Rabu, 13 Oktober 2010

Tidur Menyebabkan kanker

Para dokter di National Taiwan
Hospital baru menemukan hasil
yang mengejutkan. Selama ini
mereka sangat memercayai hasil
pemeriksaan fungsi hati (GOT,
GPT). Tetapi ternyata hasil yang
di tunjukkan oleh metode itu
sangat berbeda ketika hasil GOT,
GPT yang bagus pada seorang
pasien yang ternyata menderita
kanker hati. Selama ini hampir
semua orang sangat bergantung
pada hasil indeks pemeriksaan
fungsi hati (Liver Function
Index). Mereka menganggap bila
pemeriksaan menunjukkan hasil
index yang normal berarti
semua OK.
Kesalahpahaman ini ternyata
juga dilakukan banyak dokter
spesialis. Benar-benar
mengejutkan, para dokter yang
seharusnya memberikan
pengetahuan benar bagi
masyarakat umum, ternyata
memiliki kelemahan yang cukup
fatal. Di sisi lain pencegahan
penyakit kanker ini harus
dilakukan secara benar. Hal ini
memerlukan pengetahuan akan
beberapa hal, termasuk
kebiasaan, gaya hidup dan
perilaku. Banyak penelitian telah
membuktikan bahwa penyakit
ini ternyata sangat dipengaruhi
oleh hal-hal tersebut antara lain :
Tidur terlalu malam dan bangun
terlalu siang adalah penyebab
paling utama.
Tidak membuang air di pagi hari.
Pola makan yang berlebihan.
Tidak makan pagi.
Terlalu banyak mengonsumsi
obat-obatan.
Terlalu banyak mengonsumsi
bahan pengawet, zat additive
(tambahan), zat pewarna dan
pemanis buatan.
Minyak goreng yang tidak sehat.
Sedapat mungkin kurangi
penggunaan minyak goreng di
saat menggoreng makanan, hal
ini juga berlaku meski
menggunakan minyak goreng
terbaik sekalipun seperti olive
oil. Jangan mengonsumsi
makanan yang digoreng bila kita
dalam kondisi penat, kecuali
dalam kondisi tubuh yang fit.
Mengonsumsi masakan mentah
atau sangat matang, juga
menambah beban hati. Sayur
mayur atau makanan yang
digoreng harus dimakan habis
saat itu juga, jangan disimpan.
Kita harus melakukan
pencegahan dengan tanpa
mengeluarkan biaya tambahan.
Cukup dengan mengatur gaya
hidup dan pola makan sehari-
hari. Menjaga pola makan dan
kondisi waktu sangat diperlukan
agar tubuh dapat melakukan
penyerapan dan pembuangan
zat-zat tidak berguna sesuai
jadwalnya. Hal ini karena tubuh
memiliki pola fisiologis sebagai
berikut :
Malam hari pukul 9 - 11, adalah
pembuangan zat-zat tidak
berguna / beracun (detoksin).
Ini terjadi di bagian sistem
antibodi (kelenjar getah bening).
Selama proses ini seharusnya
dilalui dengan suasana tenang
atau mendengarkan musik. Bila
saat itu seorang ibu rumah
tangga masih dalam kondisi
yang tidak santai, misalnya
masih mencuci piring atau
mengawasi anak belajar, hal ini
dapat berdampak negatif bagi
kesehatan.
Malam hari pukul 11 - dini hari :
saat proses detoksin di bagian
hati, harus berlangsung dalam
kondisi tidur pulas.
Dini hari pukul 1 - 3 : proses
detoksin di bagian empedu,
sebaikanya juga harus dalam
kondisi tidur.
Dini hari pukul 3 - 5 : detoksin di
bagian paru - paru. Sebab itu
akan terjadi batuk yang hebat
bagi penderita batuk selama
durasi waktu ini. Karena proses
pembersihan telah mencapai
daerah pernafasan, maka tak
perlu minum obat batuk supaya
tidak merintangi proses
pembuangan kotoran.
Pagi pukul 5 - 7 : detoksin di
bagian usus besar, maka harus
buang air di kamar kecil.
Pagi pukul 7 - 9 : adalah waktu
penyerapan gizi makanan bag
usus kecil, jadi harus makan pagi.
Bagi orang yang sakit, sebaiknya
makan lebih pagi yaitu sebelum
jam 6.30. Makan pagi sebelum
pukul 7.30 sangat baik bagi
mereka yang ingin tetap
menjaga kesehatannya. Bagi
mereka yang tidak makan pagi
harap mengubah kebiasaannya
ini, bahkan masih lebih baik
terlambat makan pagi hingga
pukul 9 - 10 dariada tidak makan
sama sekali.
Tidur terlalu malam dan bangun
terlalu siang akan mengacaukan
proses pembuangan zat-zat
tidak berguna. Selain itu, dari
tengah malam hingga pukul 4
dini hari adalah waktu bagi
sumsum tulang belakang untuk
memproduksi darah. Sebab itu,
tidurlah yang cukup di waktu
yang tepat dan jangan terlalu
sering begadang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rabu, 13 Oktober 2010

Tidur Menyebabkan kanker

Para dokter di National Taiwan
Hospital baru menemukan hasil
yang mengejutkan. Selama ini
mereka sangat memercayai hasil
pemeriksaan fungsi hati (GOT,
GPT). Tetapi ternyata hasil yang
di tunjukkan oleh metode itu
sangat berbeda ketika hasil GOT,
GPT yang bagus pada seorang
pasien yang ternyata menderita
kanker hati. Selama ini hampir
semua orang sangat bergantung
pada hasil indeks pemeriksaan
fungsi hati (Liver Function
Index). Mereka menganggap bila
pemeriksaan menunjukkan hasil
index yang normal berarti
semua OK.
Kesalahpahaman ini ternyata
juga dilakukan banyak dokter
spesialis. Benar-benar
mengejutkan, para dokter yang
seharusnya memberikan
pengetahuan benar bagi
masyarakat umum, ternyata
memiliki kelemahan yang cukup
fatal. Di sisi lain pencegahan
penyakit kanker ini harus
dilakukan secara benar. Hal ini
memerlukan pengetahuan akan
beberapa hal, termasuk
kebiasaan, gaya hidup dan
perilaku. Banyak penelitian telah
membuktikan bahwa penyakit
ini ternyata sangat dipengaruhi
oleh hal-hal tersebut antara lain :
Tidur terlalu malam dan bangun
terlalu siang adalah penyebab
paling utama.
Tidak membuang air di pagi hari.
Pola makan yang berlebihan.
Tidak makan pagi.
Terlalu banyak mengonsumsi
obat-obatan.
Terlalu banyak mengonsumsi
bahan pengawet, zat additive
(tambahan), zat pewarna dan
pemanis buatan.
Minyak goreng yang tidak sehat.
Sedapat mungkin kurangi
penggunaan minyak goreng di
saat menggoreng makanan, hal
ini juga berlaku meski
menggunakan minyak goreng
terbaik sekalipun seperti olive
oil. Jangan mengonsumsi
makanan yang digoreng bila kita
dalam kondisi penat, kecuali
dalam kondisi tubuh yang fit.
Mengonsumsi masakan mentah
atau sangat matang, juga
menambah beban hati. Sayur
mayur atau makanan yang
digoreng harus dimakan habis
saat itu juga, jangan disimpan.
Kita harus melakukan
pencegahan dengan tanpa
mengeluarkan biaya tambahan.
Cukup dengan mengatur gaya
hidup dan pola makan sehari-
hari. Menjaga pola makan dan
kondisi waktu sangat diperlukan
agar tubuh dapat melakukan
penyerapan dan pembuangan
zat-zat tidak berguna sesuai
jadwalnya. Hal ini karena tubuh
memiliki pola fisiologis sebagai
berikut :
Malam hari pukul 9 - 11, adalah
pembuangan zat-zat tidak
berguna / beracun (detoksin).
Ini terjadi di bagian sistem
antibodi (kelenjar getah bening).
Selama proses ini seharusnya
dilalui dengan suasana tenang
atau mendengarkan musik. Bila
saat itu seorang ibu rumah
tangga masih dalam kondisi
yang tidak santai, misalnya
masih mencuci piring atau
mengawasi anak belajar, hal ini
dapat berdampak negatif bagi
kesehatan.
Malam hari pukul 11 - dini hari :
saat proses detoksin di bagian
hati, harus berlangsung dalam
kondisi tidur pulas.
Dini hari pukul 1 - 3 : proses
detoksin di bagian empedu,
sebaikanya juga harus dalam
kondisi tidur.
Dini hari pukul 3 - 5 : detoksin di
bagian paru - paru. Sebab itu
akan terjadi batuk yang hebat
bagi penderita batuk selama
durasi waktu ini. Karena proses
pembersihan telah mencapai
daerah pernafasan, maka tak
perlu minum obat batuk supaya
tidak merintangi proses
pembuangan kotoran.
Pagi pukul 5 - 7 : detoksin di
bagian usus besar, maka harus
buang air di kamar kecil.
Pagi pukul 7 - 9 : adalah waktu
penyerapan gizi makanan bag
usus kecil, jadi harus makan pagi.
Bagi orang yang sakit, sebaiknya
makan lebih pagi yaitu sebelum
jam 6.30. Makan pagi sebelum
pukul 7.30 sangat baik bagi
mereka yang ingin tetap
menjaga kesehatannya. Bagi
mereka yang tidak makan pagi
harap mengubah kebiasaannya
ini, bahkan masih lebih baik
terlambat makan pagi hingga
pukul 9 - 10 dariada tidak makan
sama sekali.
Tidur terlalu malam dan bangun
terlalu siang akan mengacaukan
proses pembuangan zat-zat
tidak berguna. Selain itu, dari
tengah malam hingga pukul 4
dini hari adalah waktu bagi
sumsum tulang belakang untuk
memproduksi darah. Sebab itu,
tidurlah yang cukup di waktu
yang tepat dan jangan terlalu
sering begadang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar