Rabu, 22 September 2010

Bahayanya pengunaan insektisida

Penggunaan bahan kimia untuk
mengendalikan hama dan
penyakit dalam beberapa hal
menguntungkan petani. Pada
musim penghujan alang alang
tumbuh begitu subur sehingga
menyulitkan petani untuk
melakukan pemeliharaan
tanaman pokok. Penebasan
dengan cara manual tidak
menampakkkan hasil optimal.
Penggunaan herbisida adalah
pilihan yang terbaik.
Pembakaran tumbuhan
pengganggu termasuk
pekerjaan yang paling mudah
dan murah. Tapi bagaimana
nasib tanaman pokok?
Pembakaran biasa dilakukan
petani menjelang hanya pada
musim tanam.
Setiap tahun XIP berusaha
menekan pemakaian pestisida,
hal ini berkaitan untuk
meningkatkan kesehatan dan
keselamatan bagi karyawan dan
petani. Di samping XIP tidak
memakai pestisida berbahaya,
berdasarkan Surat No.01/XIP-
STFK/I/2008, di lokasi
persemaian XIP memutuskan
tidak menggunakan pestisida
pembasmi alang-alang.
Pembasmian wajib dilakukan
secara manual.
Diketahui bahwa pemakaian
pestisida memberikan dampak
negatif yang luas bagi
kesehatan manusia, juga bagi
keseimbangan ekosistem
karena satu atau beberapa
rantai makanan teracuni dan
bahkan sampai terputus.
XIP mengenalkan dan
mengingatkan kepada
karyawan, petani mitra serta
beberapa pihak yang terkait
mengenai 74 buah jenis
Pestisida Berbahaya, terlampir
pada dokumen FSC GUI 30 001
EN FSC Pesticides Policy
Guidance 2006. Di dalam
dokumen tersebut dijelaskan
dasar alasan mengapa masing-
masing jenis pestisida tersebut
berbahaya.
Berdasarkan pengamatan di
Kota Lubuklinggau dan Kab.
Musi Rawas telah ditemukan:
26 buah pestisida
berbahaya
(10 jenis bahan aktif, 4
jenis pestisida)
masih dijual secara
bebas
Hal ini wajib diperhatikan secara
serius, khususnya bagi
karyawan, petani mitra dan
pihak yang terkait dan kepada
seluruh masyarakat pada
umumnya demi terjaganya
kesehatan kita dan keselamatan
lingkungan.
Pengamatan ke-1 :
JENIS Bahan Aktif Jumlah
Insektisida Permetrin 20
g/l 1 botol
RodentisidaBrodifokum
0,005 % 1
bungkus
Insektisida Cypermethrin
50 g/l1 botol
Insektisida Diazinon 600
g/l 3 botol
Herbisida Parakuat
diklorida 276
g/l 3 botol
Fungisida Mankozeb 80
% 1
bungkus
Fungisida Endosulfan
350 g/l 1 botol
Hasil pengamatan ke-2:
JENIS BAHAN
AKTIF JUMLAH
Insektisida Endosulfan
20 % 2 bks
Imsektisida Cypermethrin
50 g/l1 btl
Insektisida Cypermethrin
113 g/l1 btl
RodentisidaBrodifakum
0,005% 1 bks
Fungisida Mankozeb 80
% 2 bks
Insektisida Carbaril 85% 4 bks
Insektisida Alfa
sipermetrin
50 g/l 1 btl
Insektisida Endosulfan
33 % 1 btl
Insektisida Diazinon 60
g/l 1 btl
Herbisida 2,4-D dimetil
amina 865 g/
l 1 btl
Oleh karena itu saat pembelian
pestisida perhatikanlah bahan
aktif yang tertera pada label.
Daftar Pestisida Berbahayaa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rabu, 22 September 2010

Bahayanya pengunaan insektisida

Penggunaan bahan kimia untuk
mengendalikan hama dan
penyakit dalam beberapa hal
menguntungkan petani. Pada
musim penghujan alang alang
tumbuh begitu subur sehingga
menyulitkan petani untuk
melakukan pemeliharaan
tanaman pokok. Penebasan
dengan cara manual tidak
menampakkkan hasil optimal.
Penggunaan herbisida adalah
pilihan yang terbaik.
Pembakaran tumbuhan
pengganggu termasuk
pekerjaan yang paling mudah
dan murah. Tapi bagaimana
nasib tanaman pokok?
Pembakaran biasa dilakukan
petani menjelang hanya pada
musim tanam.
Setiap tahun XIP berusaha
menekan pemakaian pestisida,
hal ini berkaitan untuk
meningkatkan kesehatan dan
keselamatan bagi karyawan dan
petani. Di samping XIP tidak
memakai pestisida berbahaya,
berdasarkan Surat No.01/XIP-
STFK/I/2008, di lokasi
persemaian XIP memutuskan
tidak menggunakan pestisida
pembasmi alang-alang.
Pembasmian wajib dilakukan
secara manual.
Diketahui bahwa pemakaian
pestisida memberikan dampak
negatif yang luas bagi
kesehatan manusia, juga bagi
keseimbangan ekosistem
karena satu atau beberapa
rantai makanan teracuni dan
bahkan sampai terputus.
XIP mengenalkan dan
mengingatkan kepada
karyawan, petani mitra serta
beberapa pihak yang terkait
mengenai 74 buah jenis
Pestisida Berbahaya, terlampir
pada dokumen FSC GUI 30 001
EN FSC Pesticides Policy
Guidance 2006. Di dalam
dokumen tersebut dijelaskan
dasar alasan mengapa masing-
masing jenis pestisida tersebut
berbahaya.
Berdasarkan pengamatan di
Kota Lubuklinggau dan Kab.
Musi Rawas telah ditemukan:
26 buah pestisida
berbahaya
(10 jenis bahan aktif, 4
jenis pestisida)
masih dijual secara
bebas
Hal ini wajib diperhatikan secara
serius, khususnya bagi
karyawan, petani mitra dan
pihak yang terkait dan kepada
seluruh masyarakat pada
umumnya demi terjaganya
kesehatan kita dan keselamatan
lingkungan.
Pengamatan ke-1 :
JENIS Bahan Aktif Jumlah
Insektisida Permetrin 20
g/l 1 botol
RodentisidaBrodifokum
0,005 % 1
bungkus
Insektisida Cypermethrin
50 g/l1 botol
Insektisida Diazinon 600
g/l 3 botol
Herbisida Parakuat
diklorida 276
g/l 3 botol
Fungisida Mankozeb 80
% 1
bungkus
Fungisida Endosulfan
350 g/l 1 botol
Hasil pengamatan ke-2:
JENIS BAHAN
AKTIF JUMLAH
Insektisida Endosulfan
20 % 2 bks
Imsektisida Cypermethrin
50 g/l1 btl
Insektisida Cypermethrin
113 g/l1 btl
RodentisidaBrodifakum
0,005% 1 bks
Fungisida Mankozeb 80
% 2 bks
Insektisida Carbaril 85% 4 bks
Insektisida Alfa
sipermetrin
50 g/l 1 btl
Insektisida Endosulfan
33 % 1 btl
Insektisida Diazinon 60
g/l 1 btl
Herbisida 2,4-D dimetil
amina 865 g/
l 1 btl
Oleh karena itu saat pembelian
pestisida perhatikanlah bahan
aktif yang tertera pada label.
Daftar Pestisida Berbahayaa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar