(Capsicum frutescens)
Baswarsiati
PENDAHULUAN
Cabai bukan merupakan
tanaman asli Indonesia ,
walaupun hampir setiap hari
penduduk Indonesia makan
dengan cabe. Cabe berasal dari
Meksiko, Peru dan Bolivia ,
tetapi sekarang sudah tersebar
diseluruh dunia. Cabe
merupakan komoditas
pertanian yang merakyat
seperti halnya bawang merah
karena dibutuhkan oleh hampir
seluruh lapisan masyarakat.
Sehingga tidak mengherankan
bila volume peredarannya di
pasaran sangat besar.
Walaupun volumenya sangat
besar dan dibutuhkan oleh
semua kalangan, tetapi sampai
sekarang harga cabai tidak
pernah mantap (fluktuatif). Di
beberapa daerah sentra
produksi, harga berubah hampir
setiap waktu, tergantung
jumlah barang dan permintaan.
Bila barang tidak ada karena
iklim yang tidak mendukung ,
maka harga cabai akan melonjak
tinggi. Sebaliknya bila barang
sedang membanjir harga bisa
turun drastis. Penurunan harga
yang sangat tajam juga terjadi
bila cuaca mendung dan kondisi
lembab karena mutu cabe
menurun dan cabe tidak tahan
lama disimpan.
JENIS CABE RAWIT
Cabe rawit sering juga
disebut Hot Chili, cabe kecil atau
“ lombok jempling”. Seperti
halnya cabe besar, cabai rawit
juga ada beberapa macam
tetapi umumnya dikelompokkan
menjadi tiga jenis :
Cabe kecil/mini/jemprit
Sesuai dengan namanya bentuk
buah cabe rawit ini kecil dan
pendek, panjangnya hanya 1-2
cm saja. Buah muda biasanya
berwarna hijau dan berubah
menjadi merah tua kecoklatan
bila masak. Walaupun kecil tapi
cabe rawit ini mempunyai rasa
paling pedas di antara semua
cabe rawit.
Cabe rawit putih
Cabe rawit yang bentuk
buahnya langsing dan
mempunyai ukuran rata-rata
4-6 cm. Buahnya berwarna
kuning keputih-putihan bila
masih muda dan berubah
menjadi merah kekuningan
setelah masak. Menurut
beberapa pedagang , cabe
rawit jenis ini paling enak bila
digunakan sebagai sambal
bakso. Bahkan pabrik saus lebih
suka menggunakan cabe rawit
putih ini , karena warna
sausnya tidak kotor. Konsumen
di Jawa Timur paling menyukai
jenis cabe rawit ini.
Cabe rawit hijau
Buah cabe rawit hijau ini besar
dan gemuk, dengan panjang
sekitar 3 –4 cm. Sesuai dengan
namanya, waktu muda buahnya
berwarna hijau tua dan
berubah menjadi merah tua
setelah masak Rasa dari cabe
rawit hijau ini lebih pedas dari
cabe rawit putih , tetapi masih
kalah dengan cabe rawit kecil.
Umumnya konsumen di Jakarta
dan Bandung yang lebih
menyukai cabe rawit ini.
SYARAT TUMBUH CABE RAWIT
Cabe dapat tumbuh di
dataran rendah sampai
ketinggian 200 m di atas
permukaan laut. Tetapi bila
udara sangat dingin sampai
embun membeku (frost)
mungkin tanaman akan mati.
Penanaman cabe pada waktu
musim kemarau dapat tumbuh
dengan baik, asal mendapat
penyiraman cukup .
Temperatur yang baik untuk
cabe adalah sekitar 20 o – 25 o
C. Bila temperatur sampai 35 o C
pertumbuhan kurang baik.
Sebaliknya bila temperatur di
bawah 10 o C, pertumbuhan
kurang baik bahkan dapat
mematikan.
Curah hujan pada waktu
pertumbuhan tanaman sampai
akhir pertumbuhan yang baik
sekitar 600-1250 mm. Bila curah
hujan berlebihan dapat
menimbulkan penyakit ,
terbentuknya buah kurang dan
banyak buah yang rontok
Tanah yang tergenang air
walaupun dalam waktu yang
tidak terlalu lama , dapat
menybabkan rontoknya buah.
Kekurangan hujan , dan tidak
ada pengairan juga dapat
membuat tanaman cabe
menjadi kerdil. Kelembaban
yang rendah dan temperatur
yang tinggi menyebabkan
penguapan tinggi , sehingga
tanaman akan kekurangan air.
Akibatnya kuncup bunga dan
buah yang masih kecil banyak
yang rontok.
Cabe rawit dapat ditaam
di segala jenis tanah asal
gembur, cukup unsur hara dan
tidak tergenang air. Tanah
yang asam kurang baik untuk
pertumbuhan cabe, maka perlu
ditaburi kapur. Tanah yang baik
bila mempunyai pH sekitar 6,5 .
BUDIDAYA CABE RAWIT
Cabe rawit dapat
ditanam baik di dataran rendah
maupun di dataran tinggi, pada
musim kemarau maupun musim
hujan. Tanah yang cocok untuk
tanaman ini adalah tanah yang
subur dan gembur , cukup
mengandung bahan
organik,humus dan tersedia
saluran pembuangan air yang
baik.
1. Pembibitan
Biji cabe rawit harus
disemaikan lebih dulu sebelum
ditanam. Untuk mempercepat
pertumbuhannya , biji cabe
sebaiknya direndam dahulu
dalam air selama 24 jam
sebelum ditanam. Perlu
diperhatikan bahwa biji cabe
yang baik adalah biji yang
betul-betul masak dan kering.
Cara menyemai biji cabe
bermacam-macam , ada yang
menggunakan kotak pesemaian,
pesemaian di lapangan, kantung
plastik atau kantung dari daun
kelapa, enau, pisang dll. Tanah
yang digunakan untuk
pesemaian menggunakan tanah
yang subur dan bebas dari
gangguan hama dan penyakit.
Pesemaian sebaiknya
menggunakan atap dari daun
rebu, daun kelapa maupun
daunan lainnya agar suasana
menjadi lebih lembab dan
tanaman tidak terkena sinar
matahari langsung. Atap dapat
dibuka atau ditutup menurut
keperluan. Kalau pagi sampai
jam 10.00 atap dibuka,
kemudian sesudah panas lebih
dari jam 10.00 atap ditutup
kembali . Kalau persemaian
dibuat dalam kotak kecil dapat
dimasukkan dalam rumah.
2. Pengolahan Tanah
Tanah harus dibajak dan
dicangkul cukup dalam. Maksud
pencangkulan tanah adalah
untuk membalik tanah dan
menggemburkan tanah. Tanah
liat walaupun sudah dicangkul
atau dibajak menjadi gembur ,
cangkul lebih dalam (30-40 cm)
dan diberi pupuk organis,
misalnya kompos atau pupuk
kandang dan dapat
ditambahkan pasir. Bila pupuk
organis jumlahnya terbatas,
maka pemberiannya cukup
pada jarak 60 x 60 cm. Pupuk
organik, pasir dan tanah
dicampur merata. Pupuk
organik selain menggemburkan
tanah juga dapat menambah
unsur hara . Pupuk organik
yang diberikan sebaiknya sudah
matang atau sudah menjadi
tanah. Pupuk yang mentah
biasanya masih panas sehingga
dapat menyebabkan tanaman
cabe menjadi layu dan mati.
3. Pembuatan Bedengan
Bedengan dapat dibuat
dengan ukuran lebar sekitar 90,
100 atau 125 cm dengan
melihat kondisi tanah. Tinggi
bedengan sekitar 20-30 cm ,
tergantung keadaan lahan ,
kalau lahan sering tergenang air
pada waktu musim hujan maka
bedengan dipertinggi. Jarak
antar bedengan sekitar 40-5-
cm atau dapat dipersempit
menjadi 30-35 cm.
4. Pupuk Dasar
Pada waktu menanam
cabe , tanah harus tersedia
unsur hara yang cukup, maka
bedengan yang telah
dipersiapkan dapat diberi
pupuk organik berupa pupuk
kandang yang sudah matang.
Pupuk tersebut dapat
disebarkan ke seluruh
permukaan bedengan atau
hanya ditempat tanaman cabe
akan ditanam. Selain itu dapat
ditambahkan pula pupuk SP 36
100 kg perhektar untuk
menambah unsur P sedangkan
pupuk lainnya dapat diberikan
kemudian.
5. Penanaman
Bibit cabe dapat
dipindahkan setelah tumbuh
setinggi kira-kira 15 cm di
pesemaian. Penanaman
dilakukan dengan jarak tanam
60 x 90 cm. Pada saat
pengambilan semai di lapangan
atau semai kotak dapat
menggunakan solet yang
ditusukan dengan cara miring
dan diangkat keatas sehingga
semai akan terangkat ke atas.
Tempat yang akan ditanami
semai dibuat lubang sedalam
akar tunggang. Setelah ditanam
segera disiram dan diberi
penutup pelepah pisang atau
daun-daunan supaya tidak
layu. Bila semai berasal dari
kantung plastik, maka kantong
plastik harus disobek lebih dulu
pelan-pelan sehingga media
tanahnya tidak pecah. Kalau
media tanam pecah ada
kemungkinan tanaman akan
menjadi layu. Bila plastik tidak
disobek lebih dulu , di kemudian
hari akar akan melingkar tidak
dapat berkembang. Setelah
bibit cabe ditanam sebaiknya
segera disiram air untuk
menjaga kelembaban dalam
tanah dan kelembaban
tanaman.
6. Penyiraman, drainase
dan mulsa
Tanaman cabe sebaiknya
sering disiram terutama pada
saat musim kemarau karena
tanahnya cepat kering.
Tanaman yang terlalu lama
kekeringan maka
pertumbuhannya akan kerdil .
Untuk menghindari kekeringan
dapat menggunakan mulsa dari
dedaunan maupun dari jerami
padi, Mulsa dari daun lama
kelamaan akan menjadi pupuk
organik sehingga menambah
kesuburan tanah.
Jika menanam cabe pada
musim hujan diusahakan jangan
sampai tergenang air. Bila
tanaman cabe terlalu lama
tergenang air, akar-akarnya
dapat menjadi busuk, daun
mudah rontok dan akhirnya
tanaman mati.
7. Penyiangan
Bila di lahan banyak
gulma maka harus segera
disiangi agar tidak menjadi
pesaing bagi tanaman cabai
untuk mendapatkan unsur
hara. Jika dalam jangka waktu
lama gulma tidak segera disiang,
tanaman cabe akan menjadi
kurus dan kerdil. Namun
pencabutan gulma perlu
dilakukan hati-hati agar tidak
merusak tanaman cabenya.
Untuk mengurangi munculnya
gulma dapat juga menggunakan
herbisida sebelum bibit cabe
ditanam.
8. Penggemburan
Tanah yang terlalu padat
harus digemburkan dengan cara
dicangkul (didangir) . Tanah
yang gembur peredaran
udaranya menjadi lebih baik,
sehingga perakaran menjadi
lebih sehat. Pada waktu
menggemburkan tanah harus
hati-hati, jangan terlalu dalam
sebab jika terlalu dalam dapat
merusak perakaran. Akar yang
luka tau putus juga mudah
terkena infeksi sehingga
tanaman menjadi sakit dan
mati.
9. Pemupukan
Tanaman cabe yang telah
ditanam sekitar satu minggu
dapat segera dipupuk dengan
pupuk N, K atau campuran urea
dan KCl sebanyak 2 gram setiap
tanaman. Pupuk SP 36 tidak
perlu diberikan lagi karena
sudah diberikan sebelum
penanaman sebagai pupuk
dasar. Pada waktu melakukan
pemupukan tidak boleh
mengenai batang karena akan
merusak batang. Pada waktu
tanaman berumur 2-3 minggu
dipupuk lagi sebanyak 5 gram
per pohon. Penggunaan pupuk
daun maupun zat perangsang
tumbuhan dapat diberikan
sesuai dosis anjuran dalam label
kemasan.
1. 10. Pengendalian hama
dan penyakit
Tanaman cabe banyak
diserang hama seperti thrips,
kutu daun, lalat buah dan
lainnya , serta penyakit seperti
antraknosa, layu bakteri, layu
fusarium, bercak daun
cercospora, busuk buah , daun
keriting.
Adapun beberapa gejala dan
pengendaliannya sebagai
berikut :
Kutu daun Aphis gossypii
Kutu daun terdapat
dimana-mana dan makan segala
macam tanaman. Kutu daun
menyerang daun yang masih
muda dan tunas muda. Daun
muda yang dihisap ,
pertumbuhan tidak normal,
kerdil berkerut dan keriting. .
Kutu apis ini dapat menularkan
penyakit virus , daun menjadi
kerinting .
Pengendalian secara
mekanik dapat dilakukan bila
jumlah tanaman terserang
sedikit yaitu dengan memijit
menggunakan tangan.
Sedangkan secara kimia dapat
menggunakan insektisida
dengan dosis sesuai anjuran.
Atau dapat juga dilakukan
pengendalian biologi dengan
menggunakan predator seperti
kumbang macan . Dapat pula
menggunakan kertas aluminium
yang dapat memantulkan sinar
matahari ke balik (bawah ) daun
tempat hama bersembunyi.
Thrips tabacci
Thrips menyerang
hampir semua tanaman misal
cabe, tomat, sayuran daun,
kentang , tembakau dll. Thrips
menghisap cairan pada
permukaan daun dan bekasnya
berwarna putih seperti perak.
Bila serangan hebat akan terda
[at banyak bercak dan warna
daun menjadi putih. Daun yang
diserang hama ini akan
menggulung, bentuknya tidak
normal dan menjadi keriting.
Karena thrips menjadi vektor
virus, maka seringkali kelihatan
ada mosaik pada daun yang
diserang hingga pertumbuhan
menjadi kerdil, daun sempit
mengecil dan keriting. Thrips
pada umumnya bersembunyi
dibalik daun sambil menghisap
cairan.
Pengendalian secara
mekanik dapat dilakukan bila
jumlah tanaman terserang
sedikit yaitu dengan memijit
menggunakan tangan.
Sedangkan secara kimia dapat
menggunakan insektisida
dengan dosis sesuai anjuran.
Atau dapat juga dilakukan
pengendalian biologi dengan
menggunakan predator seperti
kumbang macan . Dapat pula
menggunakan kertas aluminium
yang dapat memantulkan sinar
matahari ke balik (bawah ) daun
tempat hama bersembunyi.
Lalat buah Dacus dorsalis
Buah cabe yang diserang
lalat ini bentuknya menjadi
kurang menarik dan ada
benjolan. Buah cabe akhirnya
terkena cendawan sehingga
menjadi busuk . Buah cabe
yang terserang sering dikira
terserang penyakit. Untuk
membuktikannya sebaiknya
buah dibelah dan bila terdapat
larva kecil putih berarti diserang
lalat buah.
Pengendalian dengan
menggunakan sex pheromon
seperti metil eugenol untuk
memikat lalat jantan. Kalau lalat
jantan berkurang maka
keturunannya juga akan
berkurang.
Antraknosa
Penyebabnya adalah
cendawan Colletotrichum
capsicci yang tersebar dimana
ada pertanaman cabe. Penyakit
ini bisa timbul di lapangan atau
pada buah yang sudah dipanen.
Mula –mula pada buah yang
sudah masak terdapat bercak
kecil cekung kebasahan yang
berkembang sangat cepat dan
terdapat jaringan cendawan
berwarna hitam. Buah berubah
menjadi busuk lunak, berwarna
merah kemudian menjadi coklat
muda seperti jerami.
Pengendalian dapat
dilakukan dengan cara biji
didesinfiksi menggunakan
thiram 0,2 % (Benlate), dan
jangan menanam biji dari buah
yang sakit serta dapat
menggunakan fungisida
berbahan aktif mankozeb,
propineb dan zineb.
Daun keriting chilli
Daun cabe yang
terserang menjadi keriting dan
warnanya menguning, bila
serangan hebat pertumbuhan
menjadi kerdil. Tanaman cabe
yang terserang ruas-ruasnya
menjadi pendek, daun menjadi
kecil dan tepi daun melengkung
ke atas. Penyakit ini banyak
menyerang di musim kemarau.
Cabe yang telah
terserang tanaman ini harus
dicabut dan dibakar, gulma
harus dibersihkan dan dapat
diberikan insektisida sistemik
secara rutin dengan dosis
anjuran sebelum tanaman
terserang.
PASCA PANEN CABE RAWIT
Panen
Tanaman cabe rawit
dapat dipanen setelah berumur
2,5-3 bulan sesudah disemai.
Panenan berikutnya dapat
dilakukan 1-2 minggu
tergantung dari kesehatan dan
kesuburan tanaman. Untuk
tanaman cabe rawit bila
dirawat dengan baik dapat
mencapai umur 1-2 tahun,
apabila selalu diadakan
pemangkasan dan pemupukan
kembali setelah tanaman
dipanen. Pemupukan kembali
dapat memberikan pupuk
organik seperti kompos
maupun pupuk kandang yang
sudah menjadi tanah.
Pasca Panen
Cabe yang disimpan
dengan suhu sekitar 4 o C
dengan kelembaban 95-98 %
dapat tahan sekitar 4 minggu
dan pada 10 o C masih dalam
keadaan baik sampai 16 hari.
Pengeringan .
Pengawetan dalam
keadaan segar waktunya tidak
akan lama, tetapi kalu
dikeringkan waktu simpan bisa
lama. Cabe yang akan
dikeringkan harus dipilih yng
berkualitas baik, tangkai
dibuang dan kemudian cabe
dicuci bersih. Kemudian
dimasukkan dalam air panas
beberapa menit, lalu
didinginkan dengan cara
dicelupkan dalam air dingin.
Selanjutnya ditiriskan di atas
anyaman bambu atau kawat
kasa sehingga airnya keluar
semua. Kemudian dijemur pada
panas matahari sampai kering,
biasanya kurang lebih selama
satu minggu.
Pada musim hujan ,
pengeringan buah cabe dapat
menggunakan pemanas. Di
dalam ruangan pemanas
tersebut diberi para-para
beberpa lapis untuk meletakkan
cabe. Lapisan cabe jangan
terlalu tebal, cukup satu lapis
agar cepat kering. Sebagai
sumber panas dapa memakai
lampu listrik , kompor, tungku
arang atau bahan lainnya.
Ruangan pemanas dapat
dibuat dari kayu yang
berbentuk seperti almari dan
bagian dalam diberi lapisan
seng. Sumber pemanas
diletakkan di bawah almari
yang telah diberi lubang, di atas
pemans ada para-para beberapa
lapis. Bagian atas almari diberi
ventilasi yang yang
penutupnya dapat diatur besar
kecilnya lubang untuk mengatur
suhu dalam almari. Suhu dalam
almari diatur lebih kurang 60oC,
jangan terlalu panas dengan
mengatur ventilasi. Apabila
telah melebihi 60oC maka
lubang ventilasi dibuka lebar.
Supaya cabe keringnya
merata maka para-para bisa
diubah letaknya, misal yang
atas di pindah ke bawah
demikian sebaliknya.
Banyaknya para-para
tergantung besar kecilnya
almari dan jarak antar para-para
sekitar 15-20 cm. Cabe dibolak-
balik letaknya setiap 3 jam.
Dengan menggunakan
alat pemanas paling lama dua
hari buah cabe akan kering.
Buah cabe dianggap kering bila
kandungan airnya tinggal 8 %.
Dalam keadaan demikian buah
cabe dapat disimpan lebih lama,
namun harus dihindarkan dari
serangan hama dan disimpan
dalam wadah kedap udara.
Cabe yang dikeringkan dapat
langsung dipakai atau dapat
digunakan untuk campuran
saos dan cabe bubuk.
Kemasasan Cabe
Sebelum buah cabe dijual
sebaiknya dilakukan seleksi
dengan memisahkan buah cabe
yang bagus dan yang jelek
kualitasnya. Cabe-cabe tersebut
harus dikemas dengan baik agar
tidak rusak. Dengan kemasan
yang baik tentu akan
menambah beaya namun
kerusakan akan jauh lebih
sedikit sehingga keuntungan
masih lebih tinggi.
Buah cabe dapat dikemas
dengan kantung plastik yang
telah diberi lubang-lubang kecil
dengan jarak anat lubang
sekitar 5-10 cm . setiap
kantung plastik dapat diisi cabe
dengan berat 0,5 kg; 1 kg; 1,5
kg atau 2 kg. Selanjutnya
kantung plastik diletakkan pada
wadah yang dibuat dari bambu
atau kardus. Ukuran wadah
sebaiknya tidak terlalu besar
yaitu antara 10 x 25 x 25 cm
sampai 35 x 50 x 40 cm. Setiap
sisi wadah diberi lubang
dengan garis tengah 1 cm dan
jarak antar lubang 10 cm.
Kamis, 23 September 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Kamis, 23 September 2010
BUDIDAYA CABE (kelas 3 apt )
(Capsicum frutescens)
Baswarsiati
PENDAHULUAN
Cabai bukan merupakan
tanaman asli Indonesia ,
walaupun hampir setiap hari
penduduk Indonesia makan
dengan cabe. Cabe berasal dari
Meksiko, Peru dan Bolivia ,
tetapi sekarang sudah tersebar
diseluruh dunia. Cabe
merupakan komoditas
pertanian yang merakyat
seperti halnya bawang merah
karena dibutuhkan oleh hampir
seluruh lapisan masyarakat.
Sehingga tidak mengherankan
bila volume peredarannya di
pasaran sangat besar.
Walaupun volumenya sangat
besar dan dibutuhkan oleh
semua kalangan, tetapi sampai
sekarang harga cabai tidak
pernah mantap (fluktuatif). Di
beberapa daerah sentra
produksi, harga berubah hampir
setiap waktu, tergantung
jumlah barang dan permintaan.
Bila barang tidak ada karena
iklim yang tidak mendukung ,
maka harga cabai akan melonjak
tinggi. Sebaliknya bila barang
sedang membanjir harga bisa
turun drastis. Penurunan harga
yang sangat tajam juga terjadi
bila cuaca mendung dan kondisi
lembab karena mutu cabe
menurun dan cabe tidak tahan
lama disimpan.
JENIS CABE RAWIT
Cabe rawit sering juga
disebut Hot Chili, cabe kecil atau
“ lombok jempling”. Seperti
halnya cabe besar, cabai rawit
juga ada beberapa macam
tetapi umumnya dikelompokkan
menjadi tiga jenis :
Cabe kecil/mini/jemprit
Sesuai dengan namanya bentuk
buah cabe rawit ini kecil dan
pendek, panjangnya hanya 1-2
cm saja. Buah muda biasanya
berwarna hijau dan berubah
menjadi merah tua kecoklatan
bila masak. Walaupun kecil tapi
cabe rawit ini mempunyai rasa
paling pedas di antara semua
cabe rawit.
Cabe rawit putih
Cabe rawit yang bentuk
buahnya langsing dan
mempunyai ukuran rata-rata
4-6 cm. Buahnya berwarna
kuning keputih-putihan bila
masih muda dan berubah
menjadi merah kekuningan
setelah masak. Menurut
beberapa pedagang , cabe
rawit jenis ini paling enak bila
digunakan sebagai sambal
bakso. Bahkan pabrik saus lebih
suka menggunakan cabe rawit
putih ini , karena warna
sausnya tidak kotor. Konsumen
di Jawa Timur paling menyukai
jenis cabe rawit ini.
Cabe rawit hijau
Buah cabe rawit hijau ini besar
dan gemuk, dengan panjang
sekitar 3 –4 cm. Sesuai dengan
namanya, waktu muda buahnya
berwarna hijau tua dan
berubah menjadi merah tua
setelah masak Rasa dari cabe
rawit hijau ini lebih pedas dari
cabe rawit putih , tetapi masih
kalah dengan cabe rawit kecil.
Umumnya konsumen di Jakarta
dan Bandung yang lebih
menyukai cabe rawit ini.
SYARAT TUMBUH CABE RAWIT
Cabe dapat tumbuh di
dataran rendah sampai
ketinggian 200 m di atas
permukaan laut. Tetapi bila
udara sangat dingin sampai
embun membeku (frost)
mungkin tanaman akan mati.
Penanaman cabe pada waktu
musim kemarau dapat tumbuh
dengan baik, asal mendapat
penyiraman cukup .
Temperatur yang baik untuk
cabe adalah sekitar 20 o – 25 o
C. Bila temperatur sampai 35 o C
pertumbuhan kurang baik.
Sebaliknya bila temperatur di
bawah 10 o C, pertumbuhan
kurang baik bahkan dapat
mematikan.
Curah hujan pada waktu
pertumbuhan tanaman sampai
akhir pertumbuhan yang baik
sekitar 600-1250 mm. Bila curah
hujan berlebihan dapat
menimbulkan penyakit ,
terbentuknya buah kurang dan
banyak buah yang rontok
Tanah yang tergenang air
walaupun dalam waktu yang
tidak terlalu lama , dapat
menybabkan rontoknya buah.
Kekurangan hujan , dan tidak
ada pengairan juga dapat
membuat tanaman cabe
menjadi kerdil. Kelembaban
yang rendah dan temperatur
yang tinggi menyebabkan
penguapan tinggi , sehingga
tanaman akan kekurangan air.
Akibatnya kuncup bunga dan
buah yang masih kecil banyak
yang rontok.
Cabe rawit dapat ditaam
di segala jenis tanah asal
gembur, cukup unsur hara dan
tidak tergenang air. Tanah
yang asam kurang baik untuk
pertumbuhan cabe, maka perlu
ditaburi kapur. Tanah yang baik
bila mempunyai pH sekitar 6,5 .
BUDIDAYA CABE RAWIT
Cabe rawit dapat
ditanam baik di dataran rendah
maupun di dataran tinggi, pada
musim kemarau maupun musim
hujan. Tanah yang cocok untuk
tanaman ini adalah tanah yang
subur dan gembur , cukup
mengandung bahan
organik,humus dan tersedia
saluran pembuangan air yang
baik.
1. Pembibitan
Biji cabe rawit harus
disemaikan lebih dulu sebelum
ditanam. Untuk mempercepat
pertumbuhannya , biji cabe
sebaiknya direndam dahulu
dalam air selama 24 jam
sebelum ditanam. Perlu
diperhatikan bahwa biji cabe
yang baik adalah biji yang
betul-betul masak dan kering.
Cara menyemai biji cabe
bermacam-macam , ada yang
menggunakan kotak pesemaian,
pesemaian di lapangan, kantung
plastik atau kantung dari daun
kelapa, enau, pisang dll. Tanah
yang digunakan untuk
pesemaian menggunakan tanah
yang subur dan bebas dari
gangguan hama dan penyakit.
Pesemaian sebaiknya
menggunakan atap dari daun
rebu, daun kelapa maupun
daunan lainnya agar suasana
menjadi lebih lembab dan
tanaman tidak terkena sinar
matahari langsung. Atap dapat
dibuka atau ditutup menurut
keperluan. Kalau pagi sampai
jam 10.00 atap dibuka,
kemudian sesudah panas lebih
dari jam 10.00 atap ditutup
kembali . Kalau persemaian
dibuat dalam kotak kecil dapat
dimasukkan dalam rumah.
2. Pengolahan Tanah
Tanah harus dibajak dan
dicangkul cukup dalam. Maksud
pencangkulan tanah adalah
untuk membalik tanah dan
menggemburkan tanah. Tanah
liat walaupun sudah dicangkul
atau dibajak menjadi gembur ,
cangkul lebih dalam (30-40 cm)
dan diberi pupuk organis,
misalnya kompos atau pupuk
kandang dan dapat
ditambahkan pasir. Bila pupuk
organis jumlahnya terbatas,
maka pemberiannya cukup
pada jarak 60 x 60 cm. Pupuk
organik, pasir dan tanah
dicampur merata. Pupuk
organik selain menggemburkan
tanah juga dapat menambah
unsur hara . Pupuk organik
yang diberikan sebaiknya sudah
matang atau sudah menjadi
tanah. Pupuk yang mentah
biasanya masih panas sehingga
dapat menyebabkan tanaman
cabe menjadi layu dan mati.
3. Pembuatan Bedengan
Bedengan dapat dibuat
dengan ukuran lebar sekitar 90,
100 atau 125 cm dengan
melihat kondisi tanah. Tinggi
bedengan sekitar 20-30 cm ,
tergantung keadaan lahan ,
kalau lahan sering tergenang air
pada waktu musim hujan maka
bedengan dipertinggi. Jarak
antar bedengan sekitar 40-5-
cm atau dapat dipersempit
menjadi 30-35 cm.
4. Pupuk Dasar
Pada waktu menanam
cabe , tanah harus tersedia
unsur hara yang cukup, maka
bedengan yang telah
dipersiapkan dapat diberi
pupuk organik berupa pupuk
kandang yang sudah matang.
Pupuk tersebut dapat
disebarkan ke seluruh
permukaan bedengan atau
hanya ditempat tanaman cabe
akan ditanam. Selain itu dapat
ditambahkan pula pupuk SP 36
100 kg perhektar untuk
menambah unsur P sedangkan
pupuk lainnya dapat diberikan
kemudian.
5. Penanaman
Bibit cabe dapat
dipindahkan setelah tumbuh
setinggi kira-kira 15 cm di
pesemaian. Penanaman
dilakukan dengan jarak tanam
60 x 90 cm. Pada saat
pengambilan semai di lapangan
atau semai kotak dapat
menggunakan solet yang
ditusukan dengan cara miring
dan diangkat keatas sehingga
semai akan terangkat ke atas.
Tempat yang akan ditanami
semai dibuat lubang sedalam
akar tunggang. Setelah ditanam
segera disiram dan diberi
penutup pelepah pisang atau
daun-daunan supaya tidak
layu. Bila semai berasal dari
kantung plastik, maka kantong
plastik harus disobek lebih dulu
pelan-pelan sehingga media
tanahnya tidak pecah. Kalau
media tanam pecah ada
kemungkinan tanaman akan
menjadi layu. Bila plastik tidak
disobek lebih dulu , di kemudian
hari akar akan melingkar tidak
dapat berkembang. Setelah
bibit cabe ditanam sebaiknya
segera disiram air untuk
menjaga kelembaban dalam
tanah dan kelembaban
tanaman.
6. Penyiraman, drainase
dan mulsa
Tanaman cabe sebaiknya
sering disiram terutama pada
saat musim kemarau karena
tanahnya cepat kering.
Tanaman yang terlalu lama
kekeringan maka
pertumbuhannya akan kerdil .
Untuk menghindari kekeringan
dapat menggunakan mulsa dari
dedaunan maupun dari jerami
padi, Mulsa dari daun lama
kelamaan akan menjadi pupuk
organik sehingga menambah
kesuburan tanah.
Jika menanam cabe pada
musim hujan diusahakan jangan
sampai tergenang air. Bila
tanaman cabe terlalu lama
tergenang air, akar-akarnya
dapat menjadi busuk, daun
mudah rontok dan akhirnya
tanaman mati.
7. Penyiangan
Bila di lahan banyak
gulma maka harus segera
disiangi agar tidak menjadi
pesaing bagi tanaman cabai
untuk mendapatkan unsur
hara. Jika dalam jangka waktu
lama gulma tidak segera disiang,
tanaman cabe akan menjadi
kurus dan kerdil. Namun
pencabutan gulma perlu
dilakukan hati-hati agar tidak
merusak tanaman cabenya.
Untuk mengurangi munculnya
gulma dapat juga menggunakan
herbisida sebelum bibit cabe
ditanam.
8. Penggemburan
Tanah yang terlalu padat
harus digemburkan dengan cara
dicangkul (didangir) . Tanah
yang gembur peredaran
udaranya menjadi lebih baik,
sehingga perakaran menjadi
lebih sehat. Pada waktu
menggemburkan tanah harus
hati-hati, jangan terlalu dalam
sebab jika terlalu dalam dapat
merusak perakaran. Akar yang
luka tau putus juga mudah
terkena infeksi sehingga
tanaman menjadi sakit dan
mati.
9. Pemupukan
Tanaman cabe yang telah
ditanam sekitar satu minggu
dapat segera dipupuk dengan
pupuk N, K atau campuran urea
dan KCl sebanyak 2 gram setiap
tanaman. Pupuk SP 36 tidak
perlu diberikan lagi karena
sudah diberikan sebelum
penanaman sebagai pupuk
dasar. Pada waktu melakukan
pemupukan tidak boleh
mengenai batang karena akan
merusak batang. Pada waktu
tanaman berumur 2-3 minggu
dipupuk lagi sebanyak 5 gram
per pohon. Penggunaan pupuk
daun maupun zat perangsang
tumbuhan dapat diberikan
sesuai dosis anjuran dalam label
kemasan.
1. 10. Pengendalian hama
dan penyakit
Tanaman cabe banyak
diserang hama seperti thrips,
kutu daun, lalat buah dan
lainnya , serta penyakit seperti
antraknosa, layu bakteri, layu
fusarium, bercak daun
cercospora, busuk buah , daun
keriting.
Adapun beberapa gejala dan
pengendaliannya sebagai
berikut :
Kutu daun Aphis gossypii
Kutu daun terdapat
dimana-mana dan makan segala
macam tanaman. Kutu daun
menyerang daun yang masih
muda dan tunas muda. Daun
muda yang dihisap ,
pertumbuhan tidak normal,
kerdil berkerut dan keriting. .
Kutu apis ini dapat menularkan
penyakit virus , daun menjadi
kerinting .
Pengendalian secara
mekanik dapat dilakukan bila
jumlah tanaman terserang
sedikit yaitu dengan memijit
menggunakan tangan.
Sedangkan secara kimia dapat
menggunakan insektisida
dengan dosis sesuai anjuran.
Atau dapat juga dilakukan
pengendalian biologi dengan
menggunakan predator seperti
kumbang macan . Dapat pula
menggunakan kertas aluminium
yang dapat memantulkan sinar
matahari ke balik (bawah ) daun
tempat hama bersembunyi.
Thrips tabacci
Thrips menyerang
hampir semua tanaman misal
cabe, tomat, sayuran daun,
kentang , tembakau dll. Thrips
menghisap cairan pada
permukaan daun dan bekasnya
berwarna putih seperti perak.
Bila serangan hebat akan terda
[at banyak bercak dan warna
daun menjadi putih. Daun yang
diserang hama ini akan
menggulung, bentuknya tidak
normal dan menjadi keriting.
Karena thrips menjadi vektor
virus, maka seringkali kelihatan
ada mosaik pada daun yang
diserang hingga pertumbuhan
menjadi kerdil, daun sempit
mengecil dan keriting. Thrips
pada umumnya bersembunyi
dibalik daun sambil menghisap
cairan.
Pengendalian secara
mekanik dapat dilakukan bila
jumlah tanaman terserang
sedikit yaitu dengan memijit
menggunakan tangan.
Sedangkan secara kimia dapat
menggunakan insektisida
dengan dosis sesuai anjuran.
Atau dapat juga dilakukan
pengendalian biologi dengan
menggunakan predator seperti
kumbang macan . Dapat pula
menggunakan kertas aluminium
yang dapat memantulkan sinar
matahari ke balik (bawah ) daun
tempat hama bersembunyi.
Lalat buah Dacus dorsalis
Buah cabe yang diserang
lalat ini bentuknya menjadi
kurang menarik dan ada
benjolan. Buah cabe akhirnya
terkena cendawan sehingga
menjadi busuk . Buah cabe
yang terserang sering dikira
terserang penyakit. Untuk
membuktikannya sebaiknya
buah dibelah dan bila terdapat
larva kecil putih berarti diserang
lalat buah.
Pengendalian dengan
menggunakan sex pheromon
seperti metil eugenol untuk
memikat lalat jantan. Kalau lalat
jantan berkurang maka
keturunannya juga akan
berkurang.
Antraknosa
Penyebabnya adalah
cendawan Colletotrichum
capsicci yang tersebar dimana
ada pertanaman cabe. Penyakit
ini bisa timbul di lapangan atau
pada buah yang sudah dipanen.
Mula –mula pada buah yang
sudah masak terdapat bercak
kecil cekung kebasahan yang
berkembang sangat cepat dan
terdapat jaringan cendawan
berwarna hitam. Buah berubah
menjadi busuk lunak, berwarna
merah kemudian menjadi coklat
muda seperti jerami.
Pengendalian dapat
dilakukan dengan cara biji
didesinfiksi menggunakan
thiram 0,2 % (Benlate), dan
jangan menanam biji dari buah
yang sakit serta dapat
menggunakan fungisida
berbahan aktif mankozeb,
propineb dan zineb.
Daun keriting chilli
Daun cabe yang
terserang menjadi keriting dan
warnanya menguning, bila
serangan hebat pertumbuhan
menjadi kerdil. Tanaman cabe
yang terserang ruas-ruasnya
menjadi pendek, daun menjadi
kecil dan tepi daun melengkung
ke atas. Penyakit ini banyak
menyerang di musim kemarau.
Cabe yang telah
terserang tanaman ini harus
dicabut dan dibakar, gulma
harus dibersihkan dan dapat
diberikan insektisida sistemik
secara rutin dengan dosis
anjuran sebelum tanaman
terserang.
PASCA PANEN CABE RAWIT
Panen
Tanaman cabe rawit
dapat dipanen setelah berumur
2,5-3 bulan sesudah disemai.
Panenan berikutnya dapat
dilakukan 1-2 minggu
tergantung dari kesehatan dan
kesuburan tanaman. Untuk
tanaman cabe rawit bila
dirawat dengan baik dapat
mencapai umur 1-2 tahun,
apabila selalu diadakan
pemangkasan dan pemupukan
kembali setelah tanaman
dipanen. Pemupukan kembali
dapat memberikan pupuk
organik seperti kompos
maupun pupuk kandang yang
sudah menjadi tanah.
Pasca Panen
Cabe yang disimpan
dengan suhu sekitar 4 o C
dengan kelembaban 95-98 %
dapat tahan sekitar 4 minggu
dan pada 10 o C masih dalam
keadaan baik sampai 16 hari.
Pengeringan .
Pengawetan dalam
keadaan segar waktunya tidak
akan lama, tetapi kalu
dikeringkan waktu simpan bisa
lama. Cabe yang akan
dikeringkan harus dipilih yng
berkualitas baik, tangkai
dibuang dan kemudian cabe
dicuci bersih. Kemudian
dimasukkan dalam air panas
beberapa menit, lalu
didinginkan dengan cara
dicelupkan dalam air dingin.
Selanjutnya ditiriskan di atas
anyaman bambu atau kawat
kasa sehingga airnya keluar
semua. Kemudian dijemur pada
panas matahari sampai kering,
biasanya kurang lebih selama
satu minggu.
Pada musim hujan ,
pengeringan buah cabe dapat
menggunakan pemanas. Di
dalam ruangan pemanas
tersebut diberi para-para
beberpa lapis untuk meletakkan
cabe. Lapisan cabe jangan
terlalu tebal, cukup satu lapis
agar cepat kering. Sebagai
sumber panas dapa memakai
lampu listrik , kompor, tungku
arang atau bahan lainnya.
Ruangan pemanas dapat
dibuat dari kayu yang
berbentuk seperti almari dan
bagian dalam diberi lapisan
seng. Sumber pemanas
diletakkan di bawah almari
yang telah diberi lubang, di atas
pemans ada para-para beberapa
lapis. Bagian atas almari diberi
ventilasi yang yang
penutupnya dapat diatur besar
kecilnya lubang untuk mengatur
suhu dalam almari. Suhu dalam
almari diatur lebih kurang 60oC,
jangan terlalu panas dengan
mengatur ventilasi. Apabila
telah melebihi 60oC maka
lubang ventilasi dibuka lebar.
Supaya cabe keringnya
merata maka para-para bisa
diubah letaknya, misal yang
atas di pindah ke bawah
demikian sebaliknya.
Banyaknya para-para
tergantung besar kecilnya
almari dan jarak antar para-para
sekitar 15-20 cm. Cabe dibolak-
balik letaknya setiap 3 jam.
Dengan menggunakan
alat pemanas paling lama dua
hari buah cabe akan kering.
Buah cabe dianggap kering bila
kandungan airnya tinggal 8 %.
Dalam keadaan demikian buah
cabe dapat disimpan lebih lama,
namun harus dihindarkan dari
serangan hama dan disimpan
dalam wadah kedap udara.
Cabe yang dikeringkan dapat
langsung dipakai atau dapat
digunakan untuk campuran
saos dan cabe bubuk.
Kemasasan Cabe
Sebelum buah cabe dijual
sebaiknya dilakukan seleksi
dengan memisahkan buah cabe
yang bagus dan yang jelek
kualitasnya. Cabe-cabe tersebut
harus dikemas dengan baik agar
tidak rusak. Dengan kemasan
yang baik tentu akan
menambah beaya namun
kerusakan akan jauh lebih
sedikit sehingga keuntungan
masih lebih tinggi.
Buah cabe dapat dikemas
dengan kantung plastik yang
telah diberi lubang-lubang kecil
dengan jarak anat lubang
sekitar 5-10 cm . setiap
kantung plastik dapat diisi cabe
dengan berat 0,5 kg; 1 kg; 1,5
kg atau 2 kg. Selanjutnya
kantung plastik diletakkan pada
wadah yang dibuat dari bambu
atau kardus. Ukuran wadah
sebaiknya tidak terlalu besar
yaitu antara 10 x 25 x 25 cm
sampai 35 x 50 x 40 cm. Setiap
sisi wadah diberi lubang
dengan garis tengah 1 cm dan
jarak antar lubang 10 cm.
Baswarsiati
PENDAHULUAN
Cabai bukan merupakan
tanaman asli Indonesia ,
walaupun hampir setiap hari
penduduk Indonesia makan
dengan cabe. Cabe berasal dari
Meksiko, Peru dan Bolivia ,
tetapi sekarang sudah tersebar
diseluruh dunia. Cabe
merupakan komoditas
pertanian yang merakyat
seperti halnya bawang merah
karena dibutuhkan oleh hampir
seluruh lapisan masyarakat.
Sehingga tidak mengherankan
bila volume peredarannya di
pasaran sangat besar.
Walaupun volumenya sangat
besar dan dibutuhkan oleh
semua kalangan, tetapi sampai
sekarang harga cabai tidak
pernah mantap (fluktuatif). Di
beberapa daerah sentra
produksi, harga berubah hampir
setiap waktu, tergantung
jumlah barang dan permintaan.
Bila barang tidak ada karena
iklim yang tidak mendukung ,
maka harga cabai akan melonjak
tinggi. Sebaliknya bila barang
sedang membanjir harga bisa
turun drastis. Penurunan harga
yang sangat tajam juga terjadi
bila cuaca mendung dan kondisi
lembab karena mutu cabe
menurun dan cabe tidak tahan
lama disimpan.
JENIS CABE RAWIT
Cabe rawit sering juga
disebut Hot Chili, cabe kecil atau
“ lombok jempling”. Seperti
halnya cabe besar, cabai rawit
juga ada beberapa macam
tetapi umumnya dikelompokkan
menjadi tiga jenis :
Cabe kecil/mini/jemprit
Sesuai dengan namanya bentuk
buah cabe rawit ini kecil dan
pendek, panjangnya hanya 1-2
cm saja. Buah muda biasanya
berwarna hijau dan berubah
menjadi merah tua kecoklatan
bila masak. Walaupun kecil tapi
cabe rawit ini mempunyai rasa
paling pedas di antara semua
cabe rawit.
Cabe rawit putih
Cabe rawit yang bentuk
buahnya langsing dan
mempunyai ukuran rata-rata
4-6 cm. Buahnya berwarna
kuning keputih-putihan bila
masih muda dan berubah
menjadi merah kekuningan
setelah masak. Menurut
beberapa pedagang , cabe
rawit jenis ini paling enak bila
digunakan sebagai sambal
bakso. Bahkan pabrik saus lebih
suka menggunakan cabe rawit
putih ini , karena warna
sausnya tidak kotor. Konsumen
di Jawa Timur paling menyukai
jenis cabe rawit ini.
Cabe rawit hijau
Buah cabe rawit hijau ini besar
dan gemuk, dengan panjang
sekitar 3 –4 cm. Sesuai dengan
namanya, waktu muda buahnya
berwarna hijau tua dan
berubah menjadi merah tua
setelah masak Rasa dari cabe
rawit hijau ini lebih pedas dari
cabe rawit putih , tetapi masih
kalah dengan cabe rawit kecil.
Umumnya konsumen di Jakarta
dan Bandung yang lebih
menyukai cabe rawit ini.
SYARAT TUMBUH CABE RAWIT
Cabe dapat tumbuh di
dataran rendah sampai
ketinggian 200 m di atas
permukaan laut. Tetapi bila
udara sangat dingin sampai
embun membeku (frost)
mungkin tanaman akan mati.
Penanaman cabe pada waktu
musim kemarau dapat tumbuh
dengan baik, asal mendapat
penyiraman cukup .
Temperatur yang baik untuk
cabe adalah sekitar 20 o – 25 o
C. Bila temperatur sampai 35 o C
pertumbuhan kurang baik.
Sebaliknya bila temperatur di
bawah 10 o C, pertumbuhan
kurang baik bahkan dapat
mematikan.
Curah hujan pada waktu
pertumbuhan tanaman sampai
akhir pertumbuhan yang baik
sekitar 600-1250 mm. Bila curah
hujan berlebihan dapat
menimbulkan penyakit ,
terbentuknya buah kurang dan
banyak buah yang rontok
Tanah yang tergenang air
walaupun dalam waktu yang
tidak terlalu lama , dapat
menybabkan rontoknya buah.
Kekurangan hujan , dan tidak
ada pengairan juga dapat
membuat tanaman cabe
menjadi kerdil. Kelembaban
yang rendah dan temperatur
yang tinggi menyebabkan
penguapan tinggi , sehingga
tanaman akan kekurangan air.
Akibatnya kuncup bunga dan
buah yang masih kecil banyak
yang rontok.
Cabe rawit dapat ditaam
di segala jenis tanah asal
gembur, cukup unsur hara dan
tidak tergenang air. Tanah
yang asam kurang baik untuk
pertumbuhan cabe, maka perlu
ditaburi kapur. Tanah yang baik
bila mempunyai pH sekitar 6,5 .
BUDIDAYA CABE RAWIT
Cabe rawit dapat
ditanam baik di dataran rendah
maupun di dataran tinggi, pada
musim kemarau maupun musim
hujan. Tanah yang cocok untuk
tanaman ini adalah tanah yang
subur dan gembur , cukup
mengandung bahan
organik,humus dan tersedia
saluran pembuangan air yang
baik.
1. Pembibitan
Biji cabe rawit harus
disemaikan lebih dulu sebelum
ditanam. Untuk mempercepat
pertumbuhannya , biji cabe
sebaiknya direndam dahulu
dalam air selama 24 jam
sebelum ditanam. Perlu
diperhatikan bahwa biji cabe
yang baik adalah biji yang
betul-betul masak dan kering.
Cara menyemai biji cabe
bermacam-macam , ada yang
menggunakan kotak pesemaian,
pesemaian di lapangan, kantung
plastik atau kantung dari daun
kelapa, enau, pisang dll. Tanah
yang digunakan untuk
pesemaian menggunakan tanah
yang subur dan bebas dari
gangguan hama dan penyakit.
Pesemaian sebaiknya
menggunakan atap dari daun
rebu, daun kelapa maupun
daunan lainnya agar suasana
menjadi lebih lembab dan
tanaman tidak terkena sinar
matahari langsung. Atap dapat
dibuka atau ditutup menurut
keperluan. Kalau pagi sampai
jam 10.00 atap dibuka,
kemudian sesudah panas lebih
dari jam 10.00 atap ditutup
kembali . Kalau persemaian
dibuat dalam kotak kecil dapat
dimasukkan dalam rumah.
2. Pengolahan Tanah
Tanah harus dibajak dan
dicangkul cukup dalam. Maksud
pencangkulan tanah adalah
untuk membalik tanah dan
menggemburkan tanah. Tanah
liat walaupun sudah dicangkul
atau dibajak menjadi gembur ,
cangkul lebih dalam (30-40 cm)
dan diberi pupuk organis,
misalnya kompos atau pupuk
kandang dan dapat
ditambahkan pasir. Bila pupuk
organis jumlahnya terbatas,
maka pemberiannya cukup
pada jarak 60 x 60 cm. Pupuk
organik, pasir dan tanah
dicampur merata. Pupuk
organik selain menggemburkan
tanah juga dapat menambah
unsur hara . Pupuk organik
yang diberikan sebaiknya sudah
matang atau sudah menjadi
tanah. Pupuk yang mentah
biasanya masih panas sehingga
dapat menyebabkan tanaman
cabe menjadi layu dan mati.
3. Pembuatan Bedengan
Bedengan dapat dibuat
dengan ukuran lebar sekitar 90,
100 atau 125 cm dengan
melihat kondisi tanah. Tinggi
bedengan sekitar 20-30 cm ,
tergantung keadaan lahan ,
kalau lahan sering tergenang air
pada waktu musim hujan maka
bedengan dipertinggi. Jarak
antar bedengan sekitar 40-5-
cm atau dapat dipersempit
menjadi 30-35 cm.
4. Pupuk Dasar
Pada waktu menanam
cabe , tanah harus tersedia
unsur hara yang cukup, maka
bedengan yang telah
dipersiapkan dapat diberi
pupuk organik berupa pupuk
kandang yang sudah matang.
Pupuk tersebut dapat
disebarkan ke seluruh
permukaan bedengan atau
hanya ditempat tanaman cabe
akan ditanam. Selain itu dapat
ditambahkan pula pupuk SP 36
100 kg perhektar untuk
menambah unsur P sedangkan
pupuk lainnya dapat diberikan
kemudian.
5. Penanaman
Bibit cabe dapat
dipindahkan setelah tumbuh
setinggi kira-kira 15 cm di
pesemaian. Penanaman
dilakukan dengan jarak tanam
60 x 90 cm. Pada saat
pengambilan semai di lapangan
atau semai kotak dapat
menggunakan solet yang
ditusukan dengan cara miring
dan diangkat keatas sehingga
semai akan terangkat ke atas.
Tempat yang akan ditanami
semai dibuat lubang sedalam
akar tunggang. Setelah ditanam
segera disiram dan diberi
penutup pelepah pisang atau
daun-daunan supaya tidak
layu. Bila semai berasal dari
kantung plastik, maka kantong
plastik harus disobek lebih dulu
pelan-pelan sehingga media
tanahnya tidak pecah. Kalau
media tanam pecah ada
kemungkinan tanaman akan
menjadi layu. Bila plastik tidak
disobek lebih dulu , di kemudian
hari akar akan melingkar tidak
dapat berkembang. Setelah
bibit cabe ditanam sebaiknya
segera disiram air untuk
menjaga kelembaban dalam
tanah dan kelembaban
tanaman.
6. Penyiraman, drainase
dan mulsa
Tanaman cabe sebaiknya
sering disiram terutama pada
saat musim kemarau karena
tanahnya cepat kering.
Tanaman yang terlalu lama
kekeringan maka
pertumbuhannya akan kerdil .
Untuk menghindari kekeringan
dapat menggunakan mulsa dari
dedaunan maupun dari jerami
padi, Mulsa dari daun lama
kelamaan akan menjadi pupuk
organik sehingga menambah
kesuburan tanah.
Jika menanam cabe pada
musim hujan diusahakan jangan
sampai tergenang air. Bila
tanaman cabe terlalu lama
tergenang air, akar-akarnya
dapat menjadi busuk, daun
mudah rontok dan akhirnya
tanaman mati.
7. Penyiangan
Bila di lahan banyak
gulma maka harus segera
disiangi agar tidak menjadi
pesaing bagi tanaman cabai
untuk mendapatkan unsur
hara. Jika dalam jangka waktu
lama gulma tidak segera disiang,
tanaman cabe akan menjadi
kurus dan kerdil. Namun
pencabutan gulma perlu
dilakukan hati-hati agar tidak
merusak tanaman cabenya.
Untuk mengurangi munculnya
gulma dapat juga menggunakan
herbisida sebelum bibit cabe
ditanam.
8. Penggemburan
Tanah yang terlalu padat
harus digemburkan dengan cara
dicangkul (didangir) . Tanah
yang gembur peredaran
udaranya menjadi lebih baik,
sehingga perakaran menjadi
lebih sehat. Pada waktu
menggemburkan tanah harus
hati-hati, jangan terlalu dalam
sebab jika terlalu dalam dapat
merusak perakaran. Akar yang
luka tau putus juga mudah
terkena infeksi sehingga
tanaman menjadi sakit dan
mati.
9. Pemupukan
Tanaman cabe yang telah
ditanam sekitar satu minggu
dapat segera dipupuk dengan
pupuk N, K atau campuran urea
dan KCl sebanyak 2 gram setiap
tanaman. Pupuk SP 36 tidak
perlu diberikan lagi karena
sudah diberikan sebelum
penanaman sebagai pupuk
dasar. Pada waktu melakukan
pemupukan tidak boleh
mengenai batang karena akan
merusak batang. Pada waktu
tanaman berumur 2-3 minggu
dipupuk lagi sebanyak 5 gram
per pohon. Penggunaan pupuk
daun maupun zat perangsang
tumbuhan dapat diberikan
sesuai dosis anjuran dalam label
kemasan.
1. 10. Pengendalian hama
dan penyakit
Tanaman cabe banyak
diserang hama seperti thrips,
kutu daun, lalat buah dan
lainnya , serta penyakit seperti
antraknosa, layu bakteri, layu
fusarium, bercak daun
cercospora, busuk buah , daun
keriting.
Adapun beberapa gejala dan
pengendaliannya sebagai
berikut :
Kutu daun Aphis gossypii
Kutu daun terdapat
dimana-mana dan makan segala
macam tanaman. Kutu daun
menyerang daun yang masih
muda dan tunas muda. Daun
muda yang dihisap ,
pertumbuhan tidak normal,
kerdil berkerut dan keriting. .
Kutu apis ini dapat menularkan
penyakit virus , daun menjadi
kerinting .
Pengendalian secara
mekanik dapat dilakukan bila
jumlah tanaman terserang
sedikit yaitu dengan memijit
menggunakan tangan.
Sedangkan secara kimia dapat
menggunakan insektisida
dengan dosis sesuai anjuran.
Atau dapat juga dilakukan
pengendalian biologi dengan
menggunakan predator seperti
kumbang macan . Dapat pula
menggunakan kertas aluminium
yang dapat memantulkan sinar
matahari ke balik (bawah ) daun
tempat hama bersembunyi.
Thrips tabacci
Thrips menyerang
hampir semua tanaman misal
cabe, tomat, sayuran daun,
kentang , tembakau dll. Thrips
menghisap cairan pada
permukaan daun dan bekasnya
berwarna putih seperti perak.
Bila serangan hebat akan terda
[at banyak bercak dan warna
daun menjadi putih. Daun yang
diserang hama ini akan
menggulung, bentuknya tidak
normal dan menjadi keriting.
Karena thrips menjadi vektor
virus, maka seringkali kelihatan
ada mosaik pada daun yang
diserang hingga pertumbuhan
menjadi kerdil, daun sempit
mengecil dan keriting. Thrips
pada umumnya bersembunyi
dibalik daun sambil menghisap
cairan.
Pengendalian secara
mekanik dapat dilakukan bila
jumlah tanaman terserang
sedikit yaitu dengan memijit
menggunakan tangan.
Sedangkan secara kimia dapat
menggunakan insektisida
dengan dosis sesuai anjuran.
Atau dapat juga dilakukan
pengendalian biologi dengan
menggunakan predator seperti
kumbang macan . Dapat pula
menggunakan kertas aluminium
yang dapat memantulkan sinar
matahari ke balik (bawah ) daun
tempat hama bersembunyi.
Lalat buah Dacus dorsalis
Buah cabe yang diserang
lalat ini bentuknya menjadi
kurang menarik dan ada
benjolan. Buah cabe akhirnya
terkena cendawan sehingga
menjadi busuk . Buah cabe
yang terserang sering dikira
terserang penyakit. Untuk
membuktikannya sebaiknya
buah dibelah dan bila terdapat
larva kecil putih berarti diserang
lalat buah.
Pengendalian dengan
menggunakan sex pheromon
seperti metil eugenol untuk
memikat lalat jantan. Kalau lalat
jantan berkurang maka
keturunannya juga akan
berkurang.
Antraknosa
Penyebabnya adalah
cendawan Colletotrichum
capsicci yang tersebar dimana
ada pertanaman cabe. Penyakit
ini bisa timbul di lapangan atau
pada buah yang sudah dipanen.
Mula –mula pada buah yang
sudah masak terdapat bercak
kecil cekung kebasahan yang
berkembang sangat cepat dan
terdapat jaringan cendawan
berwarna hitam. Buah berubah
menjadi busuk lunak, berwarna
merah kemudian menjadi coklat
muda seperti jerami.
Pengendalian dapat
dilakukan dengan cara biji
didesinfiksi menggunakan
thiram 0,2 % (Benlate), dan
jangan menanam biji dari buah
yang sakit serta dapat
menggunakan fungisida
berbahan aktif mankozeb,
propineb dan zineb.
Daun keriting chilli
Daun cabe yang
terserang menjadi keriting dan
warnanya menguning, bila
serangan hebat pertumbuhan
menjadi kerdil. Tanaman cabe
yang terserang ruas-ruasnya
menjadi pendek, daun menjadi
kecil dan tepi daun melengkung
ke atas. Penyakit ini banyak
menyerang di musim kemarau.
Cabe yang telah
terserang tanaman ini harus
dicabut dan dibakar, gulma
harus dibersihkan dan dapat
diberikan insektisida sistemik
secara rutin dengan dosis
anjuran sebelum tanaman
terserang.
PASCA PANEN CABE RAWIT
Panen
Tanaman cabe rawit
dapat dipanen setelah berumur
2,5-3 bulan sesudah disemai.
Panenan berikutnya dapat
dilakukan 1-2 minggu
tergantung dari kesehatan dan
kesuburan tanaman. Untuk
tanaman cabe rawit bila
dirawat dengan baik dapat
mencapai umur 1-2 tahun,
apabila selalu diadakan
pemangkasan dan pemupukan
kembali setelah tanaman
dipanen. Pemupukan kembali
dapat memberikan pupuk
organik seperti kompos
maupun pupuk kandang yang
sudah menjadi tanah.
Pasca Panen
Cabe yang disimpan
dengan suhu sekitar 4 o C
dengan kelembaban 95-98 %
dapat tahan sekitar 4 minggu
dan pada 10 o C masih dalam
keadaan baik sampai 16 hari.
Pengeringan .
Pengawetan dalam
keadaan segar waktunya tidak
akan lama, tetapi kalu
dikeringkan waktu simpan bisa
lama. Cabe yang akan
dikeringkan harus dipilih yng
berkualitas baik, tangkai
dibuang dan kemudian cabe
dicuci bersih. Kemudian
dimasukkan dalam air panas
beberapa menit, lalu
didinginkan dengan cara
dicelupkan dalam air dingin.
Selanjutnya ditiriskan di atas
anyaman bambu atau kawat
kasa sehingga airnya keluar
semua. Kemudian dijemur pada
panas matahari sampai kering,
biasanya kurang lebih selama
satu minggu.
Pada musim hujan ,
pengeringan buah cabe dapat
menggunakan pemanas. Di
dalam ruangan pemanas
tersebut diberi para-para
beberpa lapis untuk meletakkan
cabe. Lapisan cabe jangan
terlalu tebal, cukup satu lapis
agar cepat kering. Sebagai
sumber panas dapa memakai
lampu listrik , kompor, tungku
arang atau bahan lainnya.
Ruangan pemanas dapat
dibuat dari kayu yang
berbentuk seperti almari dan
bagian dalam diberi lapisan
seng. Sumber pemanas
diletakkan di bawah almari
yang telah diberi lubang, di atas
pemans ada para-para beberapa
lapis. Bagian atas almari diberi
ventilasi yang yang
penutupnya dapat diatur besar
kecilnya lubang untuk mengatur
suhu dalam almari. Suhu dalam
almari diatur lebih kurang 60oC,
jangan terlalu panas dengan
mengatur ventilasi. Apabila
telah melebihi 60oC maka
lubang ventilasi dibuka lebar.
Supaya cabe keringnya
merata maka para-para bisa
diubah letaknya, misal yang
atas di pindah ke bawah
demikian sebaliknya.
Banyaknya para-para
tergantung besar kecilnya
almari dan jarak antar para-para
sekitar 15-20 cm. Cabe dibolak-
balik letaknya setiap 3 jam.
Dengan menggunakan
alat pemanas paling lama dua
hari buah cabe akan kering.
Buah cabe dianggap kering bila
kandungan airnya tinggal 8 %.
Dalam keadaan demikian buah
cabe dapat disimpan lebih lama,
namun harus dihindarkan dari
serangan hama dan disimpan
dalam wadah kedap udara.
Cabe yang dikeringkan dapat
langsung dipakai atau dapat
digunakan untuk campuran
saos dan cabe bubuk.
Kemasasan Cabe
Sebelum buah cabe dijual
sebaiknya dilakukan seleksi
dengan memisahkan buah cabe
yang bagus dan yang jelek
kualitasnya. Cabe-cabe tersebut
harus dikemas dengan baik agar
tidak rusak. Dengan kemasan
yang baik tentu akan
menambah beaya namun
kerusakan akan jauh lebih
sedikit sehingga keuntungan
masih lebih tinggi.
Buah cabe dapat dikemas
dengan kantung plastik yang
telah diberi lubang-lubang kecil
dengan jarak anat lubang
sekitar 5-10 cm . setiap
kantung plastik dapat diisi cabe
dengan berat 0,5 kg; 1 kg; 1,5
kg atau 2 kg. Selanjutnya
kantung plastik diletakkan pada
wadah yang dibuat dari bambu
atau kardus. Ukuran wadah
sebaiknya tidak terlalu besar
yaitu antara 10 x 25 x 25 cm
sampai 35 x 50 x 40 cm. Setiap
sisi wadah diberi lubang
dengan garis tengah 1 cm dan
jarak antar lubang 10 cm.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar