Minggu, 26 September 2010

kisah nabi

Tsamud adalah nama
suatu suku yang oleh
sementara ahli sejarah
dimasukkan bahagian
dari bangsa Arab dan
ada pula yang
menggolongkan
mereka ke dalam
bangsa Yahudi. Mereka
bertempat tinggal di
suatu dataran
bernama ” Alhijir ”
terletak antara Hijaz
dan Syam yang
dahulunya termasuk
jajahan dan dikuasai
suku Aad yang telah
habis binasa disapu
angin taufan yang di
kirim oleh Allah
sebagai pembalasan
atas pembangkangan
dan pengingkaran
mereka terhadap
dakwah dan risalah
Nabi Hud A.S.
Kemakmuran dan
kemewahan hidup
serta kekayaan alam
yang dahulu dimiliki
dan dinikmati oleh
kaum Aad telah
diwarisi oleh kaum
Tsamud.Tanah-tanah
yang subur yang
memberikan hasil
berlimpah ruah,
binatang-binatang
perahan dan lemak
yang berkembang
biak, kebun-kebun
bunga yag indah-
indah, bangunan
rumah-rumah yang
didirikan di atas tanah
yang datar dan
dipahatnya dari
gunung.Semuanya itu
menjadikan mereka
hidup
tenteram ,sejahtera
dan bahgia, merasa
aman dari segala
gangguan alamiah dan
bahawa kemewahan
hidup mereka akan
kekal bagi mereka dan
anak keturunan
mereka.
Kaum Tsamud tidak
mengenal Tuhan.
Tuhan Mereka adalah
berhala-berhala yang
mereka sembah dan
puja, kepadanya mrk
berqurban, tempat
mrk minta
perlindungan dari
segala bala dan
musibah dan
mengharapkan
kebaikan serta
kebahagiaan.Mrk tidak
dpt melihat atau
memikirkan lebih jauh
dan apa yang dpt mrk
jangkau dengan
pancaindera.
Nabi Saleh Berdakwah
Kepada Kaum Tsamud
Allah Yang Maha
Pengasih dan Maha
Penyayang tidak akan
membiarkan hamba-
hamba_Nya berada
dalam kegelapan terus-
menerus tanpa
diutusnya nabi
pesuruh disisi-Nya
untuk memberi
penerangan dan
memimpin mrk keluar
dari jalan yang sesat
ke jalan yang benar.
Demikian pula Allah
tidak akan
menurunkan azab dan
seksaan kepada suatu
umat sebelum mrk
diperingatkan dan
diberi petunjukkan
oleh-Nya dengan
perantara seorang
yang dipilih untuk
menjadi utusan dan
rasul-Nya. Sunnatullah
ini berlaku pula kepada
kaum Tsamud, yang
kepada mrk telah
diutuskan Nabi Saleh
seorang yang telah
dipilih-Nya dari suku
mrk sendiri, dari
keluarga yang
terpandang dan
dihormati oleh
kaumnya, terkenal
tangkas, cerdik pandai,
rendah hati dan
ramah-tamah dalam
pergaulan.
Dikenalkan mrk oleh
Nabi Saleh kepada
Tuhan yang sepatut
mrk sembah, Tuhan
Allah Yang Maha Esa,
yang telah mencipta
mrk, menciptakan alam
sekitar mrk,
menciptakan tanah-
tanah yang subur
yang menghasilkan
bhn-bhn keperluan
hidup mrk, mencipta
binatang-binatang
yang memberi
manfaat dan berguna
bagi mrk dan dengan
demikian memberi
kepada mrk
kenikmatan dan
kemewahan hidup dan
kebahagiaan lahir dan
batin.Tuhan Yang Esa
itulah yang harus mrk
sembah dan bukan
patung-patung yang
mrk pahat sendiri dari
batu-batu gunung
yang tidak berkuasa
memberi sesuatu
kepada mrk atau
melindungi mrk dari
ketakutan dan bahaya.
Nabi Saleh
memperingatkan mrk
bahwa ia adlah
seorang drp mrk,
terjalin antara dirinya
dan mereka ikatan
keluarga dan darah.
Mrk adalah kaumnya
dan sanak keluarganya
dan dia adalah
seketurunan dan
sesuku dengan mrk.Ia
mengharapkan
kebaikan dan
kebajikan bagi mrk
dan sesekali tidak akan
menjerumuskan mrk
ke dalam hal-hal yang
akan membawa
kerugian,
kesengsaraan dan
kebinasaan bagi mrk.
Ia menerangkan
kepada mrk bahwa
ianya adalah pesuruh
dan utusan Allah, dan
apa yang diajarkan
dan didakwahkan
kepada mrk adalah
amanat Allah yang
harus dia sampaikan
kepada mrk untuk
kebaikan mrk semasa
hidup mrk dan
sesudah mrk mati di
akhirat kelak. Ia
mengharapkan
kaumnya
mempertimbangkan
dan memikirkan
sungguh-sungguh apa
yang ia serukan dan
anjurkan dan agar mrk
segera meninggalkan
persembahan kepada
berhala-berhala itu dan
percaya beriman
kepada Allah Yang
Maha Esa seraya
bertaubat dan mohon
ampun kepada-Nya
atas dosa dan
perbuatan syirik yang
selama ini telah mrk
lakukan.Allah maha
dekat kepada mrk
mendengarkan doa
mrk dan memberi
ampun kepada yang
salah bila dimintanya.
Terperanjatlah kaum
Saleh mendengar
seruan dan
dakwahnya yang bagi
mrk merupakan hal
yang baru yang tidak
diduga akan datang
dari saudara atau anak
mrk sendiri.Maka
serentak ditolaklah
ajakan Nabi Saleh itu
seraya berkata mereka
kepadanya:”Wahai
Saleh! Kami
mengenalmu seorang
yang pandai, tangkas
dan cerdas, fikiranmu
tajam dan pendapat
serta semua
pertimbangan mu
selalu tepat. Pada
dirimu kami melihat
tanda-tanda kebajikan
dan sifat-sifat yang
terpuji. Kami
mengharapkan dari
engkau sebetulnya
untuk memimpinkami
menyelesaikan hal-hal
yang rumit yang kami
hadapi, memberi
petunjuk dalam soal-
soal yang gelap bagi
kami dan menjadi
ikutan dan
kepercayaan kami di
kala kami menghadapi
krisis dan
kesusahan.Akan tetapi
segala harapan itu
menjadi meleset dan
kepercayaan kami
kepadamu tergelincir
hari ini dengan
tingkah lakumu dan
tindak tandukmu yang
menyalahi adat-
istiadat dan tatacara
hidup kami. Apakah
yang engkau serukan
kepada kami? Enkau
menghendaki agar
kami meninggalkan
persembahan kami
dan nenek moyang
kami, persembahan
dan agama yang telah
menjadi darah daging
kami menjadi
sebahagian hidup kami
sejak kami dilahirkan
dan tetap menjadi
pegangan untuk
selama-lamanya.Kami
sesekali tidak akan
meninggalkannya
karena seruanmu dan
kami tidak akan
mengikutimu yang
sesat itu. Kami tidak
mempercayai cakap-
cakap kosongmu
bahkan meragukan
kenabianmu. Kami
tidak akan
mendurhakai nenek
moyang kami dengan
meninggalkan
persembahan mrk dan
mengikuti jejakmu.”
Nabi Saleh
memperingatkan
mereka agar jangan
menentangnya dan
agar mengikuti
ajakannya beriman
kepada Allah yang
telah mengurniai mrk
rezeki yang luas dan
penghidupan yang
sejahtera. Diceritakan
kepada mrk kisah
kaum-kaum yang
mendapat seksa dan
azab dari Allah karena
menentang rasul-Nya
dan mendustakan
risalah-Nya. Hal yang
serupa itu dpt terjadi
di atas mrk jika mrk
tidak mahu menerima
dakwahnya dan
mendengar
nasihatnya, yang
diberikannya secara
ikhlas dan jujur
sebagai seorang
anggota dari keluarga
besar mrk dan yang
tidak mengharapkan
atau menuntut upah
drp mrk atas usahanya
itu. Ia hanya
menyampaikan
amanat Allah yang
ditugaskan kepadanya
dan Allahlah yang akan
memberinya upah dan
ganjaran untuk
usahanya memberi
pimpinan dan
tuntutan kepada mrk.
Sekelompok kecil dari
kaum Tsamud yang
kebanyakkannya
terdiri dari orang-
orang yang
kedudukan sosial
lemah menerima
dakwah Nabi Saleh dan
beriman kepadanya
sedangkan sebahagian
yang terbesar
terutamanya mrk yang
tergolong orang-orang
kaya dan
berkedudukan tetap
berkeras kepala dan
menyombongkan diri
menolak ajakan Nabi
Saleh dan mengingkari
kenabiannya dan
berkata kepadanya: ”
Wahai Saleh! Kami kira
bahwa engkau telah
kerasukan syaitan dan
terkena sihir.Engkau
telah menjadi sinting
dan menderita sakit
gila. Akalmu sudah
berubah dan fikiranmu
sudah kacau sehingga
engkau dengan tidak
sedar telah
mengeluarkan kata-
kata ucapan yang
tidak masuk akal dan
mungkin engkau
sendiri tidak
memahaminya. Engkau
mengaku bahwa
engkau telah
diutuskan oleh
Tuhanmu sebagai nabi
dan rasul-Nya. Apakah
kelebihanmu drp kami
semua sehingga
engkau dipilih menjadi
rasul, padahal ada
orang-orang di antara
kami yang lebih patut
dan lebih cekap untuk
menjadi nabi atau
rasul drp engkau.
Tujuanmu dengan
bercakap kosong dan
kata-katamu hanyalah
untuk mengejar
kedudukan dan ingin
diangkat menjadi
kepala dan pemimpin
bagi kaummu.Jika
engkau merasa bahwa
engkau sihat badan
dan sihat fikiran dan
mengaku bahwa
engkau tidak
mempunyai arah dan
tujuan yang
terselubung dalam
dakwahmu itu maka
hentikanlah usahamu
menyiarkan agama
barumu dengan
mencerca
persembahan kami
dan nenek moyangmu
sendiri.Kami tidak akan
mengikuti jalanmu dan
meninggalkan jalan
yang telah ditempuh
oleh orang-orang tua
kami lebih dahulu.
Nabi Saleh menjawab:
” Aku telah berulang-
ulang mengatakan
kepadamu bahwa aku
tidak mengharapkan
sesuatu apapun drpmu
sebagai imbalan atas
usahaku memberi
tuntunandan
penerangan kepada
kamu. Aku tidak
mengharapkan upah
atau mendambakan
pangkat dan
kedudukan bagi
usahaku ini yang aku
lakukan semata-mata
atas perintah Allah dan
drp-Nya kelak aku
harapkan balasan dan
ganjaran untuk itu.
Dan bagaimana aku
dapat mengikutimu
dan menterlantarkan
tugas dan amanat
Tuhan kepadaku,
padahal aku talah
memperoleh bukti-
bukti yang nyata atas
kebenaran
dakwahku.Jgnlah
sesekali kamu
harapkan bahawa aku
akan melanggar
perintah Tuhanku dan
melalaikan
kewajibanku kepada-
Nya hanya semata-
mata untuk
melanjutkan
persembahan nenek
moyang kami yang
bathil itu. Siapakah
yang akan
melindungiku dari
murka dan azab Tuhan
jika aku berbuat
demikian?
Sesungguhnya kamu
hanya akan merugikan
dan membinasakan
aku dengan seruanmu
itu. ”
Setelah gagal dan
berhasil menghentikan
usaha dakwah Nabi
Saleh dan dilihatnya ia
bahkan makin giat
menarik orang-orang
mengikutinya dan
berpihak kepadanya
para pemimpin dan
pemuka kaum Tsamud
berusaha hendak
membendung arus
dakwahnya yang
makin lama makin
mendpt perhatian
terutama dari
kalangan bawahan
menengah dalam
masyarakat. Mrk
menentang Nabi Saleh
dan untuk
membuktikan
kebenaran
kenabiannya dengan
suatu bukti mukjizat
dalam bentuk benda
atau kejadian luar
biasa yang berada di
luar kekuasaan
manusia.
Allah Memberi Mukjizat
Kepada Nabi Saleh A.S.
Nabi Saleh sedar
bahawa tentangan
kaumnya yang
menuntut bukti
drpnya berupa
mukjizat itu adalah
bertujuan hendak
menghilangkan
pengaruhnya dan
mengikis habis
kewibawaannya di
mata kaumnya
terutama para
pengikutnya bila ia
gagal memenuhi
tentangan dan
tuntutan mrk. Nabi
Saleh membalas
tentangan mrk dengan
menuntut janji dengan
mrk bila ia berhasil
mendatangkan
mukjizat yang mrk
minta bahwa mrk akan
meninggalkan agama
dan persembahan mrk
dan akan mengikuti
Nabi Saleh dan
beriman kepadanya.
Sesuai dengan
permintaan dan
petunjuk pemuka-
pemuka kaum Tsamud
berdoalah Nabi Saleh
memohon kepada
Allah agar memberinya
suatu mukjizat untuk
membuktikan
kebenaran risalahnya
dan sekaligus
mematahkan
perlawanan dan
tentangan kaumnya
yang masih berkeras
kepala itu. Ia
memohon dari Allah
dengan kekuasaan-
Nya menciptakan
seekor unta betina
dikeluarkannya dari
perut sebuah batu
karang besar yang
terdpt di sisi sebuah
bukit yang mereka
tunjuk.
Maka sejurus
kemudian dengan izin
Allah Yang Maha Kuasa
lagi Maha Pencipta
terbelahlah batu
karang yang ditunjuk
itu dan keluar dari
perutnya seekor unta
betina.
Dengan menunjuk
kepada binatang yang
baru keluar dari perut
batu besar itu
berkatalah Nabi Saleh
kepada mrk: ” Inilah dia
unta Allah, janganlah
kamu ganggu dan
biarkanlah ia mencari
makanannya sendiri di
atas bumi Allah ia
mempunyai giliran
untuk mendptkan air
minum dan kamu
mempunyai giliran
untuk mendptkan
minum bagimu dan
bagi ternakanmu juga
dan ketahuilah bahwa
Allah akan
menurunkan azab-Nya
bila kamu sampai
mengganggu binatang
ini. ”
Kemudian
berkeliaranlah unta di
ladang-ladang
memakan rumput
sesuka hatinya tanpa
mendpt gangguan.
Dan ketika giliran
minumnya tiba
pergilah unta itu ke
sebuah perigi yyang
diberi nama perigi
unta dan minumlah
sepuas hatinya. Dan
pada hari-hari giliran
unta Nabi Saleh itu
datang minum tiada
seekor binatang lain
berani
menghampirinya, hal
mana menimbulkan
rasa tidak senang pada
pemilik-pemilik
binatang itu yang
makin hari makin
merasakan bahwa
adanya unta Nabi
Saleh di tengah-tengah
mereka itu merupakan
gangguan laksana duri
yang melintang di
dalam kerongkong.
Dengan berhasilnya
Nabi Saleh mendtgkan
mukjizat yang mrk
tuntut gagallah para
pemuka kaum Tsamud
dalam usahanya untuk
menjatuhkan
kehormatan dan
menghilangkan
pegaruh Nabi Saleh
bahkan sebaliknya
telah menambah tebal
kepercayaan para
pengikutnya dan
menghilang banyak
keraguan dari
kaumnya. Maka
dihasutlah oleh mrk
pemilik-pemilik
ternakan yang merasa
jengkel dan tidak
senang dengan
adanya unta Nabi
Saleh yang merajalela
di ladang dan kebun-
kebun mrk serta
ditakuti oleh binatang-
binatang
peliharaannya.
Unta Nabi Saleh
Dibunuh
Persekongkolan
diadakan oleh orang-
orang dari kaum
Tsamud untuk
mengatur rancangan
pembunuhan unta
Nabi Saleh. Dan selagi
orang masih dibayangi
oleh rasa takut dari
azab yang diancam
oleh Nabi Saleh bila
untanya diganggu di
samping adanya
dorongan keinginan
yang kuat untuk
melenyapkan binatang
itu dari atas bumi mrk,
muncullah tiba-tiba
seorang janda
bangsawan yang kaya
raya menawarkan
akan menyerah dirinya
kepada siapa yang dpt
membunuh unta Saleh.
Di samping janda itu
ada seorang wanita
lain yang mempunyai
beberapa puteri
cantik-cantik
menawarkan akan
menghadiahkan salah
seorang dari puteri-
puterinya kepada
orang yang berhasil
membunuh unta itu.
Dua macam hadiah
yyang menggiurkan
dari kedua wanita itu
di samping hasutan
para pemuka Tsamud
mengundang dua
orang lelaki bernama
Mushadda ’ bin Muharrij
dan Gudar bin Salif
berkemas-kemas akan
melakukan
pembunuhan bagi
meraih hadiah yang
dijanjikan di samping
sanjungan dan pujian
yang akan diterimanya
dari para kafir suku
Tsamud bila unta Nabi
Saleh telah mati
dibunuh.
Dengan bantuan tujuh
orang lelaki lagi
bersembunyilah
kumpulan itu di suatu
tempat di mana
biasanya di lalui oleh
unta dalam
perjalanannya ke
perigi tempat ianya
minum. Dan begitu
unta-unta yang tidak
berdosa itu lalu
segeralah dipanah
betisnya oleh
Musadda ’ yang disusul
oleh Gudar dengan
menikamkan
pedangnya di
perutnya.
Dengan perasaan
megah dan bangga
pergilah para
pembunuh unta itu ke
ibu kota
menyampaikan berita
matinya unta Nabi
Saleh yang mendpt
sambutan sorak-sorai
dan teriakan gembira
dari pihak musyrikin
seakan-akan mrk
kembali dari medan
perang dengan
membawa
kemenangan yang
gilang gemilang.
Berkata mrk kepada
Nabi Saleh:” Wahai
Saleh! Untamu telah
amti dibunuh, cubalah
datangkan akan apa
yang engkau katakan
dulu akan ancamannya
bila unta itu diganggu,
jika engkau betul-betul
termasuk orang-orang
yang terlalu benar
dalam kata-katanya. ”
Nabi Saleh menjawab:”
Aku telah peringatkan
kamu, bahwa Allah
akan menurunkan
azab-Nya atas kamu
jika kamu
mengganggu unta itu.
Maka dengan
terbunuhnya unta itu
maka tunggulah
engkau akan tibanya
masa azab yang Allah
talah janjikan dan telah
aku sampaikan kepada
kamu.Kamu telah
menentang Allah dan
terimalah kelak akibat
tentanganmu kepada-
Nya.Janji Allah tidak
akan meleset .Kamu
boleh bersuka ria dan
bersenang-senang
selama tiga hari ini
kemudian terimalah
ganjaranmu yang
setimpal pada hari
keempat. Demikianlah
kehendak Allah dan
taqdir-Nya yang tidak
dpt ditunda atau
dihalang. ”
Ada kemungkinan
menurut sementara
ahli tafsir bahwa Allah
melalui rasul-Nya Nabi
Saleh memberi waktu
tiga hari itu untuk
memberi kesempatan,
kalau-kalau mrk sedar
akan dosanya dan
bertaubat minta
ampun serta beriman
kepada Nabi Saleh
kepada risalahnya.
Akan tetapi dalam
kenyataannya tempoh
tiga hari itu bahkan
menjadi bahan ejekan
kepada Nabi Saleh
yang ditentangnya
untuk mempercepat
datangnya azab itu
dan tidak usah
ditangguhkan tiga hari
lagi.
Turunnya Azab Allah
Yang Dijanjikan
Nabi Saleh
memberitahu
kaumnya bahwa azab
Allah yang akan
menimpa di atas mrk
akan didahului dengan
tanda-tanda, iaitu
pada hari pertama bila
mrk terbangun dari
tidurnya akan
menemui wajah mrk
menjadi kuning dan
berubah menjadi
merah pada hari kedua
dan hitam pada hari
ketiga dan pada hari
keempat turunlah azab
Allah yang pedih.
Mendebgar ancaman
azab yang
diberitahukan oleh
Nabi Saleh kepada
kaumnya kelompok
sembilan orang ialah
kelompok pembunuh
unta merancang
pembunuhan atas diri
Nabu Saleh mendahului
tibanya azab yang
diancamkan itu.Mrk
mengadakan
pertemuan rahsia dan
bersumpah bersama
akan melaksanakan
rancangan
pembunuhan itu di
waktu malam, di saat
orang masih tidur
nyenyak untuk
menghindari tuntutan
balas darah oleh
keluarga Nabi Saleh,
jika diketahui identiti
mrk sebagai
pembunuhnya.
Rancangan mrk ini
dirahsiakan sehingga
tidak diketahui dan
didengar oleh siapa
pun kecuali kesembilan
orang itu sendiri.
Ketika mrk datang ke
tempat Nabi Saleh bagi
melaksanakan
rancangan jahatnya di
malam yang gelap-
gulita dan sunyi-
senyap berjatuhanlah
di atas kepala mereka
batu-batu besar yang
tidak diketahui dari
arah mana datangnya
dan yang seketika
merebahkan mrk di
atas tanah dalam
keadaan tidak
bernyawa lagi.
Demikianlah Allah telah
melindingi rasul-Nya
dari perbuatan jahat
hamba-hamba-Nya
yang kafir.
Satu hari sebelum hari
turunnya azab yang
telah ditentukan itu,
dengan izin Allah
berangkatlah Nabi
Saleh bersama para
mukminin
pengikutnya menuju
Ramlah, sebuah
tempat di Palestin,
meninggalkan Hijir dan
penghuninya, kaum
Tsamud habis binasa,
ditimpa halilintar yang
dahsyat beriringan
dengan gempa bumi
yang mengerikan.
Kisah Nabi Saleh Dalam
Al-Quran
Kisah Nabi Saleh
diceritakan oleh 72
ayat dalam 11 surah di
antaranya surah Al-
A ’raaf, ayat 73 hingga
79 , surah ” Hud ” ayat
61 sehingga ayat 68
dan surah ” Al-Qamar ”
ayat 23 sehingga ayat
32.
Pengajaran Dari Kisah
Nabi Saleh A.S.
Pengajaran yang
menonjol yang dpt
dipetik dari kisah Nabi
Saleh ini ialah bahwa
dosa dan perbuatan
mungkar yang
dilakukan oleh
sekelompok kecil
warga masyarakat dpt
berakibat negatif yang
membinasakan
masyarakat itu
seluruhnya.
Lihatlah betapa kaum
Tsamud menjadi
binasa, hancur dan
bahkan tersapu bersih
dari atas bumi karena
dosa dan pelanggaran
perintah Allah yang
dilakukan oleh
beberapa gelintir
orang pembunuh unta
Nabi Saleh A.S.
Di sinilah letaknya
hikmah perintah Allah
agar kita melakukan
amar makruf nahi
mungkar. Karena
dengan melakukan
tugas amar makruf
nahi mungkar yang
menjadi fardu kifayah
itu, setidak-tidaknya
kalau tidak berhasil
mencegah
kemungkaran yang
terjadi di dalam
masyarakat dan
lindungan kita ,kita
telah membebaskan
diri dari dosa
menyetujui atau
merestui perbuatan
mungkar itu
Bersikap pasif acuh
tak acuh terhadap
maksiat dan
kemungkaran yang
berlaku di depan mata
dapat diertikan
sebagai persetujuan
dan penyekutuan
terhadap perbuatan
mungkar itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Minggu, 26 September 2010

kisah nabi

Tsamud adalah nama
suatu suku yang oleh
sementara ahli sejarah
dimasukkan bahagian
dari bangsa Arab dan
ada pula yang
menggolongkan
mereka ke dalam
bangsa Yahudi. Mereka
bertempat tinggal di
suatu dataran
bernama ” Alhijir ”
terletak antara Hijaz
dan Syam yang
dahulunya termasuk
jajahan dan dikuasai
suku Aad yang telah
habis binasa disapu
angin taufan yang di
kirim oleh Allah
sebagai pembalasan
atas pembangkangan
dan pengingkaran
mereka terhadap
dakwah dan risalah
Nabi Hud A.S.
Kemakmuran dan
kemewahan hidup
serta kekayaan alam
yang dahulu dimiliki
dan dinikmati oleh
kaum Aad telah
diwarisi oleh kaum
Tsamud.Tanah-tanah
yang subur yang
memberikan hasil
berlimpah ruah,
binatang-binatang
perahan dan lemak
yang berkembang
biak, kebun-kebun
bunga yag indah-
indah, bangunan
rumah-rumah yang
didirikan di atas tanah
yang datar dan
dipahatnya dari
gunung.Semuanya itu
menjadikan mereka
hidup
tenteram ,sejahtera
dan bahgia, merasa
aman dari segala
gangguan alamiah dan
bahawa kemewahan
hidup mereka akan
kekal bagi mereka dan
anak keturunan
mereka.
Kaum Tsamud tidak
mengenal Tuhan.
Tuhan Mereka adalah
berhala-berhala yang
mereka sembah dan
puja, kepadanya mrk
berqurban, tempat
mrk minta
perlindungan dari
segala bala dan
musibah dan
mengharapkan
kebaikan serta
kebahagiaan.Mrk tidak
dpt melihat atau
memikirkan lebih jauh
dan apa yang dpt mrk
jangkau dengan
pancaindera.
Nabi Saleh Berdakwah
Kepada Kaum Tsamud
Allah Yang Maha
Pengasih dan Maha
Penyayang tidak akan
membiarkan hamba-
hamba_Nya berada
dalam kegelapan terus-
menerus tanpa
diutusnya nabi
pesuruh disisi-Nya
untuk memberi
penerangan dan
memimpin mrk keluar
dari jalan yang sesat
ke jalan yang benar.
Demikian pula Allah
tidak akan
menurunkan azab dan
seksaan kepada suatu
umat sebelum mrk
diperingatkan dan
diberi petunjukkan
oleh-Nya dengan
perantara seorang
yang dipilih untuk
menjadi utusan dan
rasul-Nya. Sunnatullah
ini berlaku pula kepada
kaum Tsamud, yang
kepada mrk telah
diutuskan Nabi Saleh
seorang yang telah
dipilih-Nya dari suku
mrk sendiri, dari
keluarga yang
terpandang dan
dihormati oleh
kaumnya, terkenal
tangkas, cerdik pandai,
rendah hati dan
ramah-tamah dalam
pergaulan.
Dikenalkan mrk oleh
Nabi Saleh kepada
Tuhan yang sepatut
mrk sembah, Tuhan
Allah Yang Maha Esa,
yang telah mencipta
mrk, menciptakan alam
sekitar mrk,
menciptakan tanah-
tanah yang subur
yang menghasilkan
bhn-bhn keperluan
hidup mrk, mencipta
binatang-binatang
yang memberi
manfaat dan berguna
bagi mrk dan dengan
demikian memberi
kepada mrk
kenikmatan dan
kemewahan hidup dan
kebahagiaan lahir dan
batin.Tuhan Yang Esa
itulah yang harus mrk
sembah dan bukan
patung-patung yang
mrk pahat sendiri dari
batu-batu gunung
yang tidak berkuasa
memberi sesuatu
kepada mrk atau
melindungi mrk dari
ketakutan dan bahaya.
Nabi Saleh
memperingatkan mrk
bahwa ia adlah
seorang drp mrk,
terjalin antara dirinya
dan mereka ikatan
keluarga dan darah.
Mrk adalah kaumnya
dan sanak keluarganya
dan dia adalah
seketurunan dan
sesuku dengan mrk.Ia
mengharapkan
kebaikan dan
kebajikan bagi mrk
dan sesekali tidak akan
menjerumuskan mrk
ke dalam hal-hal yang
akan membawa
kerugian,
kesengsaraan dan
kebinasaan bagi mrk.
Ia menerangkan
kepada mrk bahwa
ianya adalah pesuruh
dan utusan Allah, dan
apa yang diajarkan
dan didakwahkan
kepada mrk adalah
amanat Allah yang
harus dia sampaikan
kepada mrk untuk
kebaikan mrk semasa
hidup mrk dan
sesudah mrk mati di
akhirat kelak. Ia
mengharapkan
kaumnya
mempertimbangkan
dan memikirkan
sungguh-sungguh apa
yang ia serukan dan
anjurkan dan agar mrk
segera meninggalkan
persembahan kepada
berhala-berhala itu dan
percaya beriman
kepada Allah Yang
Maha Esa seraya
bertaubat dan mohon
ampun kepada-Nya
atas dosa dan
perbuatan syirik yang
selama ini telah mrk
lakukan.Allah maha
dekat kepada mrk
mendengarkan doa
mrk dan memberi
ampun kepada yang
salah bila dimintanya.
Terperanjatlah kaum
Saleh mendengar
seruan dan
dakwahnya yang bagi
mrk merupakan hal
yang baru yang tidak
diduga akan datang
dari saudara atau anak
mrk sendiri.Maka
serentak ditolaklah
ajakan Nabi Saleh itu
seraya berkata mereka
kepadanya:”Wahai
Saleh! Kami
mengenalmu seorang
yang pandai, tangkas
dan cerdas, fikiranmu
tajam dan pendapat
serta semua
pertimbangan mu
selalu tepat. Pada
dirimu kami melihat
tanda-tanda kebajikan
dan sifat-sifat yang
terpuji. Kami
mengharapkan dari
engkau sebetulnya
untuk memimpinkami
menyelesaikan hal-hal
yang rumit yang kami
hadapi, memberi
petunjuk dalam soal-
soal yang gelap bagi
kami dan menjadi
ikutan dan
kepercayaan kami di
kala kami menghadapi
krisis dan
kesusahan.Akan tetapi
segala harapan itu
menjadi meleset dan
kepercayaan kami
kepadamu tergelincir
hari ini dengan
tingkah lakumu dan
tindak tandukmu yang
menyalahi adat-
istiadat dan tatacara
hidup kami. Apakah
yang engkau serukan
kepada kami? Enkau
menghendaki agar
kami meninggalkan
persembahan kami
dan nenek moyang
kami, persembahan
dan agama yang telah
menjadi darah daging
kami menjadi
sebahagian hidup kami
sejak kami dilahirkan
dan tetap menjadi
pegangan untuk
selama-lamanya.Kami
sesekali tidak akan
meninggalkannya
karena seruanmu dan
kami tidak akan
mengikutimu yang
sesat itu. Kami tidak
mempercayai cakap-
cakap kosongmu
bahkan meragukan
kenabianmu. Kami
tidak akan
mendurhakai nenek
moyang kami dengan
meninggalkan
persembahan mrk dan
mengikuti jejakmu.”
Nabi Saleh
memperingatkan
mereka agar jangan
menentangnya dan
agar mengikuti
ajakannya beriman
kepada Allah yang
telah mengurniai mrk
rezeki yang luas dan
penghidupan yang
sejahtera. Diceritakan
kepada mrk kisah
kaum-kaum yang
mendapat seksa dan
azab dari Allah karena
menentang rasul-Nya
dan mendustakan
risalah-Nya. Hal yang
serupa itu dpt terjadi
di atas mrk jika mrk
tidak mahu menerima
dakwahnya dan
mendengar
nasihatnya, yang
diberikannya secara
ikhlas dan jujur
sebagai seorang
anggota dari keluarga
besar mrk dan yang
tidak mengharapkan
atau menuntut upah
drp mrk atas usahanya
itu. Ia hanya
menyampaikan
amanat Allah yang
ditugaskan kepadanya
dan Allahlah yang akan
memberinya upah dan
ganjaran untuk
usahanya memberi
pimpinan dan
tuntutan kepada mrk.
Sekelompok kecil dari
kaum Tsamud yang
kebanyakkannya
terdiri dari orang-
orang yang
kedudukan sosial
lemah menerima
dakwah Nabi Saleh dan
beriman kepadanya
sedangkan sebahagian
yang terbesar
terutamanya mrk yang
tergolong orang-orang
kaya dan
berkedudukan tetap
berkeras kepala dan
menyombongkan diri
menolak ajakan Nabi
Saleh dan mengingkari
kenabiannya dan
berkata kepadanya: ”
Wahai Saleh! Kami kira
bahwa engkau telah
kerasukan syaitan dan
terkena sihir.Engkau
telah menjadi sinting
dan menderita sakit
gila. Akalmu sudah
berubah dan fikiranmu
sudah kacau sehingga
engkau dengan tidak
sedar telah
mengeluarkan kata-
kata ucapan yang
tidak masuk akal dan
mungkin engkau
sendiri tidak
memahaminya. Engkau
mengaku bahwa
engkau telah
diutuskan oleh
Tuhanmu sebagai nabi
dan rasul-Nya. Apakah
kelebihanmu drp kami
semua sehingga
engkau dipilih menjadi
rasul, padahal ada
orang-orang di antara
kami yang lebih patut
dan lebih cekap untuk
menjadi nabi atau
rasul drp engkau.
Tujuanmu dengan
bercakap kosong dan
kata-katamu hanyalah
untuk mengejar
kedudukan dan ingin
diangkat menjadi
kepala dan pemimpin
bagi kaummu.Jika
engkau merasa bahwa
engkau sihat badan
dan sihat fikiran dan
mengaku bahwa
engkau tidak
mempunyai arah dan
tujuan yang
terselubung dalam
dakwahmu itu maka
hentikanlah usahamu
menyiarkan agama
barumu dengan
mencerca
persembahan kami
dan nenek moyangmu
sendiri.Kami tidak akan
mengikuti jalanmu dan
meninggalkan jalan
yang telah ditempuh
oleh orang-orang tua
kami lebih dahulu.
Nabi Saleh menjawab:
” Aku telah berulang-
ulang mengatakan
kepadamu bahwa aku
tidak mengharapkan
sesuatu apapun drpmu
sebagai imbalan atas
usahaku memberi
tuntunandan
penerangan kepada
kamu. Aku tidak
mengharapkan upah
atau mendambakan
pangkat dan
kedudukan bagi
usahaku ini yang aku
lakukan semata-mata
atas perintah Allah dan
drp-Nya kelak aku
harapkan balasan dan
ganjaran untuk itu.
Dan bagaimana aku
dapat mengikutimu
dan menterlantarkan
tugas dan amanat
Tuhan kepadaku,
padahal aku talah
memperoleh bukti-
bukti yang nyata atas
kebenaran
dakwahku.Jgnlah
sesekali kamu
harapkan bahawa aku
akan melanggar
perintah Tuhanku dan
melalaikan
kewajibanku kepada-
Nya hanya semata-
mata untuk
melanjutkan
persembahan nenek
moyang kami yang
bathil itu. Siapakah
yang akan
melindungiku dari
murka dan azab Tuhan
jika aku berbuat
demikian?
Sesungguhnya kamu
hanya akan merugikan
dan membinasakan
aku dengan seruanmu
itu. ”
Setelah gagal dan
berhasil menghentikan
usaha dakwah Nabi
Saleh dan dilihatnya ia
bahkan makin giat
menarik orang-orang
mengikutinya dan
berpihak kepadanya
para pemimpin dan
pemuka kaum Tsamud
berusaha hendak
membendung arus
dakwahnya yang
makin lama makin
mendpt perhatian
terutama dari
kalangan bawahan
menengah dalam
masyarakat. Mrk
menentang Nabi Saleh
dan untuk
membuktikan
kebenaran
kenabiannya dengan
suatu bukti mukjizat
dalam bentuk benda
atau kejadian luar
biasa yang berada di
luar kekuasaan
manusia.
Allah Memberi Mukjizat
Kepada Nabi Saleh A.S.
Nabi Saleh sedar
bahawa tentangan
kaumnya yang
menuntut bukti
drpnya berupa
mukjizat itu adalah
bertujuan hendak
menghilangkan
pengaruhnya dan
mengikis habis
kewibawaannya di
mata kaumnya
terutama para
pengikutnya bila ia
gagal memenuhi
tentangan dan
tuntutan mrk. Nabi
Saleh membalas
tentangan mrk dengan
menuntut janji dengan
mrk bila ia berhasil
mendatangkan
mukjizat yang mrk
minta bahwa mrk akan
meninggalkan agama
dan persembahan mrk
dan akan mengikuti
Nabi Saleh dan
beriman kepadanya.
Sesuai dengan
permintaan dan
petunjuk pemuka-
pemuka kaum Tsamud
berdoalah Nabi Saleh
memohon kepada
Allah agar memberinya
suatu mukjizat untuk
membuktikan
kebenaran risalahnya
dan sekaligus
mematahkan
perlawanan dan
tentangan kaumnya
yang masih berkeras
kepala itu. Ia
memohon dari Allah
dengan kekuasaan-
Nya menciptakan
seekor unta betina
dikeluarkannya dari
perut sebuah batu
karang besar yang
terdpt di sisi sebuah
bukit yang mereka
tunjuk.
Maka sejurus
kemudian dengan izin
Allah Yang Maha Kuasa
lagi Maha Pencipta
terbelahlah batu
karang yang ditunjuk
itu dan keluar dari
perutnya seekor unta
betina.
Dengan menunjuk
kepada binatang yang
baru keluar dari perut
batu besar itu
berkatalah Nabi Saleh
kepada mrk: ” Inilah dia
unta Allah, janganlah
kamu ganggu dan
biarkanlah ia mencari
makanannya sendiri di
atas bumi Allah ia
mempunyai giliran
untuk mendptkan air
minum dan kamu
mempunyai giliran
untuk mendptkan
minum bagimu dan
bagi ternakanmu juga
dan ketahuilah bahwa
Allah akan
menurunkan azab-Nya
bila kamu sampai
mengganggu binatang
ini. ”
Kemudian
berkeliaranlah unta di
ladang-ladang
memakan rumput
sesuka hatinya tanpa
mendpt gangguan.
Dan ketika giliran
minumnya tiba
pergilah unta itu ke
sebuah perigi yyang
diberi nama perigi
unta dan minumlah
sepuas hatinya. Dan
pada hari-hari giliran
unta Nabi Saleh itu
datang minum tiada
seekor binatang lain
berani
menghampirinya, hal
mana menimbulkan
rasa tidak senang pada
pemilik-pemilik
binatang itu yang
makin hari makin
merasakan bahwa
adanya unta Nabi
Saleh di tengah-tengah
mereka itu merupakan
gangguan laksana duri
yang melintang di
dalam kerongkong.
Dengan berhasilnya
Nabi Saleh mendtgkan
mukjizat yang mrk
tuntut gagallah para
pemuka kaum Tsamud
dalam usahanya untuk
menjatuhkan
kehormatan dan
menghilangkan
pegaruh Nabi Saleh
bahkan sebaliknya
telah menambah tebal
kepercayaan para
pengikutnya dan
menghilang banyak
keraguan dari
kaumnya. Maka
dihasutlah oleh mrk
pemilik-pemilik
ternakan yang merasa
jengkel dan tidak
senang dengan
adanya unta Nabi
Saleh yang merajalela
di ladang dan kebun-
kebun mrk serta
ditakuti oleh binatang-
binatang
peliharaannya.
Unta Nabi Saleh
Dibunuh
Persekongkolan
diadakan oleh orang-
orang dari kaum
Tsamud untuk
mengatur rancangan
pembunuhan unta
Nabi Saleh. Dan selagi
orang masih dibayangi
oleh rasa takut dari
azab yang diancam
oleh Nabi Saleh bila
untanya diganggu di
samping adanya
dorongan keinginan
yang kuat untuk
melenyapkan binatang
itu dari atas bumi mrk,
muncullah tiba-tiba
seorang janda
bangsawan yang kaya
raya menawarkan
akan menyerah dirinya
kepada siapa yang dpt
membunuh unta Saleh.
Di samping janda itu
ada seorang wanita
lain yang mempunyai
beberapa puteri
cantik-cantik
menawarkan akan
menghadiahkan salah
seorang dari puteri-
puterinya kepada
orang yang berhasil
membunuh unta itu.
Dua macam hadiah
yyang menggiurkan
dari kedua wanita itu
di samping hasutan
para pemuka Tsamud
mengundang dua
orang lelaki bernama
Mushadda ’ bin Muharrij
dan Gudar bin Salif
berkemas-kemas akan
melakukan
pembunuhan bagi
meraih hadiah yang
dijanjikan di samping
sanjungan dan pujian
yang akan diterimanya
dari para kafir suku
Tsamud bila unta Nabi
Saleh telah mati
dibunuh.
Dengan bantuan tujuh
orang lelaki lagi
bersembunyilah
kumpulan itu di suatu
tempat di mana
biasanya di lalui oleh
unta dalam
perjalanannya ke
perigi tempat ianya
minum. Dan begitu
unta-unta yang tidak
berdosa itu lalu
segeralah dipanah
betisnya oleh
Musadda ’ yang disusul
oleh Gudar dengan
menikamkan
pedangnya di
perutnya.
