya saja, negara USA
dengan penemuan-
penemuan baru di bidang
IPTEK, yang dapat
dijadikan sebagai "nilai
jual" ke negara lain tanpa
menghilangkan
keoriginalan penemuan
awal yang mereka lakukan.
Mereka tidak segan-segan
harus mengeluarkan
berjuta dolar untuk
merealisasikan penemuan
mereka.
Kita sebagai warga negara
Indonesia tidak menuntut
seperti itu di negara kita
sebab melihat kondisi
pendidikan masih jauh
perlu pembenahan di
berbagai bidang
pendidikan. Sekalipun
demikian realitanya, bukan
berarti kita hanya
berpangku tangan saja
dan menonton berharap
dari negara lain yang
akhirnya di era free trade
ini kita tidak lagi mampu
maju untuk
memberdayakan diri agar
layak bersaing dan layak
jual. Kita boleh bermimpi
tapi hati-hati jangan
menjadi pemimpi.
Secara ruang lingkup yang
sempit di kawasan Negara
kita sendiri masih ada
yang tertinggal, tidak
mampu baca dan tulis. Hal
ini merupakan suatu
kekhawatiran yang sangat
sulit untuk diberantas jika
kita masih berkutat pada
pemahaman yang primitif
atau sedikit lebih maju
namun sekedar tekhnis
saja.
Memandang keluar dan
melihat keterbukaan dalam
dunia globalisasi,
menjadikan peranan
pendidikan sangat vital
untuk jadi penentu sebab
dunia pendidikan mampu
memotivasi terciptanya
tekhnologi yang bisa
diadaptasi, diimitasi
bahkan disebarkan dengan
cara yang cepat dan
mudah. Yang kemudian hal
tersebut dapat
mendukung laju
perkembangan suatu
Negara.
Saat ini kita ditantang
untuk belajar dan belajar
sebab semakin kita tahu
justru semakin banyak
yang kita tidak tahu.
Perkembangan bukan
hitungan hari tetapi sudah
bertolak ukur dengan
hitungan detik. Dari waktu
detik ke detik berikutnya
sudah menghasilkan
berbagai daya kreasi
penemuan-penemuan di
berbagai bidang.
Mengingat hal itu, maka
mari kita memanfaatkan
kesempatan yang tersedia,
bukan kesempatan yang
memanfaatkan kita. Sebab
saat ini telah dinyatakan
dalam prakteknya bahwa
manusia adalah subyeknya
dan kualitasnya adalah
kunci, bukan soal kuantitas
lagi.
Kata bijak dari seorang
berkebangsaan China yang
menyatakan:
Give a man a fish
And you will feed him for
a meal
But
Teach a man how to fish
And you will feed him for
life
Kata bijak yang sangat
menggugah kita yang
mempunyai arti "berikan
pada seseorang seekor
ikan maka kamu memberi
dia hanya sekali makan
tapi ajarilah seseorang
untuk memancing maka
kamu telah memberi dia
makan seumur hidupnya."
Suatu ungkapan yang
boleh diberi acungan
jempol. Dalam ungkapan
itu tersimpan makna yang
ingin disampaikan adalah
manusiakan manusia agar
ia menjadi manusia,
berdayakan, didik, latih,
beri keterampilan agar
kelak dia yang
memberdayakan dan
bertanggungjawab pada
dirinya, kehidupannya
serta masa depannya.
Kaum muda adalah
pemegang kunci di setiap
daerah, pemuda adalah
penerus bangsa. Adalah
realita yang harus kita akui
bahwa pemuda-pemuda
bangsa kita, sebelum maju
bersaing sudah hampir
kalah bersaing, tetapi tidak
ada kata terlambat,
sekarang juga mari semua
kita perlengkapi anak-
anak, diri kita untuk
menjadi manusia-manusia
kunci sebagai langkah
menuju manusia yang siap
pakai dan mempunyai
daya kreatif tinggi serta
bernilai jual yang layak di
dunia Internasional. Tidak
mudah tapi kita mampu.
Mari kita buktikan kepada
dunia bahwa kita sebagai
anak bangsa sanggup
berkreasi di kancah dunia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar