Selasa, 21 September 2010

tahap-tahapan pengolahan lahan pertanian

A. Tujuan Umum Pengolahan
Tanah
Pengolahan tanah dalam usaha
budidaya pertanian bertujuan
untuk menciptakan keadaan
tanah olah yang siap tanam baik
secara fisis, kemis, maupun
biologis, sehingga tanaman yang
dibudidayakan akan tumbuh
dengan baik. Pengolahan tanah
terutama akan memperbaiki
secara fisis, perbaikan kemis dan
biologis terjadi secara tidak
langsung.
Kegiatan pengolahan tanah
dibagi ke dalam dua tahap,
yaitu: (1) Pengolahan tanah
pertama (pembajakan), dan (2)
Pengolahan tanah kedua
(penggaruan). Dalam pengolahan
tanah pertama, tanah dipotong,
kemudian dibalik agar sisa
tanaman dan gulma yang ada di
permukaan tanah terpotong dan
terbenam. Kedalaman
pemotongan dan pembalikan
tanah umumnya antara 15
sampai 20 cm. Pengolahan tanah
kedua, bertujuan
menghancurkan bongkah tanah
hasil pengolahan tanah pertama
yang besar menjad lebih kecil
dan sisa tanaman dan gulma
yang terbenam dipotong lagi
menjadi lebih halus sehingga
akan mempercepat proses
pembusukan.
B. Pengolahan Tanah Secara
Mekanis
B.1. Keuntungan Pengolahan
Tanah Secara Mekanis
Salah satu keuntungan dari
pengolahan secara mekanis
adalah dapat dilakukan dengan
lebih cepat, sehingga dapat
memperpendek waktu yang
diperlukan dalam budidaya
secara keseluruhan. Adapun
beberapa keuntungan
pengolahan tanah secara
mekanis adalah sebagai berikut :
B.1.1. Keuntungan Teknis
Pekerjaan pengolahan tanah
memerlukan tenaga yang sangat
besar, sehingga dibutuhkan
banyak tenaga kerja. Dengan
tenaga yang besar, yang dimiliki
per alatan mekanis, pekerjaan
yang berat akan dengan mudah
dikerjakan. Hasil pengolahan
tanah secara mekanis dapat
lebih dalam.
B.1.2. Keuntungan Ekonomis
Berdasarkan hasil penelitian (di
Pulau Jawa), biaya pengolahan
tanah per hektar dengan traktor
akan lebih murah dibandingkan
dengan menggunakan tenaga
manusia maupun hewan.
Penurunan biaya pengolahan
tanah ini tentunya akan
meningkatkan keuntungan para
petani.
B.1. 3. Keuntungan Waktu
Dengan tenaga yang cukup
besar, tentunya pengolahan
tanah yang dilakukan secara
mekanis akan lebih cepat.
Dengan cepatnya waktu
pengolahan tanah, akan
mempercepat pula proses
budidaya secara keseluruhan.
Untuk beberapa tanaman yang
berumur pendek, sisa waktu
yang tersedia ini dapat
digunakan untuk melakukan
budidaya lagi.
B.3. Mengkondisikan Lahan
Salah satu keuntungan dari
pengolahan secara mekanis
adalah dapat dilakukan dengan
lebih cepat, sehingga dapat
memperpendek waktu yang
diperlukan dalam budidaya
secara keseluruhan. Dalam
mengolah tanah secara mekanis,
lahan yang akan diolah harus
dikondisikan terlebih dahulu
sehingga siap untuk diolah. Ada
beberapa hal yang perlu
disiapkan agar lahan siap untuk
diolah secara mekanis, yaitu :
1. Topografi (kenampakan
permukaan lahan)
Traktor dapat bekerja pada
lahan dengan topografi yang
terbatas. Untuk traktor tangan
sebaiknya jangan melebihi 30°.
Apabila lahan terlalu miring,
traktor bisa terguling. Lahan
yang bergelombang juga akan
berpengaruh terhadap hasil
pengolahan. Sebaiknya lahan
yang demikian dibuat berteras
sehingga lahan bisa memenuhi
syarat untuk diolah secara
mekanis. Selain itu, traktor
sebagai kendaraan beroda,
memerlukan jalan dan jembatan
untuk memasuki lahan yang
akan diolah. Pembuatan teras,
jalan, dan jembatan tidak
dibahas dalam modul ini.
2. Vegetasi (tanaman yang
tumbuh di lahan)
Batang tanaman dan sisa
tanaman yang cukup besar akan
menghambat implemen masuk
ke dalam tanah, sehingga hasil
pengolahan tidak efektif. Batang
tanaman yang lentur tetapi kuat
(liat) akan tergulung oleh
putaran mesin rotari, sehingga
akan menambah beban dan
dapat merusak mesin. Akar
tanaman yang kuat (liat) dan
saling berhubungan akan
mengikat tanah sehingga susah
untuk diolah. Vegetasi yang
sekiranya mengganggu harus
dipindahkan dari lahan atau
dihancurkan. Vgtasi tersebut
bisa dibabat dengan parang/arit.
Sekarang sudah ada mesin
pemotong yang digerakkan oleh
traktor. Namun cara
pengoperasiannya tidak dibahas
pada modul ini.
3. Bebatuan
Bebatuan yang besar dan keras,
apabila tertabrak oleh implemen,
dapat merusak implemen. Mata
bajak singkal atau piringan
dapat pecah, sedang pisau mesin
rotari dapat patah. Batu-batu
yang besar harus disingkirkan
terlebih dahulu dari lahan
sebelum diolah, dengan cara
dicongkel dengan linggis atau
digali dengan cangkul. Batu yang
telah tergali dapat diangkat
untuk disingkirkan ke tepi lahan.
Sedang batu-batu yang kecil
dapat disingkirkan setelah lahan
diolah.
4. Kadar air tanah
Kondisi kadar air tanah akan
mempengaruhi sifat dari tanah
itu sendiri. Pada tanah yang
terlalu kering, tanah akan sangat
keras dan padat. Apabila diolah,
akan memerlukan implemen
yang kuat dan daya tarik traktor
yang sangat besar. Sehingga
pengolahan akan tidak efisien.
Tanah hasil olahan berfariasi
dari bongkahan besar sampai
tanah yang hancur. Selain itu
juga menimbulkan debu yang
berterbangan.
Apabila tanah dibasahi, tanah
akan melunak. Hal ini ditandai
dengan berubahnya warna
tanah menjadi lebih gelap.
Namun apabila tanah diambil
dan digulung-gulung tidak liat
dan tidak lengket, namun remah
(pecah-pecah). Kondisi ini cocok
untuk dilakukan pengolahan
tanah. Pengolahan pada kondisi
ini sering dinamakan
pengolahan tanah kering.
Apabila tanah dibasahi lagi,
tanah akan liat dan lengket.
Apabila diolah, akan lengket di
implemen dan roda traktor.
Hasil pengolahan tidak akan
sempurna (tidak efektif).
Sementara putaran roda traktor
mudah slip. Tanah dalam kondisi
ini, kemampuan menyangganya
sangat rendah, sehingga traktor
yang memasuki lahan, rodanya
akan masuk ke dalam tanah.
Apabila tanah lebih dibasahi lagi,
tanah akan menjadi lumpur.
Tanah tidak akan lengket lagi
namun dapat mengalir. Kondisi
ini juga cocok untuk dilakukan
pengolahan tanah. Pengolahan
pada kondisi ini sering
dinamakan pengolahan tanah
basah.
C. Faktor Penghambat
Pengolahan Tanah Secara
Mekanis
Faktor-faktor tersebut
diantaranya, adalah:
1) Faktor Teknis
Penggunaan traktor di lapangan
untuk pengolahan tanah terlihat
bahwa masih banyaknya sisa
tunggul pada petakan olahan
dapat menghambat penggunaan
alat pengolahan tanah, sehingga
dapat menurunkan kapasitas
dan efisiensi kerja alat.
Akibatnya dapat menyebabkan
menurunnya pendapatan dari
penggunaan traktor. Selain itu
ketersediaan sukucadang juga
menjadi faktor penghambat.
2) Faktor ekonomi
Kemampuan daya beli alat mesin
pertanian mempengaruhi
pengembangan pengolahan
tanah secara mekanis khususnya
para petani di pedesaan.
3) Faktor Sumber Daya
Manusia
Penggunaan alat/mesin
pertanian biasanya menuntut
pengetahuan dan keterampilan.
Begitu pula dengan penggunaan
alat pengolahan tanah. Tingkat
pendidikan petani di Indonesia
pada umumnya masih rendah.

1 komentar:

  1. Halo, saya Helena Julio dari Ekuador, saya ingin berbicara tentang Layanan Pendanaan Le_Meridian tentang topik ini.Le_Meridian Layanan Pendanaan memberi saya dukungan keuangan ketika semua bank di kota saya menolak permintaan saya untuk memberi saya pinjaman 500.000,00 USD, saya mencoba semua yang saya bisa untuk mendapatkan pinjaman dari bank-bank saya di sini di Ekuador tetapi mereka semua menolak saya karena kredit saya rendah tetapi dengan rahmat Tuhan saya jadi tahu tentang Le_Meridian jadi saya memutuskan untuk mencoba mengajukan permohonan pinjaman. dengan insya Allah mereka memberi saya pinjaman 500.000,00 USD permintaan pinjaman yang ditolak bank-bank saya di sini di Ekuador, sungguh luar biasa melakukan bisnis dengan mereka dan bisnis saya berjalan dengan baik sekarang. Berikut adalah Email Investasi Pendanaan Le_Meridian / Kontak WhatsApp jika Anda ingin mengajukan pinjaman dari mereka.Email:lfdsloans@lemeridianfds.com / lfdsloans@outlook.com WhatsApp Contact: + 1-989-394-3740.

    BalasHapus

Selasa, 21 September 2010

tahap-tahapan pengolahan lahan pertanian

A. Tujuan Umum Pengolahan
Tanah
Pengolahan tanah dalam usaha
budidaya pertanian bertujuan
untuk menciptakan keadaan
tanah olah yang siap tanam baik
secara fisis, kemis, maupun
biologis, sehingga tanaman yang
dibudidayakan akan tumbuh
dengan baik. Pengolahan tanah
terutama akan memperbaiki
secara fisis, perbaikan kemis dan
biologis terjadi secara tidak
langsung.
Kegiatan pengolahan tanah
dibagi ke dalam dua tahap,
yaitu: (1) Pengolahan tanah
pertama (pembajakan), dan (2)
Pengolahan tanah kedua
(penggaruan). Dalam pengolahan
tanah pertama, tanah dipotong,
kemudian dibalik agar sisa
tanaman dan gulma yang ada di
permukaan tanah terpotong dan
terbenam. Kedalaman
pemotongan dan pembalikan
tanah umumnya antara 15
sampai 20 cm. Pengolahan tanah
kedua, bertujuan
menghancurkan bongkah tanah
hasil pengolahan tanah pertama
yang besar menjad lebih kecil
dan sisa tanaman dan gulma
yang terbenam dipotong lagi
menjadi lebih halus sehingga
akan mempercepat proses
pembusukan.
B. Pengolahan Tanah Secara
Mekanis
B.1. Keuntungan Pengolahan
Tanah Secara Mekanis
Salah satu keuntungan dari
pengolahan secara mekanis
adalah dapat dilakukan dengan
lebih cepat, sehingga dapat
memperpendek waktu yang
diperlukan dalam budidaya
secara keseluruhan. Adapun
beberapa keuntungan
pengolahan tanah secara
mekanis adalah sebagai berikut :
B.1.1. Keuntungan Teknis
Pekerjaan pengolahan tanah
memerlukan tenaga yang sangat
besar, sehingga dibutuhkan
banyak tenaga kerja. Dengan
tenaga yang besar, yang dimiliki
per alatan mekanis, pekerjaan
yang berat akan dengan mudah
dikerjakan. Hasil pengolahan
tanah secara mekanis dapat
lebih dalam.
B.1.2. Keuntungan Ekonomis
Berdasarkan hasil penelitian (di
Pulau Jawa), biaya pengolahan
tanah per hektar dengan traktor
akan lebih murah dibandingkan
dengan menggunakan tenaga
manusia maupun hewan.
Penurunan biaya pengolahan
tanah ini tentunya akan
meningkatkan keuntungan para
petani.
B.1. 3. Keuntungan Waktu
Dengan tenaga yang cukup
besar, tentunya pengolahan
tanah yang dilakukan secara
mekanis akan lebih cepat.
Dengan cepatnya waktu
pengolahan tanah, akan
mempercepat pula proses
budidaya secara keseluruhan.
Untuk beberapa tanaman yang
berumur pendek, sisa waktu
yang tersedia ini dapat
digunakan untuk melakukan
budidaya lagi.
B.3. Mengkondisikan Lahan
Salah satu keuntungan dari
pengolahan secara mekanis
adalah dapat dilakukan dengan
lebih cepat, sehingga dapat
memperpendek waktu yang
diperlukan dalam budidaya
secara keseluruhan. Dalam
mengolah tanah secara mekanis,
lahan yang akan diolah harus
dikondisikan terlebih dahulu
sehingga siap untuk diolah. Ada
beberapa hal yang perlu
disiapkan agar lahan siap untuk
diolah secara mekanis, yaitu :
1. Topografi (kenampakan
permukaan lahan)
Traktor dapat bekerja pada
lahan dengan topografi yang
terbatas. Untuk traktor tangan
sebaiknya jangan melebihi 30°.
Apabila lahan terlalu miring,
traktor bisa terguling. Lahan
yang bergelombang juga akan
berpengaruh terhadap hasil
pengolahan. Sebaiknya lahan
yang demikian dibuat berteras
sehingga lahan bisa memenuhi
syarat untuk diolah secara
mekanis. Selain itu, traktor
sebagai kendaraan beroda,
memerlukan jalan dan jembatan
untuk memasuki lahan yang
akan diolah. Pembuatan teras,
jalan, dan jembatan tidak
dibahas dalam modul ini.
2. Vegetasi (tanaman yang
tumbuh di lahan)
Batang tanaman dan sisa
tanaman yang cukup besar akan
menghambat implemen masuk
ke dalam tanah, sehingga hasil
pengolahan tidak efektif. Batang
tanaman yang lentur tetapi kuat
(liat) akan tergulung oleh
putaran mesin rotari, sehingga
akan menambah beban dan
dapat merusak mesin. Akar
tanaman yang kuat (liat) dan
saling berhubungan akan
mengikat tanah sehingga susah
untuk diolah. Vegetasi yang
sekiranya mengganggu harus
dipindahkan dari lahan atau
dihancurkan. Vgtasi tersebut
bisa dibabat dengan parang/arit.
Sekarang sudah ada mesin
pemotong yang digerakkan oleh
traktor. Namun cara
pengoperasiannya tidak dibahas
pada modul ini.
3. Bebatuan
Bebatuan yang besar dan keras,
apabila tertabrak oleh implemen,
dapat merusak implemen. Mata
bajak singkal atau piringan
dapat pecah, sedang pisau mesin
rotari dapat patah. Batu-batu
yang besar harus disingkirkan
terlebih dahulu dari lahan
sebelum diolah, dengan cara
dicongkel dengan linggis atau
digali dengan cangkul. Batu yang
telah tergali dapat diangkat
untuk disingkirkan ke tepi lahan.
Sedang batu-batu yang kecil
dapat disingkirkan setelah lahan
diolah.
4. Kadar air tanah
Kondisi kadar air tanah akan
mempengaruhi sifat dari tanah
itu sendiri. Pada tanah yang
terlalu kering, tanah akan sangat
keras dan padat. Apabila diolah,
akan memerlukan implemen
yang kuat dan daya tarik traktor
yang sangat besar. Sehingga
pengolahan akan tidak efisien.
Tanah hasil olahan berfariasi
dari bongkahan besar sampai
tanah yang hancur. Selain itu
juga menimbulkan debu yang
berterbangan.
Apabila tanah dibasahi, tanah
akan melunak. Hal ini ditandai
dengan berubahnya warna
tanah menjadi lebih gelap.
Namun apabila tanah diambil
dan digulung-gulung tidak liat
dan tidak lengket, namun remah
(pecah-pecah). Kondisi ini cocok
untuk dilakukan pengolahan
tanah. Pengolahan pada kondisi
ini sering dinamakan
pengolahan tanah kering.
Apabila tanah dibasahi lagi,
tanah akan liat dan lengket.
Apabila diolah, akan lengket di
implemen dan roda traktor.
Hasil pengolahan tidak akan
sempurna (tidak efektif).
Sementara putaran roda traktor
mudah slip. Tanah dalam kondisi
ini, kemampuan menyangganya
sangat rendah, sehingga traktor
yang memasuki lahan, rodanya
akan masuk ke dalam tanah.
Apabila tanah lebih dibasahi lagi,
tanah akan menjadi lumpur.
Tanah tidak akan lengket lagi
namun dapat mengalir. Kondisi
ini juga cocok untuk dilakukan
pengolahan tanah. Pengolahan
pada kondisi ini sering
dinamakan pengolahan tanah
basah.
C. Faktor Penghambat
Pengolahan Tanah Secara
Mekanis
Faktor-faktor tersebut
diantaranya, adalah:
1) Faktor Teknis
Penggunaan traktor di lapangan
untuk pengolahan tanah terlihat
bahwa masih banyaknya sisa
tunggul pada petakan olahan
dapat menghambat penggunaan
alat pengolahan tanah, sehingga
dapat menurunkan kapasitas
dan efisiensi kerja alat.
Akibatnya dapat menyebabkan
menurunnya pendapatan dari
penggunaan traktor. Selain itu
ketersediaan sukucadang juga
menjadi faktor penghambat.
2) Faktor ekonomi
Kemampuan daya beli alat mesin
pertanian mempengaruhi
pengembangan pengolahan
tanah secara mekanis khususnya
para petani di pedesaan.
3) Faktor Sumber Daya
Manusia
Penggunaan alat/mesin
pertanian biasanya menuntut
pengetahuan dan keterampilan.
Begitu pula dengan penggunaan
alat pengolahan tanah. Tingkat
pendidikan petani di Indonesia
pada umumnya masih rendah.

1 komentar:

  1. Halo, saya Helena Julio dari Ekuador, saya ingin berbicara tentang Layanan Pendanaan Le_Meridian tentang topik ini.Le_Meridian Layanan Pendanaan memberi saya dukungan keuangan ketika semua bank di kota saya menolak permintaan saya untuk memberi saya pinjaman 500.000,00 USD, saya mencoba semua yang saya bisa untuk mendapatkan pinjaman dari bank-bank saya di sini di Ekuador tetapi mereka semua menolak saya karena kredit saya rendah tetapi dengan rahmat Tuhan saya jadi tahu tentang Le_Meridian jadi saya memutuskan untuk mencoba mengajukan permohonan pinjaman. dengan insya Allah mereka memberi saya pinjaman 500.000,00 USD permintaan pinjaman yang ditolak bank-bank saya di sini di Ekuador, sungguh luar biasa melakukan bisnis dengan mereka dan bisnis saya berjalan dengan baik sekarang. Berikut adalah Email Investasi Pendanaan Le_Meridian / Kontak WhatsApp jika Anda ingin mengajukan pinjaman dari mereka.Email:lfdsloans@lemeridianfds.com / lfdsloans@outlook.com WhatsApp Contact: + 1-989-394-3740.

    BalasHapus