Dengan perasaan
megah dan bangga
pergilah para
pembunuh unta itu ke
ibu kota
menyampaikan berita
matinya unta Nabi
Saleh yang mendpt
sambutan sorak-sorai
dan teriakan gembira
dari pihak musyrikin
seakan-akan mrk
kembali dari medan
perang dengan
membawa
kemenangan yang
gilang gemilang.
Berkata mrk kepada
Nabi Saleh:” Wahai
Saleh! Untamu telah
amti dibunuh, cubalah
datangkan akan apa
yang engkau katakan
dulu akan ancamannya
bila unta itu diganggu,
jika engkau betul-betul
termasuk orang-orang
yang terlalu benar
dalam kata-katanya. ”
Nabi Saleh menjawab:”
Aku telah peringatkan
kamu, bahwa Allah
akan menurunkan
azab-Nya atas kamu
jika kamu
mengganggu unta itu.
Maka dengan
terbunuhnya unta itu
maka tunggulah
engkau akan tibanya
masa azab yang Allah
talah janjikan dan telah
aku sampaikan kepada
kamu.Kamu telah
menentang Allah dan
terimalah kelak akibat
tentanganmu kepada-
Nya.Janji Allah tidak
akan meleset .Kamu
boleh bersuka ria dan
bersenang-senang
selama tiga hari ini
kemudian terimalah
ganjaranmu yang
setimpal pada hari
keempat. Demikianlah
kehendak Allah dan
taqdir-Nya yang tidak
dpt ditunda atau
dihalang. ”
Ada kemungkinan
menurut sementara
ahli tafsir bahwa Allah
melalui rasul-Nya Nabi
Saleh memberi waktu
tiga hari itu untuk
memberi kesempatan,
kalau-kalau mrk sedar
akan dosanya dan
bertaubat minta
ampun serta beriman
kepada Nabi Saleh
kepada risalahnya.
Akan tetapi dalam
kenyataannya tempoh
tiga hari itu bahkan
menjadi bahan ejekan
kepada Nabi Saleh
yang ditentangnya
untuk mempercepat
datangnya azab itu
dan tidak usah
ditangguhkan tiga hari
lagi.
Turunnya Azab Allah
Yang Dijanjikan
Nabi Saleh
memberitahu
kaumnya bahwa azab
Allah yang akan
menimpa di atas mrk
akan didahului dengan
tanda-tanda, iaitu
pada hari pertama bila
mrk terbangun dari
tidurnya akan
menemui wajah mrk
menjadi kuning dan
berubah menjadi
merah pada hari kedua
dan hitam pada hari
ketiga dan pada hari
keempat turunlah azab
Allah yang pedih.
Mendebgar ancaman
azab yang
diberitahukan oleh
Nabi Saleh kepada
kaumnya kelompok
sembilan orang ialah
kelompok pembunuh
unta merancang
pembunuhan atas diri
Nabu Saleh mendahului
tibanya azab yang
diancamkan itu.Mrk
mengadakan
pertemuan rahsia dan
bersumpah bersama
akan melaksanakan
rancangan
pembunuhan itu di
waktu malam, di saat
orang masih tidur
nyenyak untuk
menghindari tuntutan
balas darah oleh
keluarga Nabi Saleh,
jika diketahui identiti
mrk sebagai
pembunuhnya.
Rancangan mrk ini
dirahsiakan sehingga
tidak diketahui dan
didengar oleh siapa
pun kecuali kesembilan
orang itu sendiri.
Ketika mrk datang ke
tempat Nabi Saleh bagi
melaksanakan
rancangan jahatnya di
malam yang gelap-
gulita dan sunyi-
senyap berjatuhanlah
di atas kepala mereka
batu-batu besar yang
tidak diketahui dari
arah mana datangnya
dan yang seketika
merebahkan mrk di
atas tanah dalam
keadaan tidak
bernyawa lagi.
Demikianlah Allah telah
melindingi rasul-Nya
dari perbuatan jahat
hamba-hamba-Nya
yang kafir.
Satu hari sebelum hari
turunnya azab yang
telah ditentukan itu,
dengan izin Allah
berangkatlah Nabi
Saleh bersama para
mukminin
pengikutnya menuju
Ramlah, sebuah
tempat di Palestin,
meninggalkan Hijir dan
penghuninya, kaum
Tsamud habis binasa,
ditimpa halilintar yang
dahsyat beriringan
dengan gempa bumi
yang mengerikan.
Kisah Nabi Saleh Dalam
Al-Quran
Kisah Nabi Saleh
diceritakan oleh 72
ayat dalam 11 surah di
antaranya surah Al-
A ’raaf, ayat 73 hingga
79 , surah ” Hud ” ayat
61 sehingga ayat 68
dan surah ” Al-Qamar ”
ayat 23 sehingga ayat
32.
Pengajaran Dari Kisah
Nabi Saleh A.S.
Pengajaran yang
menonjol yang dpt
dipetik dari kisah Nabi
Saleh ini ialah bahwa
dosa dan perbuatan
mungkar yang
dilakukan oleh
sekelompok kecil
warga masyarakat dpt
berakibat negatif yang
membinasakan
masyarakat itu
seluruhnya.
Lihatlah betapa kaum
Tsamud menjadi
binasa, hancur dan
bahkan tersapu bersih
dari atas bumi karena
dosa dan pelanggaran
perintah Allah yang
dilakukan oleh
beberapa gelintir
orang pembunuh unta
Nabi Saleh A.S.
Di sinilah letaknya
hikmah perintah Allah
agar kita melakukan
amar makruf nahi
mungkar. Karena
dengan melakukan
tugas amar makruf
nahi mungkar yang
menjadi fardu kifayah
itu, setidak-tidaknya
kalau tidak berhasil
mencegah
kemungkaran yang
terjadi di dalam
masyarakat dan
lindungan kita ,kita
telah membebaskan
diri dari dosa
menyetujui atau
merestui perbuatan
mungkar itu
Bersikap pasif acuh
tak acuh terhadap
maksiat dan
kemungkaran yang
berlaku di depan mata
dapat diertikan
sebagai persetujuan
dan penyekutuan
terhadap perbuatan
mungkar itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar