Kamis, 23 September 2010

Budidaya kangKung darat Organik

Nama umum
Indonesia: Kangkung darat, kangkung
Inggris: garden morning glory
Melayu: kangkong kampong
Thailand: Phak boong ban
Pilipina: Kangkong
Kangkung Darat
Ipomoea reptana Poir.
Klasifikasi
Kingdom: Plantae
(Tumbuhan)
Subkingdom:
Tracheobionta
(Tumbuhan
berpembuluh)
Super Divisi:
Spermatophyta
(Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta
(Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida
(berkeping dua /
dikotil)
Sub Kelas: Asteridae
Ordo: Solanales
Famili: Convolvulaceae
(suku kangkung-
kangkungan)
Genus: Ipomoea
Spesies: Ipomoea
reptana Poir.
Kerabat Dekat
Kangkung Air, Ubi
Jalar, Sri Pagi, Widosari,
Kangkung Hutan,
Tapak Kuda, Rincik
Bumi, Tatarompetan,
Akar Hitang, Kangkung
Bulu, Tatampayan
Besar, Ipomoea
horsfalliae
=========================
Kangkung (Ipomoea
sp.) dapat ditanam di
dataran rendah dan
dataran
tinggi.. Kangkung
merupakan jenis
tanaman sayuran
daun, termasuk
kedalam famili
Convolvulaceae. Daun
kangkung panjang,
berwarna hijau
keputih-putihan
merupakan sumber
vitamin pro vitamin
A. Berdasarkan tempat
tumbuh, kangkung
dibedakan menjadi
dua macam yaitu: 1)
Kangkung darat, hidup
di tempat yang kering
atau tegalan, dan 2)
Kangkung air, hidup
ditempat yang berair
dan basah.
Petanian Organik
adalah sebuah bentuk
solusi baru guna
menghadapi
kebuntuan yang
dihadapi petani
sehubungan dengan
maraknya intervensi
barang-barang sintetis
atas dunia pertanian
sekarang ini. Dapat
dilihat, mulai dari
pupuk, insektisida,
perangsang tumbuh,
semuanya telah dibuat
dari bahan-bahan
yang disintesis dari
senyawa-senyawa
murni (biasanya un
organik) di
laboratorium.
Pertanian organik
dapat memberi
perlindungan terhadap
lingkungan dan
konservasi sumber
daya yang tidak dapat
diperbaharui,
memperbaiki kualitas
hasil pertanian,
menjaga pasokan
produk pertanian
sehingga harganya
relatif stabil, serta
memiliki orientasi dan
memenuhi kebutuhan
hidup ke arah
permintaan pasar.
Teknologi Budidaya
1. Benih
Kangkung darat dapat
diperbanyak dengan
biji. Untuk luasan satu
hektar diperlukan
benih sekitar 10 kg.
Varietas yang
dianjurkan adalah
varietas Sutra atau
varietas lokal yang
telah beradaptasi.
2. Persiapan Lahan
Lahan terlebih dahulu
dicangkul sedalam
20-30 cm supaya
gembur, setelah itu
dibuat bedengan
membujur dari Barat
ke Timur agar
mendapatkan cahaya
penuh. Lebar
bedengan sebaiknya
adalah 100 cm, tinggi
30 cm dan panjang
sesuai kondisi lahan.
Jarak antar
bedengan + 30 cm.
Lahan yang asam (pH
rendah) lakukan
pengapuran dengan
kapur kalsit atau
dolomit.
3. Pemupukan
Bedengan diratakan, 3
hari sebelum tanam
diberikan pupuk
kandang (kotoran
ayam) dengan dosis
20.000 kg/ha atau
pupuk kompos organik
hasil fermentasi
(kotoran ayam yang
telah difermentasi)
dengan dosis 4 kg/m2.
Sebagai starter
ditambahkan pupuk
anorganik 150 kg/ha
Urea (15 gr/m2) pada
umur 10 hari setelah
tanam. Agar
pemberian pupuk lebih
merata, pupuk Urea
diaduk dengan pupuk
organik kemudian
diberikan secara
larikan disamping
barisan tanaman, jika
perlu tambahkan
pupuk cair 3 liter/ha
(0,3 ml/m2) pada umur
1 dan 2 minggu
setelah tanam.
4. Penanaman
Biji kangkung darat
ditanam di bedengan
yang telah
dipersiapkan. Buat
lubang tanam dengan
jarak 20 x 20 cm, tiap
lubang tanamkan 2 – 5
biji kangkung. Sistem
penanaman dilakukan
secara zigzag atau
system garitan (baris).
5. Pemeliharaan
Yang perlu
diperhatikan adalah
ketersediaan air, bila
tidak turun hujan
harus
dilakukanpenyiraman.
Hal lain adalah
pengendalian gulma
waktu tanaman masih
muda dan menjaga
tanaman dari serangan
hama dan penyakit.
6. Pengendalian
Organisme
Pengganggu
Tumbuhan (OPT)
Hama yang menyerang
tanaman kangkung
antara lain ulat grayak
(Spodoptera litura F),
kutu daun (Myzus
persicae Sulz) dan
Aphis gossypii.
Sedangkan penyakit
antara lain penyakit
karat putih yang
disebabkan oleh
Albugo ipomoea
reptans. Untuk
pengendalian, gunakan
jenis pestisida yang
aman mudah terurai
seperti pestisida
biologi, pestisida
nabati atau pestisida
piretroid sintetik.
Penggunaan pestisida
tersebut harus
dilakukan dengan
benar baik pemilihan
jenis, dosis, volume
semprot, cara aplikasi,
interval dan waktu
aplikasinya.
7. Panen
Panen dilakukan
setelah berumur + 30
hari setelah tanam,
dengan cara mencabut
tanaman sampai
akarnya atau
memotong pada
bagian pangkal
tanaman sekitar 2 cm
di atas permukaan
tanah.
8. Pasca Panen
Pasca panen terutama
diarahkan untuk
menjaga kesegaran
kangkung, yaitu
dengan cara
menempatkan
kangkung yang baru
dipanen di tempat
yang teduh atau
merendamkan bagian
akar dalam air dan
pengiriman produk
secepat mungkin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kamis, 23 September 2010

Budidaya kangKung darat Organik

Nama umum
Indonesia: Kangkung darat, kangkung
Inggris: garden morning glory
Melayu: kangkong kampong
Thailand: Phak boong ban
Pilipina: Kangkong
Kangkung Darat
Ipomoea reptana Poir.
Klasifikasi
Kingdom: Plantae
(Tumbuhan)
Subkingdom:
Tracheobionta
(Tumbuhan
berpembuluh)
Super Divisi:
Spermatophyta
(Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta
(Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida
(berkeping dua /
dikotil)
Sub Kelas: Asteridae
Ordo: Solanales
Famili: Convolvulaceae
(suku kangkung-
kangkungan)
Genus: Ipomoea
Spesies: Ipomoea
reptana Poir.
Kerabat Dekat
Kangkung Air, Ubi
Jalar, Sri Pagi, Widosari,
Kangkung Hutan,
Tapak Kuda, Rincik
Bumi, Tatarompetan,
Akar Hitang, Kangkung
Bulu, Tatampayan
Besar, Ipomoea
horsfalliae
=========================
Kangkung (Ipomoea
sp.) dapat ditanam di
dataran rendah dan
dataran
tinggi.. Kangkung
merupakan jenis
tanaman sayuran
daun, termasuk
kedalam famili
Convolvulaceae. Daun
kangkung panjang,
berwarna hijau
keputih-putihan
merupakan sumber
vitamin pro vitamin
A. Berdasarkan tempat
tumbuh, kangkung
dibedakan menjadi
dua macam yaitu: 1)
Kangkung darat, hidup
di tempat yang kering
atau tegalan, dan 2)
Kangkung air, hidup
ditempat yang berair
dan basah.
Petanian Organik
adalah sebuah bentuk
solusi baru guna
menghadapi
kebuntuan yang
dihadapi petani
sehubungan dengan
maraknya intervensi
barang-barang sintetis
atas dunia pertanian
sekarang ini. Dapat
dilihat, mulai dari
pupuk, insektisida,
perangsang tumbuh,
semuanya telah dibuat
dari bahan-bahan
yang disintesis dari
senyawa-senyawa
murni (biasanya un
organik) di
laboratorium.
Pertanian organik
dapat memberi
perlindungan terhadap
lingkungan dan
konservasi sumber
daya yang tidak dapat
diperbaharui,
memperbaiki kualitas
hasil pertanian,
menjaga pasokan
produk pertanian
sehingga harganya
relatif stabil, serta
memiliki orientasi dan
memenuhi kebutuhan
hidup ke arah
permintaan pasar.
Teknologi Budidaya
1. Benih
Kangkung darat dapat
diperbanyak dengan
biji. Untuk luasan satu
hektar diperlukan
benih sekitar 10 kg.
Varietas yang
dianjurkan adalah
varietas Sutra atau
varietas lokal yang
telah beradaptasi.
2. Persiapan Lahan
Lahan terlebih dahulu
dicangkul sedalam
20-30 cm supaya
gembur, setelah itu
dibuat bedengan
membujur dari Barat
ke Timur agar
mendapatkan cahaya
penuh. Lebar
bedengan sebaiknya
adalah 100 cm, tinggi
30 cm dan panjang
sesuai kondisi lahan.
Jarak antar
bedengan + 30 cm.
Lahan yang asam (pH
rendah) lakukan
pengapuran dengan
kapur kalsit atau
dolomit.
3. Pemupukan
Bedengan diratakan, 3
hari sebelum tanam
diberikan pupuk
kandang (kotoran
ayam) dengan dosis
20.000 kg/ha atau
pupuk kompos organik
hasil fermentasi
(kotoran ayam yang
telah difermentasi)
dengan dosis 4 kg/m2.
Sebagai starter
ditambahkan pupuk
anorganik 150 kg/ha
Urea (15 gr/m2) pada
umur 10 hari setelah
tanam. Agar
pemberian pupuk lebih
merata, pupuk Urea
diaduk dengan pupuk
organik kemudian
diberikan secara
larikan disamping
barisan tanaman, jika
perlu tambahkan
pupuk cair 3 liter/ha
(0,3 ml/m2) pada umur
1 dan 2 minggu
setelah tanam.
4. Penanaman
Biji kangkung darat
ditanam di bedengan
yang telah
dipersiapkan. Buat
lubang tanam dengan
jarak 20 x 20 cm, tiap
lubang tanamkan 2 – 5
biji kangkung. Sistem
penanaman dilakukan
secara zigzag atau
system garitan (baris).
5. Pemeliharaan
Yang perlu
diperhatikan adalah
ketersediaan air, bila
tidak turun hujan
harus
dilakukanpenyiraman.
Hal lain adalah
pengendalian gulma
waktu tanaman masih
muda dan menjaga
tanaman dari serangan
hama dan penyakit.
6. Pengendalian
Organisme
Pengganggu
Tumbuhan (OPT)
Hama yang menyerang
tanaman kangkung
antara lain ulat grayak
(Spodoptera litura F),
kutu daun (Myzus
persicae Sulz) dan
Aphis gossypii.
Sedangkan penyakit
antara lain penyakit
karat putih yang
disebabkan oleh
Albugo ipomoea
reptans. Untuk
pengendalian, gunakan
jenis pestisida yang
aman mudah terurai
seperti pestisida
biologi, pestisida
nabati atau pestisida
piretroid sintetik.
Penggunaan pestisida
tersebut harus
dilakukan dengan
benar baik pemilihan
jenis, dosis, volume
semprot, cara aplikasi,
interval dan waktu
aplikasinya.
7. Panen
Panen dilakukan
setelah berumur + 30
hari setelah tanam,
dengan cara mencabut
tanaman sampai
akarnya atau
memotong pada
bagian pangkal
tanaman sekitar 2 cm
di atas permukaan
tanah.
8. Pasca Panen
Pasca panen terutama
diarahkan untuk
menjaga kesegaran
kangkung, yaitu
dengan cara
menempatkan
kangkung yang baru
dipanen di tempat
yang teduh atau
merendamkan bagian
akar dalam air dan
pengiriman produk
secepat mungkin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar