Kamis, 23 September 2010

Pentingnya Pupuk ORGANIK bagi Tanah

Dewasa ini pupuk
organik semakin
populer dan banyak
digunakan, hal ini
disebabkan oleh
semakin sulitnya para
petani mendapatkan
pupuk an organik.
Entah pemerintah
kuwalahan dalam
menyediakan pupuk
untuk para petani
ataupun memang
sengaja dimainkan
oleh oknum-oknum
tertentu untuk
mengambil
keuntungan.
Selain itu menurut
beberapa penelitian
penggunaan pupuk an
organik (kimia) dalam
jangka panjang tanpa
di imbangi
penggunaan pupuk
organik dapat
menyebabkan
rusaknya sifat fisik
dan kimia tanah
termasuk rusaknya
kehidupan
mikroorganisme dalam
tanah. Hal ini tentunya
sangat
membahayakan
keberlanjutan
pertanian kita.
Maka dari itu untuk
menopang
keberlanjutan tanaman
dan keseimbangan
unsur hara dan
mokroorganisme
dalam tanah, maka
perlu dikombinasikan
dengan pemakaian
pupuk organic. Bahkan
petani secara
perlahan-lahan harus
meninggalkan pupuk
anorganik menuju
pupuk organik yang
ramah terhadap
lingkungan. Upaya
pengadaan pupuk
organik berkualitas
dengan teknologi
sederhana dan biaya
yang murah mutlak di
perlukan guna
berlangsungnya
proses produksi
petani.
Pupuk organik salah
satunya adalah
dengan menggunakan
kompos. Kompos
merupakan hasil
dekomposisi bahan-
bahan organik atau
proses perombakan
senyawa yang
komplek menjadi
senyawa yang
sederhana dengan
bantuan
mikroorganisme.
Bahan dasar
pembuatan kompos
dapat berupa kotoran
ternak, sampah
organik, dan sisa
tumbuh-tumbuhan.
Pupuk organik yang
baik dapat dibuat dari
bahan yang mudah
didapat seperti dari
kotoran hewan ternak.
Dalam pembuatannya,
kotoran ternak dapat
didekomposisi dengan
menggunakan bahan
pemacu
mikroorganisme
seperti stardec atau
bahan sejenis, di
tambah dengan
bahan-bahan untuk
memperkaya
kandungan kompos
seperti serbuk gergaji,
abu, jerami dan kapur.
Ataupun dengan
mengguankan
fermentasi sederhana.
jerami yang sudah
mulai membusuk
Kotoran sapi sebagai
limbah usaha
peternakan
merupakan bahan
pembuat kompos yang
baik karena memiliki
kandungan nitrogen
dan potasium. Kualitas
pupuk organik yang
baik dapat diperoleh
melalui proses
pengubahan limbah
organik menjadi pupuk
organik melalui
aktifitas biologis pada
kondisi yang
terkontrol.
Menurut Muhammad
Irsyadul Ibad,
pengalihan petani dari
pupuk an organik
menjadi organik ini
tidak semata-mata
merubah pupuknya.
Direktur Infest
Jogjakarta ini
mengatakan bahwa
perubahan itu
membutuhkan proses
yang panjang. Untuk
merancang tanaman
organik, maka
tanahnya perlu
disterilkan dari pupuk
an organik dengan
cara membiarkan
tanah itu tidak
ditanami minimal satu
musim tanam.
Setelah itu biarkan
tanah tumbuh dengan
berbagai rerumputan.
Setelah dirasa cukup,
maka tanah sudah
mulai dikerjakan
dengan menggunakan
model pertanian
organik. “Kalau hanya
merubah pupuk saja
kita bisa mencari
pupuk-pupuk organik
yang dijual secara
bebas. Namun saya
tidak menjamin bahwa
pertaniannya akan
berhasil ”, imbuh Ibad.
Kegagalan Pertanian
dengan pupuk kimia
Selain itu, menurut
laki-laki yang mengaku
sudah mulai
mengembangkan
pertanian organik ini
di Wonolelo dan
Kulonprogo Jogjakarta
ini, mengembangkan
pertanian organik
tidak hanya merubah
dari pupuk an organik
menjadi organik. Hal
yang paling penting
menurutnya adalah
nalar yang digunakan
oleh para petani harus
sesuai dengan siklus
rantai makanan.
“Rantai makanan yang
ada di sawah tidak
boleh putus ”,
terangnya.
Karena menurutnya
selain penggunaan
pupuk kimia,
banyaknya hama
tanaman dan
kegagalan panen
dikarenakan ekosistem
pertanian yang sudah
tidak berimbang. Kalau
memang jejaring
makanan dalam rantai
makanan sudah putus,
maka kita harus
membuatnya
nyambung lagi dengan
cara melengkapinya
dengan cara buatan.
Hal ini bukan perkara
sulit menurutnya.
Tinggal kita bisa sabar
dan mulai menjobanya
atau tidak,
pungkasnya.
Manfaat Pupuk
Organik
• Menggantikan atau
mengefektifkan
penggunaan pupuk An
Organik.
• Bebas dari biji-bijian
liar.
• Bebas dari bakteri
pathogenic dan
parasit.
• Bebas Phytotoxin.
• Tidak berbau /
mudah penggunanya.
• Tidak membakar
tanaman.
• Hemat Biaya dan
tenaga.
• Menyediakan unsur
hara.
• Meningkatkan
Mikroba Tanah.
• Mempermudah
pengolahan tanah
karena membaiknya
struktur tanah.
• Memperbaiki Ph
tanah.
• Meningkatkan daya
tahan tanah terhadap
Erosi.
• Meningkatkan
produksi 10-30%
• Biji-bijian lebih Berisi.
• Tidak cepat busuk
• Tanaman jauh dari
Hama/Penyakit/Jamur.
• Berfungsi sebagai
Growth Stimulant dan
Soil Conditioner.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kamis, 23 September 2010

Pentingnya Pupuk ORGANIK bagi Tanah

Dewasa ini pupuk
organik semakin
populer dan banyak
digunakan, hal ini
disebabkan oleh
semakin sulitnya para
petani mendapatkan
pupuk an organik.
Entah pemerintah
kuwalahan dalam
menyediakan pupuk
untuk para petani
ataupun memang
sengaja dimainkan
oleh oknum-oknum
tertentu untuk
mengambil
keuntungan.
Selain itu menurut
beberapa penelitian
penggunaan pupuk an
organik (kimia) dalam
jangka panjang tanpa
di imbangi
penggunaan pupuk
organik dapat
menyebabkan
rusaknya sifat fisik
dan kimia tanah
termasuk rusaknya
kehidupan
mikroorganisme dalam
tanah. Hal ini tentunya
sangat
membahayakan
keberlanjutan
pertanian kita.
Maka dari itu untuk
menopang
keberlanjutan tanaman
dan keseimbangan
unsur hara dan
mokroorganisme
dalam tanah, maka
perlu dikombinasikan
dengan pemakaian
pupuk organic. Bahkan
petani secara
perlahan-lahan harus
meninggalkan pupuk
anorganik menuju
pupuk organik yang
ramah terhadap
lingkungan. Upaya
pengadaan pupuk
organik berkualitas
dengan teknologi
sederhana dan biaya
yang murah mutlak di
perlukan guna
berlangsungnya
proses produksi
petani.
Pupuk organik salah
satunya adalah
dengan menggunakan
kompos. Kompos
merupakan hasil
dekomposisi bahan-
bahan organik atau
proses perombakan
senyawa yang
komplek menjadi
senyawa yang
sederhana dengan
bantuan
mikroorganisme.
Bahan dasar
pembuatan kompos
dapat berupa kotoran
ternak, sampah
organik, dan sisa
tumbuh-tumbuhan.
Pupuk organik yang
baik dapat dibuat dari
bahan yang mudah
didapat seperti dari
kotoran hewan ternak.
Dalam pembuatannya,
kotoran ternak dapat
didekomposisi dengan
menggunakan bahan
pemacu
mikroorganisme
seperti stardec atau
bahan sejenis, di
tambah dengan
bahan-bahan untuk
memperkaya
kandungan kompos
seperti serbuk gergaji,
abu, jerami dan kapur.
Ataupun dengan
mengguankan
fermentasi sederhana.
jerami yang sudah
mulai membusuk
Kotoran sapi sebagai
limbah usaha
peternakan
merupakan bahan
pembuat kompos yang
baik karena memiliki
kandungan nitrogen
dan potasium. Kualitas
pupuk organik yang
baik dapat diperoleh
melalui proses
pengubahan limbah
organik menjadi pupuk
organik melalui
aktifitas biologis pada
kondisi yang
terkontrol.
Menurut Muhammad
Irsyadul Ibad,
pengalihan petani dari
pupuk an organik
menjadi organik ini
tidak semata-mata
merubah pupuknya.
Direktur Infest
Jogjakarta ini
mengatakan bahwa
perubahan itu
membutuhkan proses
yang panjang. Untuk
merancang tanaman
organik, maka
tanahnya perlu
disterilkan dari pupuk
an organik dengan
cara membiarkan
tanah itu tidak
ditanami minimal satu
musim tanam.
Setelah itu biarkan
tanah tumbuh dengan
berbagai rerumputan.
Setelah dirasa cukup,
maka tanah sudah
mulai dikerjakan
dengan menggunakan
model pertanian
organik. “Kalau hanya
merubah pupuk saja
kita bisa mencari
pupuk-pupuk organik
yang dijual secara
bebas. Namun saya
tidak menjamin bahwa
pertaniannya akan
berhasil ”, imbuh Ibad.
Kegagalan Pertanian
dengan pupuk kimia
Selain itu, menurut
laki-laki yang mengaku
sudah mulai
mengembangkan
pertanian organik ini
di Wonolelo dan
Kulonprogo Jogjakarta
ini, mengembangkan
pertanian organik
tidak hanya merubah
dari pupuk an organik
menjadi organik. Hal
yang paling penting
menurutnya adalah
nalar yang digunakan
oleh para petani harus
sesuai dengan siklus
rantai makanan.
“Rantai makanan yang
ada di sawah tidak
boleh putus ”,
terangnya.
Karena menurutnya
selain penggunaan
pupuk kimia,
banyaknya hama
tanaman dan
kegagalan panen
dikarenakan ekosistem
pertanian yang sudah
tidak berimbang. Kalau
memang jejaring
makanan dalam rantai
makanan sudah putus,
maka kita harus
membuatnya
nyambung lagi dengan
cara melengkapinya
dengan cara buatan.
Hal ini bukan perkara
sulit menurutnya.
Tinggal kita bisa sabar
dan mulai menjobanya
atau tidak,
pungkasnya.
Manfaat Pupuk
Organik
• Menggantikan atau
mengefektifkan
penggunaan pupuk An
Organik.
• Bebas dari biji-bijian
liar.
• Bebas dari bakteri
pathogenic dan
parasit.
• Bebas Phytotoxin.
• Tidak berbau /
mudah penggunanya.
• Tidak membakar
tanaman.
• Hemat Biaya dan
tenaga.
• Menyediakan unsur
hara.
• Meningkatkan
Mikroba Tanah.
• Mempermudah
pengolahan tanah
karena membaiknya
struktur tanah.
• Memperbaiki Ph
tanah.
• Meningkatkan daya
tahan tanah terhadap
Erosi.
• Meningkatkan
produksi 10-30%
• Biji-bijian lebih Berisi.
• Tidak cepat busuk
• Tanaman jauh dari
Hama/Penyakit/Jamur.
• Berfungsi sebagai
Growth Stimulant dan
Soil Conditioner.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar