Selasa, 26 Oktober 2010

Pestisida alami

Pestisida alami merupakan
pemecahan jangka pendek
untuk mengatasi masalah hama
dengan cepat. Pestisida alami
harus menjadi bagian dari
sistem pengendalian hama, dan
hanya digunakan bila diperlukan.
Jangan menggunakan pestisida
alami bila tidak terdapat hama
atau tidak ada tanaman yang
rusak.
Bahkan, sebaiknya masih belum
digunakan bila hanya terdapat
sedikit kerusakan tanaman.
Luangkan waktu untuk
mengamati apakah predator
hama memakan hama-hama dan
apakah hama-hama tersebut
menyebar dengan cepat atau
lambat, bila masih ada predator
hama, sebaiknya biarkan mereka
yang bekerja.
Beberapa insektisida alami
sangat kuat dan akan
membunuh segala serangga,
yang merugikan dan yang
bermanfaat. Hati-hatilah karena
sebagian besar serangga
sebenarnya tidak
membahayakan tanaman Anda
dan membunuh mereka justru
bisa menciptakan masalah di
kemudian hari.
SEMPROTAN SERANGGA
(Semprotan Biologis)
Ambillah segenggam hama
serangga yang makan tanaman
Anda, tumbuk dan aduk dalam
seember kecil air. Biarkan selama
2 hari. Saring cairan tersebut
dan semprotkan ke tanaman
yang rusak. Hama yang sama
seperti hama dalam semprotan
itu akan menghindari cairan
tersebut. Bekas-bekas tubuh
serangga dapat dimasukkan di
wadah dan diletakkan mengitari
tanamantanaman. Aroma
tersebut akan terus menolak
hama. Semprotan tersebut
efektif untuk cacing, ulat bulu,
keong, siput dan berbagai hama
kecil, namun kurang efektif
untuk belalang.
SEMPROTAN NIMBA
Tanaman ini dapat dipakai untuk
semprotan insektisida alami
yang aman dan efektif. Nimba
dapat dipakai pada hampir
semua serangga, termasuk
nyamuk. Terkadang memerlukan
waktu beberapa minggu untuk
menunggu efeknya karena
untuk beberapa jenis serangga,
nimba bekerja dengan memutus
daur perkembangbiakan
serangga tersebut. Nimba
merupakan salah satu tanaman
terbaik untuk digunakan karena
aman bagi manusia dan tidak
menimbulkan banyak masalah
bagi serangga yang
menguntungkan, khususnya
predator hama. Dalam kondisi
tertentu bahkan bisa
meningkatkan produksi ulat
yang berguna! Keong/siput,
nematode, lebah penyengat,
ulat, ngengat, penggerek daun,
lalat, nyamuk, dan belalang
adalah beberapa jenis serangga
yang dapat dikendalikan dengan
nimba.
Cara menggunakan nimba:
1. Tumbuklah biji nimba dan
masukkan ke dalam kantong
kain. Masukkan kantong kain ini
dalam ember atau drum berisi
air selama semalam. Gunakan
500 gr biji nimba untuk tiap 10
liter air. Gunakan sebagai
semprotan pada serangga hama
dan tanaman yang terserang.
Biji nimba ini lebih efektif
daripada daunnya.
2. Ambillah segenggam besar
daun nimba segar, lumatkan, dan
masukkan ke dalam seember air.
Biarkan selama 2 hari, kemudian
buanglah daunnya dan gunakan
sebagai semprotan.
3. Keringkan segenggam penuh
daun nimba, tumbuk, dan
masukkan ke dalam air. Biarkan
selama 2 hari, saring dan
gunakan sebagai semprotan.
4. Semprotan nimba ini juga
dapat dibuat dengan merendam
biji nimba yang telah
dihancurkan dalam alkohol, atau
membuat minyak dari biji nimba
dengan menggunakan suatu alat
pengepres minyak. Metode ini
lebih mahal namun dapat
menghasilkan produk yang lebih
kuat.
SEMPROTAN BAWANG PUTIH DAN
LOMBOK
Campur 3 biji bawang putih
yang sudah dikupas dengan
segenggam lombok dan rebuslah
dalam sepanci air. Tambahkan ¼
balok sabun, aduk rata kemudian
biarkan selama sehari. Saring
cairan tersebut dan gunakan 2
cangkir larutan tersebut untuk
satu kali penyemprotan. Bawang
putih merupakan sebuah
insektisida, fungisida dan
penolak hama. Lombok juga
merupakan sebuah insektisida
dan penolak hama. Sabun akan
membantu semprotan untuk
melekat pada tanaman dan
serangga. Gunakan larutan ini
untuk aphid, cacing, ulat bulu,
dan ngengat.
SEMPROTAN PEPAYA
Kumpulkan 1 kg daun pepaya
(sekitar 1 tas plastik besar),
lumatkan, dan campurkan ke
dalam 1 liter air, lalu biarkan
selama 1 jam. Saring dan
tambahkan 4 liter air lagi dan 1
sendok besar sabun. Semprotkan
pada hama serangga. Semprotan
pepaya ini dapat digunakan
untuk aphid, rayap, hama kecil,
dan ulat bulu. Untuk rayap,
tumbuk buah papaya muda dan
kumpulkan jus/ sarinya.
Semprotkan langsung ke rayap-
rayap dan kayu-kayu yang
rusak.
SEMPROTAN SARI/JUS JAHE
Parut segenggam penuh jahe
dan masukkan ke dalam seember
air. Biarkan selama sehari, lalu
semprotkan ke tanaman yang
rusak untuk mengontrol larva
ulat dan ulat bulu.
SEMPROTAN DAUN TALAS
Daun-daun talas mengandung
asam lisollic. Bila serangga
memakannya, ibarat manusia
merasa makan pecahan gelas!
Cara meraciknya, tumbuk 10
lembar daun talas dan masukan
dalam 3 liter air (½ ember), aduk
dengan baik. Percikkan ke
tanaman dengan menggunakan
sapu lidi. Pastikan masing-
masing tanaman terciprat
larutan ini untuk perlindungan
yang baik terhadap serangga.
SEMPROTAN DAUN TOMAT
Daun tomat merupakan
insektisida alami dan fungisida
ringan, dapat digunakan untuk
aphid, semut, cacing, ulat bulu,
telur serangga, belalang,
ngengat, nematoda, lalat putih,
jamur dan bakteri pembusuk.
Cara membuatnya, masaklah 1
kg daun tomat dalam 2 liter air
selama 30 menit, tambahkan lagi
potongan 2 genggam daun,
batang dan buahnya, dan 2 liter
air. Aduk bahan-bahan tersebut,
lalu biarkan selama
6 jam (½ hari). Saring dan
tambahkan ¼ batang sabun.
Semprotkan larutan ini setiap 2
hari bila jumlah serangga,
khususnya ngengat, cukup
banyak.
WASPADALAH!
Daun tomat ketika dipakai
sebagai insektisida bersifat
racun bagi manusia. Ini
disebabkan karena unsur kimia
yang ada dalam daun tomat
menjadi jauh lebih pekat
konsentrasinya. Gunakan sarung
tangan dan penutup hidung
serta mulut sekaligus saat
menyemprotkannya.
SEMPROTAN LEM
Semprotan lem bisa dibuat dari
sisa air rebusan singkong, talas,
atau kentang. Serangga kecil
akan menempel pada lem ini dan
akhirnya menyebabkan
serangga tersebut mati lemas.
Semprotan ini berguna untuk
aphid, ulat bulu dan lalat putih,
namun cobalah juga pada
serangga kecil lainnya. Caranya,
campurkan air sisa memasak
singkong, talas, atau kentang
dengan air tambahan untuk
membuat larutan. Kekuatannya
bervariasi tergantung jenis
tanaman yang digunakan, kira-
kira saja. Semprotkan pada
tanaman. Larutan yang baik
akan menyisakan lapisan tipis
pada tanaman ketika larutan
kering.
SEMPROTAN SABUN
Semprotan ini efektif untuk
siput, keong, aphid, ulat bulu,
kumbang kecil, dan serangga-
serangga pemakan daun lainnya.
Caranya, gunakan 1 sendok
besar sabun bubuk atau cair per
liter air. Semprotkan hanya pada
hama atau tanaman yang rusak.
Anda juga dapat menggunakan
bekas air cucian piring atau
pakaian kotor untuk membuat
pestisida ini.
SEMPROTAN SARI/JUS BUAH
PINANG
Getah buah pinang dikenal
sebagai racun yang efektif
untuk bekicot dan jenis siput
lainnya! Kumpulkan getah buah
pinang dalam sebuah ember,
campur dengan air dan semprot
langsung pada siput. Bahan
semprotan ini bisa dari buah
pinang atau kapur sirih, atau
kombinasi keduanya.
Semprotkan di bagian luar
bedeng sayuran Anda untuk
menghalangi siput masuk.
Namun, semprotan ini tidak
disarankan untuk disemprot
langsung ke tanaman. Lakukan
secara teratur.
SEMPROTAN DAUN TEMBAKAU
Semprotan tembakau sebaiknya
digunakan sebagai alternatif
terakhir. Gunakan pelindung
yang baik dan lindungi tangan
dan wajah Anda ketika
membuat dan menggunakan
semprotan tembakau. Daun
tersebut sangat beracun dan
dapat membunuh serangga
yang berguna juga. Semprotan
daun tembakau dapat
digunakan untuk sebagian besar
hama serangga. Caranya, rendam
1 kg (1 tas plastik) tumbukan
daun tembakau dalam 15 liter air
selama 1 hari 1 malam.
Tambahkan 2 sendok besar
cairan sabun atau sabun
batangan dan aduklah dengan
baik. Saringlah dan gunakan
sebagai semprotan. Bisa juga
dengan mengeringkan daun dan
menumbuknya hingga menjadi
bubuk. Bubuk ini bisa digunakan
untuk aphid, keong, siput, ulat
bulu, dan virus daun keriting.
Jangan gunakan bahan ini pada
tanaman tomat, kentang, terong,
lombok, atau bunga mawar.
Semut menyebabkan masalah
melalui penggalian mereka dan
pemindahan benih-benih.
Mereka sama sekali tidak pernah
bisa dihilangkan, tapi efek-efek
mereka dapat dikurangi. Untuk
kerusakan akar, coba gunakan
penyemprotan biologis, cabe,
bawang putih, tomat, atau
tembakau.
semoga bermanfaat!
dan jangan lupa thanks atau
cendol ijo-nya (GRP)!
lain-lain:
Tips Fungisida Alami: http://
www.kaskus.us/
showthread.php?t=931038

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Selasa, 26 Oktober 2010

Pestisida alami

Pestisida alami merupakan
pemecahan jangka pendek
untuk mengatasi masalah hama
dengan cepat. Pestisida alami
harus menjadi bagian dari
sistem pengendalian hama, dan
hanya digunakan bila diperlukan.
Jangan menggunakan pestisida
alami bila tidak terdapat hama
atau tidak ada tanaman yang
rusak.
Bahkan, sebaiknya masih belum
digunakan bila hanya terdapat
sedikit kerusakan tanaman.
Luangkan waktu untuk
mengamati apakah predator
hama memakan hama-hama dan
apakah hama-hama tersebut
menyebar dengan cepat atau
lambat, bila masih ada predator
hama, sebaiknya biarkan mereka
yang bekerja.
Beberapa insektisida alami
sangat kuat dan akan
membunuh segala serangga,
yang merugikan dan yang
bermanfaat. Hati-hatilah karena
sebagian besar serangga
sebenarnya tidak
membahayakan tanaman Anda
dan membunuh mereka justru
bisa menciptakan masalah di
kemudian hari.
SEMPROTAN SERANGGA
(Semprotan Biologis)
Ambillah segenggam hama
serangga yang makan tanaman
Anda, tumbuk dan aduk dalam
seember kecil air. Biarkan selama
2 hari. Saring cairan tersebut
dan semprotkan ke tanaman
yang rusak. Hama yang sama
seperti hama dalam semprotan
itu akan menghindari cairan
tersebut. Bekas-bekas tubuh
serangga dapat dimasukkan di
wadah dan diletakkan mengitari
tanamantanaman. Aroma
tersebut akan terus menolak
hama. Semprotan tersebut
efektif untuk cacing, ulat bulu,
keong, siput dan berbagai hama
kecil, namun kurang efektif
untuk belalang.
SEMPROTAN NIMBA
Tanaman ini dapat dipakai untuk
semprotan insektisida alami
yang aman dan efektif. Nimba
dapat dipakai pada hampir
semua serangga, termasuk
nyamuk. Terkadang memerlukan
waktu beberapa minggu untuk
menunggu efeknya karena
untuk beberapa jenis serangga,
nimba bekerja dengan memutus
daur perkembangbiakan
serangga tersebut. Nimba
merupakan salah satu tanaman
terbaik untuk digunakan karena
aman bagi manusia dan tidak
menimbulkan banyak masalah
bagi serangga yang
menguntungkan, khususnya
predator hama. Dalam kondisi
tertentu bahkan bisa
meningkatkan produksi ulat
yang berguna! Keong/siput,
nematode, lebah penyengat,
ulat, ngengat, penggerek daun,
lalat, nyamuk, dan belalang
adalah beberapa jenis serangga
yang dapat dikendalikan dengan
nimba.
Cara menggunakan nimba:
1. Tumbuklah biji nimba dan
masukkan ke dalam kantong
kain. Masukkan kantong kain ini
dalam ember atau drum berisi
air selama semalam. Gunakan
500 gr biji nimba untuk tiap 10
liter air. Gunakan sebagai
semprotan pada serangga hama
dan tanaman yang terserang.
Biji nimba ini lebih efektif
daripada daunnya.
2. Ambillah segenggam besar
daun nimba segar, lumatkan, dan
masukkan ke dalam seember air.
Biarkan selama 2 hari, kemudian
buanglah daunnya dan gunakan
sebagai semprotan.
3. Keringkan segenggam penuh
daun nimba, tumbuk, dan
masukkan ke dalam air. Biarkan
selama 2 hari, saring dan
gunakan sebagai semprotan.
4. Semprotan nimba ini juga
dapat dibuat dengan merendam
biji nimba yang telah
dihancurkan dalam alkohol, atau
membuat minyak dari biji nimba
dengan menggunakan suatu alat
pengepres minyak. Metode ini
lebih mahal namun dapat
menghasilkan produk yang lebih
kuat.
SEMPROTAN BAWANG PUTIH DAN
LOMBOK
Campur 3 biji bawang putih
yang sudah dikupas dengan
segenggam lombok dan rebuslah
dalam sepanci air. Tambahkan ¼
balok sabun, aduk rata kemudian
biarkan selama sehari. Saring
cairan tersebut dan gunakan 2
cangkir larutan tersebut untuk
satu kali penyemprotan. Bawang
putih merupakan sebuah
insektisida, fungisida dan
penolak hama. Lombok juga
merupakan sebuah insektisida
dan penolak hama. Sabun akan
membantu semprotan untuk
melekat pada tanaman dan
serangga. Gunakan larutan ini
untuk aphid, cacing, ulat bulu,
dan ngengat.
SEMPROTAN PEPAYA
Kumpulkan 1 kg daun pepaya
(sekitar 1 tas plastik besar),
lumatkan, dan campurkan ke
dalam 1 liter air, lalu biarkan
selama 1 jam. Saring dan
tambahkan 4 liter air lagi dan 1
sendok besar sabun. Semprotkan
pada hama serangga. Semprotan
pepaya ini dapat digunakan
untuk aphid, rayap, hama kecil,
dan ulat bulu. Untuk rayap,
tumbuk buah papaya muda dan
kumpulkan jus/ sarinya.
Semprotkan langsung ke rayap-
rayap dan kayu-kayu yang
rusak.
SEMPROTAN SARI/JUS JAHE
Parut segenggam penuh jahe
dan masukkan ke dalam seember
air. Biarkan selama sehari, lalu
semprotkan ke tanaman yang
rusak untuk mengontrol larva
ulat dan ulat bulu.
SEMPROTAN DAUN TALAS
Daun-daun talas mengandung
asam lisollic. Bila serangga
memakannya, ibarat manusia
merasa makan pecahan gelas!
Cara meraciknya, tumbuk 10
lembar daun talas dan masukan
dalam 3 liter air (½ ember), aduk
dengan baik. Percikkan ke
tanaman dengan menggunakan
sapu lidi. Pastikan masing-
masing tanaman terciprat
larutan ini untuk perlindungan
yang baik terhadap serangga.
SEMPROTAN DAUN TOMAT
Daun tomat merupakan
insektisida alami dan fungisida
ringan, dapat digunakan untuk
aphid, semut, cacing, ulat bulu,
telur serangga, belalang,
ngengat, nematoda, lalat putih,
jamur dan bakteri pembusuk.
Cara membuatnya, masaklah 1
kg daun tomat dalam 2 liter air
selama 30 menit, tambahkan lagi
potongan 2 genggam daun,
batang dan buahnya, dan 2 liter
air. Aduk bahan-bahan tersebut,
lalu biarkan selama
6 jam (½ hari). Saring dan
tambahkan ¼ batang sabun.
Semprotkan larutan ini setiap 2
hari bila jumlah serangga,
khususnya ngengat, cukup
banyak.
WASPADALAH!
Daun tomat ketika dipakai
sebagai insektisida bersifat
racun bagi manusia. Ini
disebabkan karena unsur kimia
yang ada dalam daun tomat
menjadi jauh lebih pekat
konsentrasinya. Gunakan sarung
tangan dan penutup hidung
serta mulut sekaligus saat
menyemprotkannya.
SEMPROTAN LEM
Semprotan lem bisa dibuat dari
sisa air rebusan singkong, talas,
atau kentang. Serangga kecil
akan menempel pada lem ini dan
akhirnya menyebabkan
serangga tersebut mati lemas.
Semprotan ini berguna untuk
aphid, ulat bulu dan lalat putih,
namun cobalah juga pada
serangga kecil lainnya. Caranya,
campurkan air sisa memasak
singkong, talas, atau kentang
dengan air tambahan untuk
membuat larutan. Kekuatannya
bervariasi tergantung jenis
tanaman yang digunakan, kira-
kira saja. Semprotkan pada
tanaman. Larutan yang baik
akan menyisakan lapisan tipis
pada tanaman ketika larutan
kering.
SEMPROTAN SABUN
Semprotan ini efektif untuk
siput, keong, aphid, ulat bulu,
kumbang kecil, dan serangga-
serangga pemakan daun lainnya.
Caranya, gunakan 1 sendok
besar sabun bubuk atau cair per
liter air. Semprotkan hanya pada
hama atau tanaman yang rusak.
Anda juga dapat menggunakan
bekas air cucian piring atau
pakaian kotor untuk membuat
pestisida ini.
SEMPROTAN SARI/JUS BUAH
PINANG
Getah buah pinang dikenal
sebagai racun yang efektif
untuk bekicot dan jenis siput
lainnya! Kumpulkan getah buah
pinang dalam sebuah ember,
campur dengan air dan semprot
langsung pada siput. Bahan
semprotan ini bisa dari buah
pinang atau kapur sirih, atau
kombinasi keduanya.
Semprotkan di bagian luar
bedeng sayuran Anda untuk
menghalangi siput masuk.
Namun, semprotan ini tidak
disarankan untuk disemprot
langsung ke tanaman. Lakukan
secara teratur.
SEMPROTAN DAUN TEMBAKAU
Semprotan tembakau sebaiknya
digunakan sebagai alternatif
terakhir. Gunakan pelindung
yang baik dan lindungi tangan
dan wajah Anda ketika
membuat dan menggunakan
semprotan tembakau. Daun
tersebut sangat beracun dan
dapat membunuh serangga
yang berguna juga. Semprotan
daun tembakau dapat
digunakan untuk sebagian besar
hama serangga. Caranya, rendam
1 kg (1 tas plastik) tumbukan
daun tembakau dalam 15 liter air
selama 1 hari 1 malam.
Tambahkan 2 sendok besar
cairan sabun atau sabun
batangan dan aduklah dengan
baik. Saringlah dan gunakan
sebagai semprotan. Bisa juga
dengan mengeringkan daun dan
menumbuknya hingga menjadi
bubuk. Bubuk ini bisa digunakan
untuk aphid, keong, siput, ulat
bulu, dan virus daun keriting.
Jangan gunakan bahan ini pada
tanaman tomat, kentang, terong,
lombok, atau bunga mawar.
Semut menyebabkan masalah
melalui penggalian mereka dan
pemindahan benih-benih.
Mereka sama sekali tidak pernah
bisa dihilangkan, tapi efek-efek
mereka dapat dikurangi. Untuk
kerusakan akar, coba gunakan
penyemprotan biologis, cabe,
bawang putih, tomat, atau
tembakau.
semoga bermanfaat!
dan jangan lupa thanks atau
cendol ijo-nya (GRP)!
lain-lain:
Tips Fungisida Alami: http://
www.kaskus.us/
showthread.php?t=931038

Tidak ada komentar:

Posting Komentar