Selasa, 21 September 2010

budidaya kacang panjang

SYARAT PERTUMBUHAN
Tanaman tumbuh baik pada
tanah Latosol / lempung
berpasir, subur, gembur, banyak
mengandung bahan organik dan
drainasenya baik, pH sekitar
5,5-6,5. Suhu antara 20-30
derajat Celcius, iklimnya kering,
curah hujan antara 600-1.500
mm/tahun dan ketinggian
optimum kurang dari 800 m dpl.
PEMBIBITAN
- Benih kacang panjang yang
baik dan bermutu adalah
sebagai berikut: penampilan
bernas/kusam, daya kecambah
tinggi di atas 85%, tidak rusak/
cacat, tidak mengandung wabah
hama dan penyakit. Keperluan
benih untuk 1 hektar antara
15-20 kg.
- Benih tidak usah disemaikan
secara khusus, tetapi benih
langsung tanam pada lubang
tanam yang sudah disiapkan.
PENGOLAHAN MEDIA TANAM
- Bersihkan lahan dari rumput-
rumput liar, dicangkul/dibajak
hingga tanah menjadi gembur.
- Buatlah bedengan dengan
ukuran lebar 60-80 cm, jarak
antara bedengan 30 cm, tinggi
30 cm, panjang tergantung
lahan. Untuk sistem guludan
lebar dasar 30-40 cm dan lebar
atas 30-50 cm, tinggi 30 cm dan
jarak antara guludan 30-40 cm
- Lakukan pengapuran jika pH
tanah lebih rendah dari 5,5
dengan dolomit sebanyak 1-2
ton/ha dan campurkan secara
merata dengan tanah pada
kedalaman 30 cm
- Siramkan pupuk POC NASA
yang telah dicampur air secara
merata di atas bedengan dengan
dosis ± 1 botol (500 cc) POC
NASA diencerkan dengan air
secukupnya untuk setiap 1000
m2(10 botol/ha). Hasil akan lebih
bagus jika menggunakan SUPER
NASA, cara penggunaannya
sebagai berikut:
alternatif 1 : 1 botol Super Nasa
diencerkan dalam 3 liter air
dijadikan larutan induk.
Kemudian setiap 50 lt air diberi
200 cc larutan induk tadi untuk
menyiram bedengan.
alternatif 2 : setiap 1 gembor vol
10 lt diberi 1 peres sendok
makan Super Nasa untuk
menyiram 10 meter bedengan.
TEKNIK PENANAMAN
- Jarak lubang tanam untuk tipe
merambat adalah 20 x 50 cm, 40
x 60 cm, 30 x 40 cm. Dan jarak
tanam tipe tegak adalah 20 x 40
cm dan 30 x 60 cm.
- Waktu tanam yang baik adalah
awal musim kemarau/awal
musim penghujan, tetapi dapat
saja sepanjang musim asal air
tanahnya memadai
- Benih direndam POC NASA dosis
2 tutup/liter selama 0,5 jam lalu
tiriskan
- Benih dimasukkan ke dalam
lubang tanam sebanyak 2 biji,
tutup dengan tanah tipis/
dengan abu dapur.
PENYULAMAN
Benih kacang panjang akan
tumbuh 3-5 hari setelah tanam.
Benih yang tidak tumbuh segera
disulam.
PENYIANGAN
Penyiangan dilakukan pada
waktu tanaman berumur 2-3
minggu setelah tanam,
tergantung pertumbuhan
rumput di kebun. Penyiangan
dengan cara mencabut rumput
liar/membersihkan dengan alat
kored.
PEMANGKASAN / PEREMPELAN
Kacang panjang yang terlalu
rimbun perlu diadakan
pemangkasan daun maupun
ujung batang. Tanaman yang
terlalu rimbun dapat
menghambat pertumbuhan
bunga.
PEMUPUKAN
Dosis pupuk makro sebagai
berikut:
Waktu Dosis Pupuk Makro (per ha)
Urea (kg)SP-36 (kg)KCl (kg)
Dasar 50 75 25
Umur 45
hari 50 25 75
TOTAL 100 100 100
Catatan : Atau sesuai
rekomendasi setempat.
Pupuk diberikan di dalam lubang
pupuk yang terletak di kiri-
kanan lubang tanam. Jumlah
pupuk yang diberikan untuk
satu tanaman tergantung dari
jarak tanam
POC NASA diberikan 1-2 minggu
sekali semenjak tanaman
berumur 2 minggu, dengan cara
disemprotkan (4-8 tutup POC
NASA/tangki). Kebutuhan total
POC NASA untuk pemeliharaan
1-2 botol per 1000 M2 (10-20
botol/ha). Akan lebih bagus jika
penggunaan POC NASA
ditambahkan HORMONIK (3-4
tutup POC NASA + 1 tutup
Hormonik/tangki). Pada saat
tanaman berbunga tidak
dilakukan penyemprotan, karena
dapat mengganggu
penyerbukan (dapat disiramkan
dengan dosis + 2 tutup/10 liter
air ).
PENGAIRAN
Pada fase awal pertumbuhan
benih hingga tanaman muda,
penyiraman dilakukan rutin tiap
hari. Pengairan berikutnya
tergantung musim.
PENGELOLAAN HAMA DAN
PENYAKIT
a. Lalat kacang (Ophiomya
phaseoli Tryon)
Gejala: terdapat bintik-bintik
putih sekitar tulang daun,
pertumbuhan tanaman yang
terserang terhambat dan daun
berwarna kekuningan, pangkal
batang terjadi perakaran
sekunder dan membengkak.
Pengendalian: dengan cara
pergiliran tanaman yang bukan
dari famili kacang-kacangan dan
penyemprotan dengan PESTONA.
b. Kutu daun (Aphis cracivora
Koch)
Gejala: pertumbuhan terlambat
karena hama mengisap cairan sel
tanaman dan penurunan hasil
panen. Kutu bergerombol di
pucuk tanaman dan berperan
sebagai vektor virus.
Pengendalian: dengan rotasi
tanaman dengan tanaman
bukan famili kacang-kacangan
dan penyemprotan Natural BVR
c. Ulat grayak (Spodoptera litura
F.)
Gejala: daun berlubang dengan
ukuran tidak pasti, serangan
berat di musim kemarau, juga
menyerang polong.
Pengendalian: dengan kultur
teknis, rotasi tanaman,
penanaman serempak, Semprot
Natural VITURA
d. Penggerek biji (Callosobruchus
maculatus L)
Gejala: biji dirusak berlubang-
lubang, hancur sampai 90%.
Pengendalian: dengan
membersihkan dan
memusnahkan sisa-sisa tanaman
tempat persembunyian hama.
Benih kacang panjang diberi
perlakuan minyak jagung 10 cc/
kg biji.
e. Ulat bunga ( Maruca testualis)
Gejala: larva menyerang bunga
yang sedang membuka,
kemudian memakan polong.
Pengendalian: dengan rotasi
tanaman dan menjaga
kebersihan kebun dari sisa-sisa
tanaman. Disemprot dengan
PESTONA
f. Penyakit Antraknose ( jamur
Colletotricum lindemuthianum )
Gejala serangan dapat diamati
pada bibit yang baru
berkecamabah, semacam kanker
berwarna coklat pada bagian
batang dan keping biji.
Pengendalian: dengan rotasi
tanaman, perlakuan benih
sebelum ditanam dengan Natural
GLIO dan POC NASA dan
membuang rumput-rumput dari
sekitar tanaman.
g. Penyakit mozaik ( virus
Cowpea Aphid Borne Virus/
CAMV).
Gejala: pada daun-daun muda
terdapat gambaran mosaik yang
warnanya tidak beraturan.
Penyakit ditularkan oleh vektor
kutu daun. Pengendalian:
gunakan benih sehat dan bebas
virus, semprot vector kutu daun
dan tanaman yang terserang
dicabut dan dibakar.
h. Penyakit sapu ( virus Cowpea
Witches-broom Virus/Cowpea
Stunt Virus.)
Gejala: pertumbuhan tanaman
terhambat, ruas-ruas (buku-
buku) batang sangat pendek,
tunas ketiak memendek dan
membentuk "sapu". Penyakit
ditularkan kutu daun.
Pengendalian: sama dengan
pengendalian penyakit mosaik.
i. Layu bakteri ( Pseudomonas
solanacearum )
Gejala: tanaman mendadak layu
dan serangan berat menyeabkan
tanaman mati. Pengendalian:
dengan rotasi tanaman,
perbaikan drainase dan
mencabut tanaman yang mati
dan gunakan Natural GLIO pada
awal tanam.
PANEN DAN PASCA PENEN
- Ciri-ciri polong siap dipanen
adalah ukuran polong telah
maksimal, mudah dipatahkan
dan biji-bijinya di dalam polong
tidak menonjol
- Waktu panen yang paling baik
pada pagi/sore hari. Umur
tanaman siap panen 3,5-4 bulan
- Cara panen pada tanaman
kacang panjang tipe merambat
dengan memotong tangkai buah
dengan pisau tajam.
- Selepas panen, polong kacang
panjang dikumpulkan di tempat
penampungan, lalu disortasi
- Polong kacang panjang diikat
dengan bobot maksimal 1 kg
dan siap dipasarkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Selasa, 21 September 2010

budidaya kacang panjang

SYARAT PERTUMBUHAN
Tanaman tumbuh baik pada
tanah Latosol / lempung
berpasir, subur, gembur, banyak
mengandung bahan organik dan
drainasenya baik, pH sekitar
5,5-6,5. Suhu antara 20-30
derajat Celcius, iklimnya kering,
curah hujan antara 600-1.500
mm/tahun dan ketinggian
optimum kurang dari 800 m dpl.
PEMBIBITAN
- Benih kacang panjang yang
baik dan bermutu adalah
sebagai berikut: penampilan
bernas/kusam, daya kecambah
tinggi di atas 85%, tidak rusak/
cacat, tidak mengandung wabah
hama dan penyakit. Keperluan
benih untuk 1 hektar antara
15-20 kg.
- Benih tidak usah disemaikan
secara khusus, tetapi benih
langsung tanam pada lubang
tanam yang sudah disiapkan.
PENGOLAHAN MEDIA TANAM
- Bersihkan lahan dari rumput-
rumput liar, dicangkul/dibajak
hingga tanah menjadi gembur.
- Buatlah bedengan dengan
ukuran lebar 60-80 cm, jarak
antara bedengan 30 cm, tinggi
30 cm, panjang tergantung
lahan. Untuk sistem guludan
lebar dasar 30-40 cm dan lebar
atas 30-50 cm, tinggi 30 cm dan
jarak antara guludan 30-40 cm
- Lakukan pengapuran jika pH
tanah lebih rendah dari 5,5
dengan dolomit sebanyak 1-2
ton/ha dan campurkan secara
merata dengan tanah pada
kedalaman 30 cm
- Siramkan pupuk POC NASA
yang telah dicampur air secara
merata di atas bedengan dengan
dosis ± 1 botol (500 cc) POC
NASA diencerkan dengan air
secukupnya untuk setiap 1000
m2(10 botol/ha). Hasil akan lebih
bagus jika menggunakan SUPER
NASA, cara penggunaannya
sebagai berikut:
alternatif 1 : 1 botol Super Nasa
diencerkan dalam 3 liter air
dijadikan larutan induk.
Kemudian setiap 50 lt air diberi
200 cc larutan induk tadi untuk
menyiram bedengan.
alternatif 2 : setiap 1 gembor vol
10 lt diberi 1 peres sendok
makan Super Nasa untuk
menyiram 10 meter bedengan.
TEKNIK PENANAMAN
- Jarak lubang tanam untuk tipe
merambat adalah 20 x 50 cm, 40
x 60 cm, 30 x 40 cm. Dan jarak
tanam tipe tegak adalah 20 x 40
cm dan 30 x 60 cm.
- Waktu tanam yang baik adalah
awal musim kemarau/awal
musim penghujan, tetapi dapat
saja sepanjang musim asal air
tanahnya memadai
- Benih direndam POC NASA dosis
2 tutup/liter selama 0,5 jam lalu
tiriskan
- Benih dimasukkan ke dalam
lubang tanam sebanyak 2 biji,
tutup dengan tanah tipis/
dengan abu dapur.
PENYULAMAN
Benih kacang panjang akan
tumbuh 3-5 hari setelah tanam.
Benih yang tidak tumbuh segera
disulam.
PENYIANGAN
Penyiangan dilakukan pada
waktu tanaman berumur 2-3
minggu setelah tanam,
tergantung pertumbuhan
rumput di kebun. Penyiangan
dengan cara mencabut rumput
liar/membersihkan dengan alat
kored.
PEMANGKASAN / PEREMPELAN
Kacang panjang yang terlalu
rimbun perlu diadakan
pemangkasan daun maupun
ujung batang. Tanaman yang
terlalu rimbun dapat
menghambat pertumbuhan
bunga.
PEMUPUKAN
Dosis pupuk makro sebagai
berikut:
Waktu Dosis Pupuk Makro (per ha)
Urea (kg)SP-36 (kg)KCl (kg)
Dasar 50 75 25
Umur 45
hari 50 25 75
TOTAL 100 100 100
Catatan : Atau sesuai
rekomendasi setempat.
Pupuk diberikan di dalam lubang
pupuk yang terletak di kiri-
kanan lubang tanam. Jumlah
pupuk yang diberikan untuk
satu tanaman tergantung dari
jarak tanam
POC NASA diberikan 1-2 minggu
sekali semenjak tanaman
berumur 2 minggu, dengan cara
disemprotkan (4-8 tutup POC
NASA/tangki). Kebutuhan total
POC NASA untuk pemeliharaan
1-2 botol per 1000 M2 (10-20
botol/ha). Akan lebih bagus jika
penggunaan POC NASA
ditambahkan HORMONIK (3-4
tutup POC NASA + 1 tutup
Hormonik/tangki). Pada saat
tanaman berbunga tidak
dilakukan penyemprotan, karena
dapat mengganggu
penyerbukan (dapat disiramkan
dengan dosis + 2 tutup/10 liter
air ).
PENGAIRAN
Pada fase awal pertumbuhan
benih hingga tanaman muda,
penyiraman dilakukan rutin tiap
hari. Pengairan berikutnya
tergantung musim.
PENGELOLAAN HAMA DAN
PENYAKIT
a. Lalat kacang (Ophiomya
phaseoli Tryon)
Gejala: terdapat bintik-bintik
putih sekitar tulang daun,
pertumbuhan tanaman yang
terserang terhambat dan daun
berwarna kekuningan, pangkal
batang terjadi perakaran
sekunder dan membengkak.
Pengendalian: dengan cara
pergiliran tanaman yang bukan
dari famili kacang-kacangan dan
penyemprotan dengan PESTONA.
b. Kutu daun (Aphis cracivora
Koch)
Gejala: pertumbuhan terlambat
karena hama mengisap cairan sel
tanaman dan penurunan hasil
panen. Kutu bergerombol di
pucuk tanaman dan berperan
sebagai vektor virus.
Pengendalian: dengan rotasi
tanaman dengan tanaman
bukan famili kacang-kacangan
dan penyemprotan Natural BVR
c. Ulat grayak (Spodoptera litura
F.)
Gejala: daun berlubang dengan
ukuran tidak pasti, serangan
berat di musim kemarau, juga
menyerang polong.
Pengendalian: dengan kultur
teknis, rotasi tanaman,
penanaman serempak, Semprot
Natural VITURA
d. Penggerek biji (Callosobruchus
maculatus L)
Gejala: biji dirusak berlubang-
lubang, hancur sampai 90%.
Pengendalian: dengan
membersihkan dan
memusnahkan sisa-sisa tanaman
tempat persembunyian hama.
Benih kacang panjang diberi
perlakuan minyak jagung 10 cc/
kg biji.
e. Ulat bunga ( Maruca testualis)
Gejala: larva menyerang bunga
yang sedang membuka,
kemudian memakan polong.
Pengendalian: dengan rotasi
tanaman dan menjaga
kebersihan kebun dari sisa-sisa
tanaman. Disemprot dengan
PESTONA
f. Penyakit Antraknose ( jamur
Colletotricum lindemuthianum )
Gejala serangan dapat diamati
pada bibit yang baru
berkecamabah, semacam kanker
berwarna coklat pada bagian
batang dan keping biji.
Pengendalian: dengan rotasi
tanaman, perlakuan benih
sebelum ditanam dengan Natural
GLIO dan POC NASA dan
membuang rumput-rumput dari
sekitar tanaman.
g. Penyakit mozaik ( virus
Cowpea Aphid Borne Virus/
CAMV).
Gejala: pada daun-daun muda
terdapat gambaran mosaik yang
warnanya tidak beraturan.
Penyakit ditularkan oleh vektor
kutu daun. Pengendalian:
gunakan benih sehat dan bebas
virus, semprot vector kutu daun
dan tanaman yang terserang
dicabut dan dibakar.
h. Penyakit sapu ( virus Cowpea
Witches-broom Virus/Cowpea
Stunt Virus.)
Gejala: pertumbuhan tanaman
terhambat, ruas-ruas (buku-
buku) batang sangat pendek,
tunas ketiak memendek dan
membentuk "sapu". Penyakit
ditularkan kutu daun.
Pengendalian: sama dengan
pengendalian penyakit mosaik.
i. Layu bakteri ( Pseudomonas
solanacearum )
Gejala: tanaman mendadak layu
dan serangan berat menyeabkan
tanaman mati. Pengendalian:
dengan rotasi tanaman,
perbaikan drainase dan
mencabut tanaman yang mati
dan gunakan Natural GLIO pada
awal tanam.
PANEN DAN PASCA PENEN
- Ciri-ciri polong siap dipanen
adalah ukuran polong telah
maksimal, mudah dipatahkan
dan biji-bijinya di dalam polong
tidak menonjol
- Waktu panen yang paling baik
pada pagi/sore hari. Umur
tanaman siap panen 3,5-4 bulan
- Cara panen pada tanaman
kacang panjang tipe merambat
dengan memotong tangkai buah
dengan pisau tajam.
- Selepas panen, polong kacang
panjang dikumpulkan di tempat
penampungan, lalu disortasi
- Polong kacang panjang diikat
dengan bobot maksimal 1 kg
dan siap dipasarkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar