Jumat, 01 Oktober 2010

Headset dapat merusak pendengaran

Perkembangan Teknologi
Electronik dan Kompresi Audio/
Video dapat ditunjukkan dengan
semakin banyaknya produk
pemutar file digital*portabel,
baik itu file audio maupun file
video. Disamping kualitasnya
yang semakin membaik, ukuran
dan bentuk yang semakin
beragam serta harga yang
semakin terjangkau membuat
penetrasi produk tersebut
semakin luas ke seluruh lapisan
masyarakat, terutama para
remaja. Pada saat era Walkman
atau Discman, ada keterbatasan
ukuran (baik file maupun fisik
pemutar file) yang membuat
“malas” untuk membawa-
bawanya kemanapun kita pergi.
Saat ini, dengan mudah dapat
dijumpai di jalanan ataupun
ditempat-tempat umum lainnya,
anak-anak muda melengkapi diri
dengan pemutar file digital
tersebut, entah itu
menggunakan ear set/head set
berkabel maupun yang nirkabel.
Disamping aspek fun dan
entertaining* perlu kiranya
diperhatikan juga aspek
kesehatan (health). Tahukah
anda bahwa*energi suara yang
dikeluarkan oleh perangkat
pemutar file digital lewat ear/
headset anda itu kebanyakan
berada diatas 90 dB (A). Suara
dengan intensitas energi
sebesar ini kurang lebih sama
dengan yang dimiliki oleh mesin
mobil maupun mesin pemotong
rumput. (note: suara percakapan
manusia sehari-hari berkisar
antar 60 – 65 dB (A) ). Jadi bisa
dibayangkan berapa besar
intensitas energi suara yang
masuk langsung pada telinga
anda saat mendengarkan musik
lewat ear/headset anda….
Berdasarkan standar kesehatan
telinga yang diakui secara
nasional maupun internasional,
seseorang hanya boleh
menerima paparan energi suara
80 dB (A) secara terus menerus
selama maksimum 8 jam. Lebih
dari 8 jam, maka akan
memberikan kecenderungan
gangguan pada pendengaran
(baik sementara maupun
permanen). Jika intensitas energi
suara yang diterimanya menjadi
2 kali lipatnya atau menjadi 83
dB (A), maka maksimum waktu
paparan suaranya menjadi
hanya 4 jam. Bila intensitas
energi suara yang didengarkan
adalah 86 dB (A), maka durasi
maksimumnya menjadi 2 jam
saja. Apabila energi suaranya
lebih dari 90 dB (A), maka
seharusnya*durasi
mendengarkannya tidak boleh
lebih dari 1 jam, supaya telinga
tidak mengalami gangguan
pendengaran, baik itu permanen
maupun sementara. Bagi yang
tertarik lebih detail, salah satu
penelitian berikut mungkin bisa
memberikan informasi yang
lebih lengkap.
So, bagi pengguna portable MP3/
MP4/USB/Handphone*player
atau iPod, berapa jam dalam
sehari anda menggunakan
perangkat anda secara terus
menerus untuk mendengarkan
lagu2 favorit anda? Bila anda
menggunakannya lebih dari 1
jam secara terus menerus*atau
2 jam terus menerus setiap hari,
maka berhati-hatilah, karena
telinga anda rawan terkena
gangguan pendengaran
(Hearing Loss atau Hearing
Impairment).
Ciri yang paling mudah untuk
mendeteksinya adalah ” temen2
anda bilang anda berteriak-
teriak, sedangkan anda sendiri
merasa berbicara dengan wajar
atau teman anda berbicara
dengan volume yang wajar, tapi
anda tidak dapat mendengar
dengan baik”…. Deteksi lebih
detail untuk kondisi telinga anda
tentu saja dapat diperoleh
dengan test audiometri di
dokter THT terdekat….…
Selamat menikmati lagu-lagu
favorit anda lewat perangkat
pemutar portable anda, tetapi
ingat-ingat untuk menjaga
karunia terbesar yang*Allah
berikan kepada anda, yaitu
Telinga anda…. kalo tidak anda
sendiri yang menjaganya, siapa
lagi?…

1 komentar:

  1. thx infonya..
    kebetulan saya penggemar berat headset

    BalasHapus

Jumat, 01 Oktober 2010

Headset dapat merusak pendengaran

Perkembangan Teknologi
Electronik dan Kompresi Audio/
Video dapat ditunjukkan dengan
semakin banyaknya produk
pemutar file digital*portabel,
baik itu file audio maupun file
video. Disamping kualitasnya
yang semakin membaik, ukuran
dan bentuk yang semakin
beragam serta harga yang
semakin terjangkau membuat
penetrasi produk tersebut
semakin luas ke seluruh lapisan
masyarakat, terutama para
remaja. Pada saat era Walkman
atau Discman, ada keterbatasan
ukuran (baik file maupun fisik
pemutar file) yang membuat
“malas” untuk membawa-
bawanya kemanapun kita pergi.
Saat ini, dengan mudah dapat
dijumpai di jalanan ataupun
ditempat-tempat umum lainnya,
anak-anak muda melengkapi diri
dengan pemutar file digital
tersebut, entah itu
menggunakan ear set/head set
berkabel maupun yang nirkabel.
Disamping aspek fun dan
entertaining* perlu kiranya
diperhatikan juga aspek
kesehatan (health). Tahukah
anda bahwa*energi suara yang
dikeluarkan oleh perangkat
pemutar file digital lewat ear/
headset anda itu kebanyakan
berada diatas 90 dB (A). Suara
dengan intensitas energi
sebesar ini kurang lebih sama
dengan yang dimiliki oleh mesin
mobil maupun mesin pemotong
rumput. (note: suara percakapan
manusia sehari-hari berkisar
antar 60 – 65 dB (A) ). Jadi bisa
dibayangkan berapa besar
intensitas energi suara yang
masuk langsung pada telinga
anda saat mendengarkan musik
lewat ear/headset anda….
Berdasarkan standar kesehatan
telinga yang diakui secara
nasional maupun internasional,
seseorang hanya boleh
menerima paparan energi suara
80 dB (A) secara terus menerus
selama maksimum 8 jam. Lebih
dari 8 jam, maka akan
memberikan kecenderungan
gangguan pada pendengaran
(baik sementara maupun
permanen). Jika intensitas energi
suara yang diterimanya menjadi
2 kali lipatnya atau menjadi 83
dB (A), maka maksimum waktu
paparan suaranya menjadi
hanya 4 jam. Bila intensitas
energi suara yang didengarkan
adalah 86 dB (A), maka durasi
maksimumnya menjadi 2 jam
saja. Apabila energi suaranya
lebih dari 90 dB (A), maka
seharusnya*durasi
mendengarkannya tidak boleh
lebih dari 1 jam, supaya telinga
tidak mengalami gangguan
pendengaran, baik itu permanen
maupun sementara. Bagi yang
tertarik lebih detail, salah satu
penelitian berikut mungkin bisa
memberikan informasi yang
lebih lengkap.
So, bagi pengguna portable MP3/
MP4/USB/Handphone*player
atau iPod, berapa jam dalam
sehari anda menggunakan
perangkat anda secara terus
menerus untuk mendengarkan
lagu2 favorit anda? Bila anda
menggunakannya lebih dari 1
jam secara terus menerus*atau
2 jam terus menerus setiap hari,
maka berhati-hatilah, karena
telinga anda rawan terkena
gangguan pendengaran
(Hearing Loss atau Hearing
Impairment).
Ciri yang paling mudah untuk
mendeteksinya adalah ” temen2
anda bilang anda berteriak-
teriak, sedangkan anda sendiri
merasa berbicara dengan wajar
atau teman anda berbicara
dengan volume yang wajar, tapi
anda tidak dapat mendengar
dengan baik”…. Deteksi lebih
detail untuk kondisi telinga anda
tentu saja dapat diperoleh
dengan test audiometri di
dokter THT terdekat….…
Selamat menikmati lagu-lagu
favorit anda lewat perangkat
pemutar portable anda, tetapi
ingat-ingat untuk menjaga
karunia terbesar yang*Allah
berikan kepada anda, yaitu
Telinga anda…. kalo tidak anda
sendiri yang menjaganya, siapa
lagi?…

1 komentar:

  1. thx infonya..
    kebetulan saya penggemar berat headset

    BalasHapus